Surprise Banget Merasakan Jok Honda Scoopy FI

honda-scoopy-fiIni pengalaman pertama saya naik scoopy, tunggangan seorang temen cewek yang kebetulan minta dianter belanja untuk keperluan kantor. Awalnya saya pikir naik Scoopy itu ya sama kayak matic honda yang lain, tapi ternyata beda, joknya itu lebih empuk dan terasa nyaman saat mengendarainya. Padahal untuk kulit joknya sama seperti matic dan motor bebek Honda yang lain yaitu permukaannya sedikit kasar.

Pengalaman saya naik matic Honda seperti Beat, Vario techno 110/125 dan Spacy sama saja tidak ada yang istimewa (Vario 150 belum pernah nyoba). Tapi untuk Scoopy FI ini memang bener-bener berbeda. Didalam joknya seperti ada pegas yang membuatnya jadi lebih nyaman diduduki, apalagi saat melibas jalan yang nggak rata, pantat terasa anteng tidak terlalu bergeser karena efek guncangan. Kalau boleh menyamakan, menurut saya joknya Scoopy ini mirip punya matic Yamaha Mio Sporty yang memang terkenal empuk, kebetulan dirumah dulu pernah punya dan saya sering pakai juga. (Ochim)   


Tutup Radiator Espass Rusak

espass-biruSebelum melakukan perjalanan jauh, biasanya saya selalu mengecek kondisi air radiator espass untuk memastikan posisi ketinggian air. Alhamdulillah selama ini air radiator tidak pernah berkurang meskipun mobil berkali-kali telah melakukan perjalanan jauh, artinya radiator masih berfungsi dengan baik, namun kebiasaan mengecek air radiator ini tetap saya lakukan mengingat mobil sudah berumur.

Beberapa hari lalu saat liburan imlek saya melakukan perjalanan mudik dari Mojokerto ke Magetan. Seperti biasa kalau ada liburan long weekend jalanan dimana-mana macet, apalagi jalur tengah Jawa Timur yang menghubungkan propinsi Jawa Tengah, sehingga waktu tempuh jadi lebih lama dari hari biasanya.

radiator-espassNah ketika mau balik lagi ke Mojokerto pada hari minggu siang, saya hendak stater mobil namun sebelumnya saya cek air radiator. Saya putar ke kiri tiba-tiba saja tutupnya  rusak, ada bagian yang lepas dan rontok beserta pecahan karat, lalu saya coba tutup dan rapatkan lagi, masih bisa menutup rapat namun saya ragu apakah bisa bertahan lama? Padahal mau jalan jauh belum lagi nanti pasti kena macet seperti pada saat berangkat kemarin.

Lalu saya tanyakan ke adik ipar apakah ada toko sparepart mobil yang buka hari minggu ini, ternyata masih ada dan saya langsung meluncur kesana untuk menebus sebuah tutup radiator. Harganya 40 ribu merk Denso. Yowes langsung pulang dan pasang di radiator Espass. Kondisi tutup radiator sebelumnya memang berkarat namun saya tidak menyangka sampai bisa rusak dan lepas menjadi dua bagian. (Ochim)

 


Pengalaman Naik Angkot Kota Mojokerto, Potong Kompas diluar Rutenya

line-a-kota-mojokertoSudah tidak asing bagi saya kalau mobil angkutan umum (MPU) terkadang tidak melewati rute yang sebenarnya, cenderung potong kompas untuk memperpendek jarak tempuh. Hal ini dilakukan karena rute yang tidak dilalui tersebut dianggap sepi penumpang. Namun yang membuat saya prihatin adalah ternyata angkot di Kota Mojokerto juga ada yang tidak melewati rute yang seharusnya. Padahal ini angkutan kota yang harusnya menurut saya ramai penumpang, ternyata juga sepi.

Ini saya ketahui beberapa waktu lalu ketika naik angkot dari terminal Mojokerto mau ke rumah kontrakan kawasan Magersari. Di selter pemberangkatan terminal MPU, tidak ada angkot yang ngetem, tapi diluar terminal ada 2 angkot line A dan B yang berjajar. Ada 3 orang yang berdiri di dekat angkot tersebut, saya mendekat lalu salah satu dari mereka menanyakan tujuan saya..

 “mau kemana mas?”

 saya jawab, “perum magersari pak”

 angkot-mojokertolalu orang tersebut menunjukkan line A yang ternyata sudah ada 3 penumpang di dalamnya, tapi saya di luar saja menunggu keberangkatannya. Sekitar 10 menit kemudian angkot berangkat dengan membawa 4 penumpang termasuk saya.

Sempat menaikkan penumpang 1 orang kemudian turun di depan Pasar Tanjung. Hingga akhirnya jalan yang menuju ke alun-alun tidak dilewati, langsung potong kompas lewat jalan lain, kemudian di rute lain juga tidak dilewati. Asumsi saya mungkin karena sepi penumpang jadinya pak sopir ambil rute terpendek agar bisa langsung kembali lagi ke terminal.

Oya saya jadi penumpang terakhir saat turun di depan perumahan, karena penumpang yang lain sudah pada turun di kawasan Pasar tanjung dan di persimpangan jalan arah ke alun-alun Kota.

Prihatin juga melihat kondisi angkot yang sekarang ini mulai ditinggalkan oleh para penumpang. Mereka lebih memilih memakai kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. (Ochim)


Bis Puspa Indah Sudah tiada, Banyak Kenangan Bersamanya

Meme bis Puspa IndahKini bis Puspa Indah sudah mulai menghilang di jalanan. Puspa Indah telah diakuisisi oleh kompetitornya yaitu perusahaan Bis Bagong yang sama-sama melayani trayek Malang-Kediri, Malang-Jombang, Malang-Jombang-Tuban. Ya masih ada beberapa yang masih jalan namun crew-nya adalah dari perusahaan bis Bagong, terlihat dari seragamnya warna orange, warna khas dari karyawan bis Bagong.

Bis Puspa Indah

Ketika Ngetem di terminal Kepuhsari, Jombang

Kabar ini saya dapat sudah semingguan ini, berawal dari seorang temen yang kebetulan setiap hari naik Puspa Indah maupun Bagong. Doi dapat info dari kondektur bis Bagong yang kebetulan dia naiki ketika berangkat kerja. Awalnya saya masih ragu kebenarannya namun besoknya saya ketahui info pengambilalihan perusahaan tersebut dari grup facebook Komunitas Peduli Malang.

Bis Puspa Indah 2

Keberangkatan Puspa Indah terakhir dari Terminal Kepuhsari Jombang menuju Malang pada pukul 19.30

Perusahaan bis Puspa Indah merugi karena pemasukan lebih kecil daripada pengeluaran seperti biaya operasional serta gaji karyawan. Oleh karena itu Bagong kemudian mengambil alih kepemilikan Puspa Indah. Memang dari segi kualitas, Puspa Indah kalah dari Bagong, bis Bagong mempunyai fasilitas AC sedangkan Puspa Indah non AC. Sehingga para penumpang banyak yang memilih bis Bagong.

Berdesakan di dalam Bis Puspa Indah

Berdesakan di dalam Bis Puspa Indah

Sayang sekali jika Puspa Indah tinggal nama, saya pribadi sudah memakai jasanya sejak masih sekolah di Kota Kediri hingga mengantar saya menempuh pendidikan perguruan tinggi di Kota Malang. Banyak kenangan bersama bis ini, seperti berdesakan dengan penumpang lain ketika berangkat sekolah/kuliah, sampai harus bergantungan di pinggir pintu, lalu berkenalan dengan cewek, lihatin tingkah copet saat beraksi, adu mulut dengan crew Puspa Indah karena masalah tarif, dan masih banyak lagi.

PO. Bagong

Bagong ketika melintas di kawasan Ngoro, Jombang

Memang sejak hadirnya bis Bagong setahun ini cukup mengusik Puspa Indah yang sudah bertahun-tahun menjadi pemain tunggal, terbukti crew dari kedua bis ini sering berselisih. Sekarang tinggal nunggu kehadiran nama bis baru eks Puspa Indah yang katanya sebentar lagi akan dirilis, mudah-mudahan memberikan pelayanan yang terbaik untuk para penumpang. Selamat Tinggal Puspa Indah. (Ochim)

sumber: disini

 


Mengejar Harapan Jaya

Setiap pagi, saya selalu mengantar istri berangkat kerja ke halte bis kawasan Mojoagung, Jombang. Kebetulan istri saya ngajar di Kota Mojokerto, cukup jauh sekitar 46 km dari rumah di Kandangan. Untuk kesana, saya harus mengantar istri naik motor untuk menyingkat waktu, namun cuma sampai di mojoagung saja. Selanjutnya naik bus besar jurusan ke Surabaya.

speedometer-megaproSebenarnya dari Kandangan juga ada bis, yaitu naik bis medium menuju Jombang, lalu dari terminal Jombang oper bis besar jurusan ke Surabaya dan turun di Mojokerto. Namun kurang efisien karena harus ke Jombang dulu dan waktu tempuh jadi lama, belum lagi istri harus check lock sebelum jam 7 pagi. Paling praktis ya saya antar langsung ke Mojoagung melalui jalur alternatif yaitu lewat Bareng kemudian tembus Mojoagung, dilanjut naik bis arah ke Surabaya.

harapan-jaya-di-mojoagung

sori gambarnya ngeblur… 😀

Biasanya saya berangkat dari Kandangan tepat pukul 05.00, melewati Ngoro – Bareng – Mojoagung. Waktu tempuh agak ngebut 30 menit sudah sampai di halte Mojoagung kemudian menunggu bis yang akan membawa ke Mojokerto. Diantara pukul 05.30 – 05.40 nanti ada bis Harapan Jaya melintas dari Trenggalek menuju Surabaya. Bis ini yang selalu mengantar istri saya sampai di Mojokerto dan tidak telat sampai sekolah. (Ochim)


Naik Speed Boat di Telaga Sarangan

Beberapa hari yang lalu istri ngajak ke Telaga Sarangan, kebetulan kita belum pernah kesana bareng setelah punya si kecil, kalau sebelumnya mah sudah sering banget mulai belum nikah sampai manten anyar 😀  pokoknya jadi tempat wisata paling favorit bagi kita. Nah kebetulan lagi liburan dirumah istri di Magetan, ya uwes berangkat saja pakai motor punya adik ipar.

telaga-saranganSudah agak siang sih berangkatnya, karena sejak pagi masih repot dan baru persiapan berangkat setelah jam 10 pagi. Siapin motor dan isi bensin, motor bergerak pelan keluar desa menuju jalan raya  Parang – Ngariboyo, menuju Magetan kota lalu bablas ke arah barat sekitar 13 km menuju Sarangan. Awalnya jalan masih landai dan nggak terlalu menanjak, tapi setelah melewati pasar Plaosan (sekitar 5 km sebelum Sarangan), mulai banyak tikungan dan jalan mulai menanjak cukup tajam. Mesin vixion saya paksa di gigi 2 bahkan sempat gigi 1 karena ada beberapa mobil dan motor di depan sedang melambat.

tiket-masuk-telaga-saranganAkhirnya sampai di pintu masuk Telaga Sarangan dan membayar tiket sebesar 20 ribu. Sebenarnya tiket Cuma 7500 per orang, namun ada tambahan lain seperti sumbangan PMI dan retribusi lain jadi seluruhnya 20 ribu.

Begitu masuk lokasi, terlihat lagi banyak pengunjung, mobil banyak terparkir di sekitar telaga maupun di lahan parkir. Anak saya sangat senang bisa melihat kuda serta perahu boat, ketika saya membawa motor keliling telaga, si kecil merengek minta naik speed boat. Awalnya saya abaikan saja, sampai saya alihkan untuk makan sate ayam di warung pinggir talaga, namun ternyata tidak di gubris, tetap minta naik sambil nunjuk-nunjuk perahu yang banyak melintas  mengelilingi telaga.

telaga-sarangan-2

Ya uwes setelah saya makan sate ayam yang sudah di pesan, saya menuju dermaganya dengan menawar terlebih dahulu. Ternyata tidak bisa ditawar, tarif naik speed boat 60 ribu sekali putar, nggak bisa turun sedikitpun, alasannya ya karena memang setorannya sudah segitu, dibuat sama dengan boat yang lain. Sebenarnya saya nggak begitu tertarik untuk naik perahu ini, selain karena tarifnya yang menurut saya terlalu mahal juga karena minim alat safety, tidak ada rompi pelampung. (Ochim)

bonus penampakan sate ayam…

harga sate ayam sarangan 12.000 + lontong 3000

sate-ayam-sarangan


Mobil Tak bermoncong dianggap sebagai Kelemahan

Bila seseorang mau meminang sebuah mobil bekas, pastinya mempunyai beberapa kriteria tertentu. Tergantung kebutuhan dan dana yang disiapkan. Misalnya saja membutuhkan sebuah mobil keluarga yang bisa memuat penumpang lebih banyak, atau mobil sedan yang biasanya digemari para keluarga kecil.

espass-biru

Mobil tak bermoncong

Kriteria yang lain adalah mempertimbangkan kemudahan dalam mencari sparepart, jika sebuah mobil cukup susah dalam mencari partnya, ini biasanya dijauhi oleh calon pembeli karena tentu saja merepotkan bila terjadi kerusakan. Selain itu juga mempertimbangkan beberapa kelebihan dan kekurangan sebuah mobil yang menjadi incarannya.

Namun yang menjadi perhatian saya saat ini, ternyata di dalam sebuah grup facebook motuba (mobil tua bangka) pembahasan masalah kekurangan mobil kan biasanya seputar ketersediaan part, masalah mesin,dll, lha ini sekarang ada poin baru yang dianggap sebagai kelemahan yaitu mobil tak bermoncong alias mobil yang letak mesinnya dibawah sopir. Sebagian menganggap bahwa mobil yang tak berhidung ini kurang aman jika terjadi kecelakaan, tidak ada penghalang atau “pelindung” penumpang paling depan.

Memang ada benarnya juga, tapi saya yang kebetulan sering memakai mobil yang tak berhidung, menganggap itu tak jadi masalah dan bukan suatu kekurangan. Meskipun pakai mobil bermoncong, kalau sudah takdirnya kena musibah, ya nggak bisa menghindar lagi. (Ochim)