Motor

Penggantian Seal Shockbreaker Honda Beat FI 2017

Jadi beberapa waktu lalu garasi rumah saya terlihat ada tetesan oli yang berasal dari motor beat punya istri, saya perhatikan kok tetesannya berasal dari depan. Saya merasa aneh sampe ngolong bagian dek tengah sampe depan, ternyata ada kebocoran pada shockbreaker depan sebelah kiri. Baru kali ini saya lihat oli shockbreaker bisa sampe netes, pengalaman saya biasanya kerusakan bocornya oli shockbreaker hanya rembesan saja.

Ya sudah akhirnya pas hari sabtu 4 septemebr 2021 kemarin motor beat saya bawa ke bengkel ahass dekat rumah di kawasan Canggu-Jetis untuk dilakukan penggantian seal shock. Prosesnya agak lama hampir 1 jam karena kebetulan saya juga minta cek pengereman depan-belakang yang terasa kurang pakem, ternyata hanya di setel saja nggak sampai ada penggantian part.

Untuk rincian biaya perbaikan pada shock depan ini yang pertama adalah harga seal shock sebesar 20.000 kemudian oli shock sebesar 28.000, lalu jasa perbaikan 20.000, kali ini menurutku cukup murah untuk ukuran harga part bengkel sekelas ahass. (Ochim)

Motor

Borong Oli 3 Botol

Dirumah ada 3 motor yang menghuni garasi yaitu New Jupiter MX 2013, Honda Supra 125 Helm In 2011 dan Honda Beat FI 2017. Nah ini kemarin kebetulan kok ya tiga-tiganya sudah waktunya ganti oli mesin tapi pas tanggal tua, ya sudah nunggu tanggal muda dulu ya di bulan September, hehee.

Setelah memasuki bulan September dan sudah gajian, langsung mlipir ke toko part langganan di Kota Mojokerto lalu borong 3 botol oli dengan merk yang berbeda. Si Jupiter MX pakai Yamalube Sport 1 liter dengan harga 48.500, Supra Helm in pakai oli standarnya yaitu Ultratech kemasan botol 0,8 liter alias 800 ml di banderol 34.000 sedangkan yang terakhir Matik Honda Beat FI pakai oli MPX 2 0,8 liter dengan harga 41.000.   

Kali ini terpaksa beli barengan karena memang di catatan angka odometer saya ketiga motor ini sudah sama-sama waktunya ganti, yaitu setiap 2000 km, sedangkan ketiganya sudah kelewat 500 km. Penggantian oli ini merupakan salah satu perawatan wajib yang harus dilakukan karena fungsinya sangat vital untuk pelumasan ruang mesin motor, Jangan sampai terlalu lama rentang waktu gantinya apalagi sampai oli berkurang drastis. Makanya kadang pada waktu tertentu saya juga menyempatkan untuk selalu cek oli mesin melalui dipstick untuk melihat volume oli. (Ochim)

Motor

Riding Malam Pake Vario 125 Led

Beberapa hari ini aktivitas saya lagi ditemani Honda Vario 125 yang versi lampu Led. Karena salah satu motor harian saya yaitu si Supra X 125 Helm In sedang opname di  bengkel Ahass, doi terpaksa masuk bengkel karena knalpot sudah mulai ngebul alias keluar asap warna putih. Nah kebetulan saya sekarang domisili di Mojokerto sedangkan bengkel Ahass langganan saya berada di Kandangan, Kediri, jadi meskipun sudah pindah tempat tinggal, tapi saya masih belum bisa pindah bengkel karena memang  sejak masih kuliah sudah mempercayakan bengkel sana untuk memperbaiki motor –motor Honda yang selama ini saya punyai, terutama masalah bongkar mesin.

Jadi pas saya pulang kerumah orang tua di kandangan, sekalian bawa motor ke Ahass dan sebagai pengganti motor sementara, saya pakai  Vario 125 led punya orang tua. Motor keluaran 2018 ini saya bawa balik ke Mojokerto untuk menemani aktivitas harian saya.

Ketika perjalanan balik ke Mojokerto pada malam hari, kesan pertama saya diatas motor ini ternyata pandangan saya ke depan cukup jelas terlihat, sorot pencahayaan mode pendek  si  Vario ini merata menerangi bagian bawah sehingga saya cukup terbantu ketika menemui jalan berlubang untuk menghindar, tidak seperti motor yang biasanya saya pakai yaitu NJMX 2013 dan Supra Helm In yang memang kurang terang pada headlamp standarnya, jadi untuk riding malam saya sangat pede pakai Vario 125 dengan lampu Led-nya. (Ochim)

Motor

Rem Belakang Supra X Helm In blong di Claket-Pacet

berhenti sebentar setelah rem blong

Ini bener-bener baru pertama kali saya alami rem blong ketika riding di jalan yang menurun. Awalnya Kaget namun karena rem depan masih berfungsi, jadi masih merasa aman. Ceritanya siang itu saya habis dari Taman Ghanjaran di Trawas, Mojokerto mengajak anak dan istri, Lalu pulangnya nggak lewat Mojosari seperti ketika berangkatnya, tapi lewat jalur Claket kemudian tembus Pacet, kira-kira perjalanan sekitar 12 km.

Kondisi jalan dari Trawas menuju Pacet awalnya sedikit naik dan berliku, melewati jalan yang sempit, untuk simpangan mobil saja harus pelan-pelan, selain itu juga banyak aspal berlubang. Kemudian menemui jalan yang sudah di cor sebagian, btw.. pas saya lewat sini kebetulan di beberapa titik memang sedang pengerjaan pengecoran jalan, jadi lalu lintas macet namun masih bergerak, agak susah payah melewati jalan ini karena lagi boncengan bertiga dikemacetan dengan jalan sedikit nanjak apalagi banyak kendaraan menumpuk, kebetulan pas hari minggu jadi lalu lintas lagi padat.

Beberapa kilometer kemudian kondisi jalan mulai menurun namun masih berliku, hingga akhirnya jalan lurus menurun dan sudah agak lebar, disini saya riding biasa namun sambil ngerem bergantian yang depan-belakang, kecepatan juga saya tahan di angka 40 km/jam.

Namun ketika turunan mendekati kawasan Pacet, tiba-tiba pedal rem belakang terasa dalam tapi motor nggak berkurang kecepatannya. Wah ini sih blong…. Saya lalu pakai rem depan untuk mengurangi kecepatan dan berjalan semakin pelan, hingga sampai di depan Gedung MWC NU Pacet, saya berhenti sebentar sekitar 15 menitan, baru setelah itu saya coba injak pedal rem belakang dan ternyata sudah normal, yowes lanjut perjalanan lagi.

Dijalan selanjutnya menuju Mojokerto masih sambil berpikir kenapa bisa sampai rem belakang blong, apakah karena kondisi rem yang kurang fit atau memang cara pengereman saya yang keliru, padahal sudah pakai metode bergantian rem depan-belakang. Kemudian baru saya berpikir apakah karena motor dipakai bonceng 3 sehingga beban motor jadi lebih berat dan mempengaruhi pengereman? Padahal dulu sebelumnya pernah boncengan dengan anak istri lewat turunan Sendi-Pacet dengan metode pengereman yang sama, tidak ada masalah. Tapi waktu itu pakai motor yang berbeda yaitu New Jupiter MX. Entahlah… yang pasti kedepannya harus lebih hati-hati lagi ketika melewati jalan turunan panjang seperti di jalur penghubung antara Trawas – Pacet ini. (Ochim)  

Motor

Supra 125 Helm In Ganti Gearset

Jadi sekarang dirumah saya ketambahan motor Supra 125 Helmin untuk menemani saya beraktivitas harian. Motor yang sebelumnya berada dirumah orang tua dan sekarang saya pakai. Nah beberapa waktu lalu si helm in ini saya bawa ke bengkel untuk mengganti part gearsetnya karena yang terpasang kebetulan bukan standarnya yaitu ukuran 15-38, sedangkan ukuran standarnya adalah untuk gear depan 14 belakang 36.

Pulang kerja langsung melipir ke toko part motor yang sekaligus ada bengkelnya di kawasan Jagalan Kota Mojokerto, tanya harga gearset Supra Helm in sebesar 117 ribu merk indopart, belum termasuk ongkos pasangnya. Ya udah motor langsung tak bawa ke bengkel yang berada tepat di sebelahnya untuk dibongkar. Sekitar 30 menit kemudian gearset sudah terpasang.  (Ochim)