Category Archives: Motor

Sayang Sekali Honda Spacy Harus Disuntik Mati

honda spacy pgm-fiDapet kabar dari blog kang IWB, bahwa ternyata matic gemuk Honda Spacy sudah discontinue. Ya karena memang penjualannya terus mengalami penurunan, puncaknya pada bulan januari 2018 hanya terjual 28 unit saja, bahkan pada bulan februari 2018 nggak ada yang terjual alias 0 unit.

Dirumah ada 1 unit warna merah keluaran tahun 2012, sudah injeksi dan yang pakai ibuk saya untuk aktivitas sehari-hari seperti kulakan dagangan di pasar. Desainnya unik dan ternyata memang Honda Spacy ini nggak hanya ada di Indonesia tapi juga di negara Asia maupun Eropa, jadi desainnya itu memang global.

Honda Spacy 2012Tapi ternyata desain seperti Spacy ini kurang diminati di tanah air, kalah dengan matic honda yang lain seperti Beat, Vario maupun Scoopy yang lebih diterima. Harusnya ketika penjualan Spacy mulai menurun, segera melakukan facelift dan penambahan fitur seperti yang ada pada matic Honda yng lain. Dulu saya pernah mengutarakan mengenai kelemahan Honda Spacy dan saya berharap Honda melakukan perbaikan sehingga menjadi matic yang lebih sempurna dibanding sebelumnya. Tapi kalau sudah discontinue gini, ya Spacy ibuk siap-siap jadi motor langka, karena memang jarang ditemui dijalanan. (Ochim)

Iklan

Untuk Ojol, Motor Bebek Lebih Praktis Ketimbang Matic

ojek onlineAda yang posting tentang motor ojek online di sebuah grup facebook Motuba (Mobil Tua Bangka). Yang menarik dan jadi pembahasan adalah cukup banyak para ojol (ojek online) ini selalu memakai motor matic daripada motor bebek. Asumsi saya sih mungkin karena motor matic ini sangat fleksibel untuk membawa barang bawaan lebih banyak. Namun ternyata dilihat dari segi perawatan, sebenarnya motor bebek-lah yang paling tangguh dan nggak ribet, khususnya adalah perangkat penggerak roda belakang.

Untuk motor matic, ada perawatan ekstra yaitu pada perangkat CVT-nya, malah ada servis sendiri khusus CVT karena ada beberapa part yang harus sering diperiksa agar tetap nyaman dikendarai. Saya jadi inget motor matic dirumah, ada Honda Spacy tahun 2012 dan Yamaha Mio Sporty 2010 (sudah terjual), selain servis mesin, juga harus memeriksa kondisi transmisinya apakah ada keausan.

Beda dengan motor bebek, perawatannya paling mudah dan murah, penggerak roda belakang cuma mengandalkan rantai, kalau kendor tinggal dikencengin saja, kalau sudah molor ya diganti gearset atau rantainya saja, tapi kalau mata gearnya sudah aus ya sebaiknya ganti semua. Harga gear set itu nggak mahal kok untuk ukuran motor bebek, dan usia pakai lebih tahan lama.

Memang kalau untuk ojol lebih baik pakai motor bebek saja mengingat biaya perawatan yang cukup minim dibandingkan matic, jadi kan bisa sedikit menghemat pengeluaran untuk biaya operasional motor. Tapi itu semua kembali ke selera masing-masing, sesuaikan dengan kebutuhan saja, keunggulan matic tentu lebih praktis karena mengendarainya cuma ngegas saja dan bisa bawa barang bawaan lebih lega. (Ochim)

 


Konsumsi BBM Pada Matic Honda Beat eSP

Honda Beat eSPKetika mengendarai Honda Beat dari Magetan menuju Mojokerto, saya iseng sekalian menguji tingkat konsumsi bahan bakarnya, kebetulan tangki Beat saya isi dengan Pertalite. Ketika berangkat dari rumah kawasan Ngariboyo, Magetan, kondisi indikator BBM menunjukkan 1 bar, kemudian mampir di SPBU timurnya perempatan Gorang-Gareng untuk mengisi penuh Pertalite sampai di bibir tangki.

Setelah penuh langsung saya jepret odometer untuk memulai pengukurannya, angka odometer menunjukkan 573.1, kemudian langsung gas melewati Takeran lalu memasuki Kota Madiun. Sempat ada razia kendaraan bermotor di jalan satu arah sebelah sungai besar Kota Madiun, Alhamdulillah lolos, lanjut gas menuju timur dengan kecepatan 60 – 80 kpj.

Sampai di Perak-Jombang, indikator bensin mulai berkurang 1 bar, kemudian memasuki Kota Mojokerto berkurang lagi 1 bar. Lalu sebelum sampai rumah, saya mampir dulu di SPBU jalan Bhayangkara dekat perlintasan kereta api. Isi penuh dengan pertalite lalu saya minta notanya.

Pada saat diisi penuh di SPBU Jalan Bhayangkara ini, Pertalite yang masuk sebanyak 2,39 liter, lalu saya jepret lagi odometer untuk kedua kalinya, menyentuh angka 721.3.

Odometer akhir 721,3 dikurangi odometer awal 573,1 = 148 km, angka 148 km kemudian saya bagi jumlah liter pertalite yang dimasukkan yaitu 2,39 = 62,00. Jadi konsumsi pertalite Honda Beat eSP dipakai riding Magetan – Mojokerto per liter menempuh 62,00 km. Irit banget kan??  (Ochim)


Riding Magetan – Mojokerto Pakai Honda Beat FI eSP, Ternyata Cukup Nyaman

Honda Beat eSPHari minggu pagi kemarin saya ke rumah mertua di Magetan naik bis, rencananya mau ambil motor Honda Beat punya istri untuk dibawa ke Mojokerto. Saya pikir nantinya bakal capek mengendarai motor matic kecil dengan jarak 140 km lebih, apalagi saya juga belum pernah riding pakai motor matic dengan bodi yang imut, biasanya ya pakai motor bebek atau motor sport seperti GL Max dan Megapro.

Setelah sampai dirumah mertua, ngobrol-ngobrol lalu istirahat, pukul 14.30 saya pamit balik ke mojokerto sambil mengeluarkan motor Honda Beat. Sejak dari Mojokerto tadi, saya sudah membawa helm sendiri, jaket, sarung tangan dan masker. Rencana mau istirahat di kawasan Saradan, mengingat motornya kecil dan pasti bikin  cepet pegel.

Setelah menempuh perjalanan melewati Saradan, ternyata belum terlalu capek, saya masih bisa melanjutkan perjalanan. Honda Beat ini ternyata suspensinya cukup nyaman, kemudian joknya ini juga terasa empuk, nggak seperti Beat keluaran sebelumnya yang menurut saya keras. Posisi riding juga nggak bikil pegel, antara jok dan kaki saya berpijak tidak terlalu pendek, padahal sejak awal, poin ini yang jadi masalah buat saya. Dulu pernah pakai Beat injeksi yang gen awal, menurut saya joknya terlalu tipis dan pendek sehingga jarak duduk dengan dek bawah terlalu dekat, kaki saya nggak nyaman.

Nah Honda Beat injeksi yang sekarang ini menurut saya ada perubahan pada joknya, jadi lebih empuk. Sepertinya ketebalan joknya memang ditambah. Kemudian kulitnya agak kasar dan keset sehingga ketika duduk tidak mudah tergelincir.

Setelah perjalanan 2 jam sampai di Nganjuk Kota, saya berhenti di Masjid timurnya Terminal Anjuk Ladang, Nganjuk untuk sholat ashar. Sekitar 15 menit kemudian saya lanjut perjalanan lagi. Kemudian waktu maghrib memasuki Kota Jombang, saya berhenti lagi di masjid sebelum jembatan layang Peterongan. Mulai terasa capek namun saya merasa masih mampu untuk riding lagi, hingga akhirnya masuk Kota Mojokerto tepat jam 19.00.

Kesan pertama naik Beat Injeksi gen 2 ini ternyata cukup nyaman, ya meskipun capek namun untuk ukuran saya yang bongsor ini tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Tapi untuk saya pribadi, riding jarak jauh pakai matic ini nggak recommended, karena ukuran ban yang mungil kurang nyaman melibas aspal yang dominan berlubang dan bergelombang, bahaya jika ketemu lubang yang lebar dan dalam. (Ochim)


Honda New Megapro Ganti Ban belakang

Tak terasa sudah 8 bulan memiliki motor New Megapro ini, sekarang sudah waktunya untuk ganti ban belakang. Dulu waktu memboyong ke garasi rumah, kondisi ban depan-belakang masih tebal, kebetulan pakai ukuran yang lebih kecil yaitu depan 80/90 belakang 90/90 (standarnya 80/100 dan 100/90). Nah untuk penggantian ini saya kembalikan ke ukuran standar yaitu 100/90, biar lebih nyaman saja dan sesuai dengan bodinya, serta biar nggak terlihat cungkring.

Saya bawa ke bengkel ahass terdekat lalu menebusnya seharga 250 ribu merk IRC, sempat ditawari merk lain namun saya tak tertarik. Oya kebetulan pas saya datang ke bengkel ahass lagi jamnya istirahat, para mekanik tidak ada, maka ban saya bawa ke bengkel lain untuk dipasang.

Sekarang motor jadi terlihat lebih proporsional dengan ban standarnya, efek positifnya, motor jadi lebih anteng ketika melibas jalan yang bergelombang maupun berlubang. Sekarang tinggal ban depan yang masih pakai ukuran kecil, tunggu sampai habis dulu baru nanti saya ganti juga dengan ukuran standarnya. (Ochim)


Mesin Honda NMP Tiba-tiba Ngempos

honda-nmp-2010Masih pagi saat berangkat kerja, baru jalan 2 km tiba-tiba mesin NMP mati mendadak, ini terjadi ketika saya kopling mau turunin gigi dari 4 ke 3. Lalu saya coba stater pakai kick stater berkali-kali tapi nggak mau hidup. Yang saya heran kok terasa enteng staterannya, lha kenek opo iki??

Kemudian saya biarin sebentar sambil menenangakan diri, karena panik motor nggak mau jalan. Sekitar 5 menit kemudian saya coba pakai stater tangan ternyata langsung, bruuum…! doi mau hidup lagi, langsung pakai jalan seperti biasa sambil bertanya-tanya.

Setelah sampai di sekolah, saya browsing-browsing mengenai masalah tadi. Beberapa artikel menjelaskan ternyata penyebabnya adalah kondisi klep yang kotor, di dalam ruang bakar sudah banyak keraknya, bisa juga karena klep sudah waktunya di skur. Solusi yang paling mudah cukup isi bahan bakar dengan pertamax, fungsinya untuk membersihkan kerak pada ruang bakar. Ya uwes nanti bakal isi pertamax saja untuk sementara waktu. Tapi kalau misalnya sering terjadi ngempos kayak gitu, solusi akhir ya kudu buka mesin untuk membersihkan ruang bakar. (Ochim)  


Honda NMP Ganti Gear Depan

honda-nmp-2010Motor yang baru saya pinang ini terasa pendek nafasnya, jadi serasa nggak nyaman karena sering pindah gigi, apalagi kalau pas di kemacetan. Selain itu juga suara mesin terlalu meraung, seperti ketika riding pada gigi 5, pada kecepatan 70 kpj rasanya pengen nambah gigi lagi.

Saya coba iseng browsing apakah ada kasus yang sama dengan saya, ternyata memang banyak yang ngerasa begitu, namun di beberapa forum menyebutkan bahwa untuk memanjangkan nafas Honda New megapro ini adalah mengganti gir depan dengan ukuran yang lebih besar, yaitu 15 mata (ukuran sebelumnya pakai 14, belakang 42).

Setelah saya tebus dan pasang gear depan ukuran 15, tarikan Honda NMP ini jadi lebih smooth, nafas agak panjang serta suara mesin sudah tidak meraung lagi di gigi 5. Biasanya kecepatan 70-80 kpj suara mesin terlalu berteriak (seperti mau nambah gigi lagi), namun sekarang jadi lebih halus. Serta tentunya konsumsi BBM jadi lebih irit karena tenaga tersalurkan secara efisien. Kalau yang ini sudah berkali-kali saya tes, hasilnya rata-rata setiap 1 liter bisa menempuh jarak diatas 45 km, paling irit pernah dapat 50 km per liternya. (ochim)