Tag Archives: Radiator Espass

Tutup Radiator Espass Rusak

espass-biruSebelum melakukan perjalanan jauh, biasanya saya selalu mengecek kondisi air radiator espass untuk memastikan posisi ketinggian air. Alhamdulillah selama ini air radiator tidak pernah berkurang meskipun mobil berkali-kali telah melakukan perjalanan jauh, artinya radiator masih berfungsi dengan baik, namun kebiasaan mengecek air radiator ini tetap saya lakukan mengingat mobil sudah berumur.

Beberapa hari lalu saat liburan imlek saya melakukan perjalanan mudik dari Mojokerto ke Magetan. Seperti biasa kalau ada liburan long weekend jalanan dimana-mana macet, apalagi jalur tengah Jawa Timur yang menghubungkan propinsi Jawa Tengah, sehingga waktu tempuh jadi lebih lama dari hari biasanya.

radiator-espassNah ketika mau balik lagi ke Mojokerto pada hari minggu siang, saya hendak stater mobil namun sebelumnya saya cek air radiator. Saya putar ke kiri tiba-tiba saja tutupnya  rusak, ada bagian yang lepas dan rontok beserta pecahan karat, lalu saya coba tutup dan rapatkan lagi, masih bisa menutup rapat namun saya ragu apakah bisa bertahan lama? Padahal mau jalan jauh belum lagi nanti pasti kena macet seperti pada saat berangkat kemarin.

Lalu saya tanyakan ke adik ipar apakah ada toko sparepart mobil yang buka hari minggu ini, ternyata masih ada dan saya langsung meluncur kesana untuk menebus sebuah tutup radiator. Harganya 40 ribu merk Denso. Yowes langsung pulang dan pasang di radiator Espass. Kondisi tutup radiator sebelumnya memang berkarat namun saya tidak menyangka sampai bisa rusak dan lepas menjadi dua bagian. (Ochim)

 


Pengalaman Pakai Beberapa Motuba (2)

Sekitar 3 tahun nggak ada mobil dirumah, ternyata nggak enak juga, nggak bisa kemana-mana bareng keluarga. Akhirnya bapak merencanakan beli lagi tapi yang jenis sedan. Pilihan jatuh ke Toyota Corolla tahun 1977 dengan harga 17 juta. Kondisi bodi dan mesin secara keseluruhan masih oke banget, langsung bisa dipakai jalan-jalan.

Toyota Corolla 1977Keunggulan sedan yang paling utama adalah ya kenyamanannya, suspensinya empuk banget, bensin termasuk irit banget. Beberapa bulan kemudian ternyata sempat bermasalah pada radiator yang sering panas, apalagi pas di pakai ke Malang, masih sampai kawasan Pait atau baru jalan 15 km saja jarum temperatur sudah berada di tengah, akhirnya ya brenti dulu 15 menitan untuk meredam panasnya.

Corolla lagi mogok di Pujon Lalu setelah dilakukan servis radiator, sedan corolla ini sudah sehat kembali, bahkan saat di pakai menanjak ke malang lagi, temperatur suhu masih suka bersandar saja nggak beranjak sama sekali.

Sekitar 4 tahun kemudian, temen bapak ada yang lagi ngejual mobil Daihatsu Espass lansiran 1996, karena lagi butuh duit, doi banting harga hingga dibawah harga pasaran Espass, kalo nggak salah 38 jutaan. Wah ini kesempatan mumpung ada mobil bagus dan kebetulan masih temen sendiri, langsung sikat saja.

daihatsu espass tahun 1996 Dari segi tampilan masih sangat bagus, mesin juga terbilang yahud, yang paling penting nih, slebor karet pada roda depan menutup sempurna, jadi meminimalisir delco kena cipratan air. Apalagi delco masih dalam kondisi standar yang artinya masih ada pelindung air.

Khusus mobil Zebra/Espass kelemahannya yaitu pada posisi delco yang berada dibawah sebelah kiri, posisi ini rawan mesin mogok karena kena cipratan air dari bawah saat genangan cukup tinggi, tapi hal itu nggak akan terjadi kalau slebor roda depan masih komplit serta kondisi delco yang masih standar.

Setelah membawa pulang Espass, sekarang dirumah jadi ada 2 mobil lagi ngandang, Corolla sama Espass, tapi tentu saja selanjutnya yang akan dijual adalah Corolla-nya, nggak mungkin kan dirumah berlama-lama pelihara 2 mobil, berat di ongkos 😛

Nah keunggulan Espass ini adalah kabin yang cukup lega, bensin irit dan tentu saja sparepart yang sangat melimpah, jadi nggak akan kesusahan nyarinya. Kalau ada yang bilang, “jangan beli zebra/espass, ntar gampang mogok pas hujan” berarti doi belum mengerti Espass sesungguhnya 😛

Sampai sekarang Espass masih jadi transportasi andalan di keluarga saya, bahkan dibandingkan motuba sebelumnya, Espass ini lebih sering keluar kota karena di pakai gantian antara saya dan my twin yang juga sering pakai. (Ochim)


Karakter Radiator Daihatsu Espass ’96

Espass '96Mobil yang satu ini bisa dibilang termasuk mobil sejuta umat di jamannya, banyak banget yang punya, termasuk bokap saya 😀 Daihatsu Espass tahun 1996 1300 cc, suaranya yang nyaring khas Zebra, wung…wung…wung.. 😛 kalau yang varian 1600 cc lebih halus lagi mesinnya.

Alasan utama memilih espass ini salah satunya adalah bisa muat penumpang lebih banyak dan tentunya irit bahan bakar. Dulu bapak pernah punya Daihatsu Zebra Bodytech tahun 1994, nah karena sudah pengalaman mempunyai varian Zebra yang sudah terjual, maka waktu itu cari yang tahunnya lebih muda dan akhirnya menjatuhkan pilihan ke Espass.

Hingga sekarang sudah lebih dari 3 tahun memakai Espass ini, sangat jarang mengalami kerusakan, hanya beberapa saja yang sifatnya perawatan atau penggantian part tertentu yang sudah habis masa pakai.

Pernah bermasalah dengan radiator saat masih beberapa bulan menghuni garasi rumah. Jadi kasusnya waktu itu temperatur cepet banget panasnya, apalagi saat di bawa jalan nanjak, solusinya adalah di servis ke spesialis radiator. Untuk bengkel radiator harus cari yang bener-bener ahli, karena banyak yang ngakunya bengkel radiator tapi hasil servisnya mengecewakan.

Memang untuk mobil yang satu ini banyak pengguna yang mengeluhkan masalah radiator gampang panas, jarum temperatur suka banget nongkrong di posisi setengahnya, apalagi saat AC nyala, tapi kalau kita rutin servis radiator maka nggak akan ada lagi kasus temperatur gampang naik. Menurut mekanik bengkel resmi Daihatsu, radiator harus rutin di servis paling tidak setahun sekali.

Kondisi normalnya, posisi jarum tetep bersandar di posisi rendah namun saat berada di kemacetan atau jalan menanjak, doi beranjak di posisi 1/4, tapi tenang saja itu masih terbilang wajar. Misalnya pas saat saya ke Malang, ketika sampai di Kasembon yang jalannya mulai nanjak, jarum temperatur naik ke posisi 1/4 sampai di kawasan Pujon. Lalu jalan mulai menurun saat sampai Kota Batu, posisi jarum sudah sandar lagi di posisi rendah.

Kasus seperti itu disebabkan karena tipe radiator Espass yang hanya memiliki 1 lapis dan posisi radiator yang berada menjorok ke dalam, jadinya suhu mesin gampang panas. Solusi lain, Ada yang sudah pernah nyoba, agar radiator selalu sandar di posisi rendah, ganti saja milik Zebra tahun 1991/1992 yang katanya memiliki 2 lapis, harganya sekitar 600 ribuan. (Ochim)