Serba serbi

Angkutan Desa Warna Merah

Sore-sore lagi buka fesbuk, tiba-tiba ada status dari sebuah laman grup namanya “Info Pare Raya”, sebuah grup facebook yang memposting hal-hal tentang Kota Pare dan sekitarnya. Dari laman tersebut muncul postingan foto kendaraan umum jurusan Pare – Kandangan, kendaraan minibus Suzuki Carry warna merah yang sedang melintas di kawasan Kota Pare. Foto tersebut disertai caption “Sing kulino numpak lyn Pare-kandangan mesti apal karo angdes siji iki (emot ketawa) Pak Dono”, artinya dalam bahasa Indonesia adalah “yang biasanya naik kendaraan umum jurusan Pare – kandangan pasti hafal dengan angkutan desa satu ini (emot ketawa) Pak dono”.

Pak dono ini sebenarnya adalah nama panggilan drivernya yang merupakan tetangga saya sebelah rumah, nama aslinya adalah Sriyadi. Melihat postingan tersebut saya jadi inget dulu tahun 1999 waktu awal-awal masuk sekolah MTs di Kota Pare. Jadi saya dulu waktu berangkat sekolah pernah langganan naik mobil merah ini, berangkat jam 5.45, mobil merah sudah menunggu di depan rumah sambil klakson-klakson, sebagai tanda kalau dia sudah menunggu di depan rumah dan saya pun langsung keluar.

Setelah saya naik, mobil berjalan pelan menuju jalan raya dan berhenti sebentar 5 menitan menunggu penumpang lain di halte simpang empat Kandangan. Sekitar jam 6, mobil mulai berangkat dan langsung tancap gas menuju Pare. Yang disukai oleh para penumpang, khususnya anak sekolah, Pak Dono ini selalu memacu kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata angkutan yang lain. Kalau angkutan lain selalu berjalan biasa dan cenderung pelan, kalau ini selalu ngebut. Dengan diiringi lagu-lagu koes plus yang terdengar dari box speaker di dalam mobil, waktu tempuh Kandangan – Pare cukup 10 – 15 menitan saja dan  saya turun di masjid An-nur kemudian berjalan menuju sekolah.

Oya untuk tarif angkutan ini di tahun 1999, khusus anak sekolah cuma 400 perak, kurang tahu kalau sekarang sudah berapa. Tidak hanya mobil merah ini, saya pun sering gonta ganti langganan dengan angkutan yang lain, dengan gaya nyupir yang ngebut juga. Yang seperti ini memang selalu jadi andalan anak-anak sekolah waktu berangkat pagi. (Ochim)