Category Archives: Informasi Umum

Harus Antri Dulu Untuk Pinjam Kaset Linkin Park

Dulu ketika saya masih usia sekolah, sekitar tahun 2002-2003 lagi heboh lagu-lagu LP di kalangan anak sekolah. Temen kos saya yang kebetulan anak kuliahan juga suka nyanyi sambil bergitar lagu-lagu LP, nge-band juga pakai lagu-lagu LP.

Memang waktu itu pas lagi tenar-tenarnya Linkin Park di album Hybrid Theory, saya juga sempat suka bahkan mau pinjem kaset punya temen, namun ternyata sudah dipinjem temen lain, sampai nunggu lama karena harus gantian dengen temen yang lainnya lagi 😀

Sampai akhirnya ketika keluar album kedua bertajuk “Meteora”, saya niat mau beli kasetnya, ternyata kelewat mahal untuk kantong siswa waktu itu,hihihii akhirnya nggak jadi wes. Memang band rock ini begitu keluar langsung tenar di industri musik Internasional, albumnya juga mendapatkan banyak penghargaan. (Ochim)


Begini Alur Pembayaran Denda Tilang di Wilayah Kabupaten Kediri

Pada tangga 4 Mei 2017 saya ditilang karena pada saat pemeriksaan surat-surat kendaraan, lupa tidak membawa STNK. Oleh karena itu saya diharuskan untuk membayar denda maksimal sebesar 500 ribu di bank BRI. Kok mahal banget?? Tapi kata polisinya nanti tergantung sidangnya kena denda berapa, yang penting bayar denda maksimal dulu. Okeh saya manut saja, kemudian Pak polisi memberikan saya slip tilang warna biru.

Beberapa hari kemudian pada tanggal 10 Mei 2017 saya ke BRI untuk membayar denda tilang 500 ribu dengan menunjukkan surat tilang saya warna biru, kemudian dapat struk seperti ini…

Struk pembayaran tilang dari BRI

Menurut teller BRI, bukti pembayaran ini nantinya ditunjukkan ke Polres Kediri, oke… saya langsung ke Polres Kediri untuk menunjukkan struk bahwa saya sudah membayar denda tilang 500 ribu. Lalu petugas memberikan SIM saya yang disita pada saat razia, namun sebelumnya petugasnya menyuruh saya untuk memfoto copy rangkap 2  surat tilang warna biru tadi dan struk pembayaran BRI, untuk nantinya dibawa pada saat sidang.

Satlantas Polres Kediri

SIM sudah saya bawa, namun saya menunggu tanggal 18 Mei 2017 (berdasarkan surat tilang) untuk sidang di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri meminta surat keputusan, surat keputusan ini isinya adalah bahwa pelanggar ini harus membayar denda tilang sekian rupiah.

Nah ternyata di kantor Kejaksaan Negeri ini bukan sidang seperti bertemu hakim dan sebagainya layaknya sebuah sidang suatu kasus kriminal (seperti yang saya bayangkan), Melainkan hanya datang ke loket tilang untuk meminta surat keputusan.

Antri di Kantor Kejaksaan

Suasana cukup ramai, saya harus antri panjang untuk menuju loket tilang tersebut sambil membawa foto copy surat tilang dan dan struk pembayaran dari BRI. Setelah 1 jam antri akhirnya saya dapat surat keputusan yang isinya adalah denda yang dikenakan kepada saya adalah sebesar 50 ribu saja, Alhamdulillah ternyata nggak mahal 😀

surat keputusan dari kejaksaan

Kemudian surat keputusan saya bawa ke BRI lagi pada tanggal 24 Mei 2017 untuk mengambil sisa uang kembalian. Saya diarahkan ke bagian costumer service dulu sambil menunjukkan fotocopy surat tilang, fotocopy pembayaran denda tilang, surat keputusan asli serta KTP asli (hanya ditunjukkan saja) untuk kemudian ditukar dengan slip warna merah yang entah apa namanya, yang jelas disana tertulis bawa saya hendak mengambil sisa kembalian denda tilang.

slip warna merah untuk mengambil kembalian

slip warna merah untuk mengambil kembalian denda tilang

Itulah sedikit uraian pengalaman saya mengenai proses pembayaran denda tilang, semoga sedikit membantu bagi pengguna jalan yang kena tilang seperti saya 😀 (Ochim)


Jalur Jombang – Caruban Sudah Banyak yang Ditambal

jalan-raya-perak-jombangBeberapa jalan raya di Jawa Timur sekarang ini mengalami kerusakan yang parah, banyak yang berlubang dan  cukup dalam. Hal ini terjadi di ruas jalan raya propinsi maupun jalur nasional, apalagi jumlah kendaraan yang melintas sangat padat serta kendaraan berat yang membawa muatannya melebihi kapasitas, menambah kerusakan aspal. Namun pemicu rusaknya aspal yang paling besar tentunya adalah air hujan yang memang sekarang ini sedang musimnya.

 Akan tetapi kerusakan aspal tersebut sekarang sudah berkurang, banyak di beberapa titik sudah ditambal, khususnya di jalur tengah Jawa Timur yakni di kawasan Jombang – Nganjuk – Caruban. Kebetulan kemarin saya sedang melakukan perjalanan dari Kandangan menuju Ngawi via Karangjati. Jadi kerusakan aspal dijalur tersebut sudah jauh berkurang dibandingkan ketika liburan imlek akhir Januari kemarin.

Pada libur imlek kemarin, sepanjang jalan yang saya lewati yaitu Mojokerto – Jombang – Nganjuk – Caruban banyak sekali lubang yang menganga, bahkan saking banyaknya, saya sampai nggak bisa menghindar lagi dan terpaksa menghajar jalan yang berlubang.

Mudah-mudahan perbaikan aspal ini segera disusul juga oleh jalur lain, seperti kata Pak gubernur Jatim dalam portal berita yang mengatakan bahwa perbaikan aspal di Jawa timur akan segera diselesaikan, kalau nggak salah targetnya selesai akhir Februari. (Ochim)  


Jalur Jombang – Saradan Mulai Banyak yang Berlubang

jalan-raya-saradanPadahal ini jalur propinsi, arus lalu lintas sering padat ketika weekend, namun aspalnya sudah mulai banyak berlubang dan dalam. Beberapa waktu lalu ketika saya lagi mudik ke rumah mertua di Magetan, walaupun menggunakan mobil yang cukup nyaman, tapi saya tetap berjalan pelan dan ekstra waspada memperhatikan jalan.

Yang paling parah berada di jalur Kertosono – Nganjuk Kota, walaupun ada aspal yang mulus di beberapa titik, namun sebagian besar aspalnya berlubang, sehingga cukup membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara roda dua.

Apalagi di kawasan hutan saradan banyak dump truk berukuran besar wara-wiri disana, keluar-masuk hutan membawa material bangunan jalan tol. Yup, disana sekarang memang sedang proses membangun jalur tol, sehingga keberadaan mereka seakan mempercepat kerusakan jalan. Yowes dimaklumi saja, mudah-mudahan proyek tersebut segera selesai sehingga bisa memperlancar lalu lintas di jalur tengah Jawa Timur. (Ochim)


Nonton Acara Ngaji Bareng Cak Nun di GOR A. Yani Mojokerto

Ngaji bareng cak nun di GOR A. Yani Mojokerto 2Awalnya saya bener-bener nggak tahu kalau lapangan di sebelah perumahan saya akan ada acara ngaji bareng cak nun, saya pikir ya hanya pengajian biasa yang mendatangkan penceramah. Namun malamnya ketika saya ngobrol-ngobrol dengan istri, sayup-sayup terdengar suara musik kayak gamelan.

“kok sampai jam 11 malam gini masih belum kelar acaranya”.

“itu yang ceramah katanya cak nun” jawab istri saya.

“mosoook?? wah kalo gitu aku tak lihat ke lapangan sekarang”

seketika saya bergegas ganti baju dan memakai sarung, mengeluarkan motor dari garasi dan berangkat menuju lapangan yang berada di sebelah perumahan.

Saya lihat situasi diluar lapangan nampak tidak begitu ramai, hanya beberapa orang terlihat nongkrong di sekitar luar lapangan. Namun nampak berjajar motor dan mobil yang terparkir rapi di samping dan depan lapangan, saya lalu parkirin motor.

“kok malam mas datangnya?” kata tukang pakir.

“iya mas” jawab saya sambil senyum, ini karena saya baru tahu kalau ada cak nun, batin saya.

ngaji bareng cak nun di GOR A. Yani MojokertoKemudian saya berjalan melalui pintu masuk dan duduk di sebuah terpal yang sudah tersedia di lapangan. Nampak dari layar lebar di sebelah kanan-kiri panggung, cak nun sedang berinteraksi dengan pak walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus, kemudian dialog dengan para hadirin. Obrolan santai tersebut nampak gayeng disertai tawa. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para jamaah, dijawab dengan bahasa yang mudah dipahami serta respon yang cerdas dari narasumbernya. Disini para hadirin terlihat sangat menikmati, mengikuti dan menyimak semua yang telah disampaikan oleh cak nun, selain itu juga menikmati musik kiai kanjeng yang dibawakan oleh para personilnya.

Saya bener-bener merasa nyaman berada di acara ini, seolah mendapatkan sesuatu yang tidak akan saya temukan ditempat lain, saya mengagumi pemikiran dan terobosan beliau yang tak terduga ketika menghadapi permasalahan dan keresahan masyarakat dewasa ini.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 00.30, acara ngaji bareng Cak Nun akhirnya ditutup dengan nyanyi Tombo Ati yang dibawakan oleh Cak Nun beserta para narasumber yang berada diatas panggung, ada pak Walikota Mojokerto beserta pejabat lainnya. Kemudian jamaah membubarkan diri, namun ada juga yang merangsek ke depan untuk antri bersalaman dengan Cak Nun dari atas panggung, saya pun ikut antri juga dengan para jamaah lainnya. (Ochim)


Seandainya Punya Mobil

biasanya mudik pakai ini, pinjem orang tua

biasanya mudik pakai ini, pinjem orang tua

Bermula dari liburan tanggal merah beberapa hari yang lalu, menyisakan angan yang sepertinya pengen diwujudkan. Ketika itu memang sudah tahu jauh hari kalau pada bulan mei ada tanggal merah 2 hari mendekati weekend, yaitu tanggal 5-6 hari kamis-jumat (sabtu tetap masuk kerja L ) namun saya dengan istri tenang-tenang saja tidak ada rencana mudik. Ndilalah pas hari H, ada suatu urusan yang mengharuskan istri mudik ke Magetan.

Nah kalau hari sudah menjelang libur tanggal merah apalagi sampai 2 hari, bisa dipastikan semua kendaraan umum seperti bis akan penuh penumpang. Apalagi beberapa travel saya hubungi semua sudah menyatakan penuh hingga 4 hari kedepan, saya coba pesen tiket kereta api juga sudah penuh, masih ada sih tapi harganya diatas 200 ribu, padahal cuma mau numpang dari mojokerto ke madiun. baik perjalanan ke magetan maupun perjalanan balik ke Mojokerto.

Akhirnya pasrah saja tidak bisa mudik, namun keesokan harinya pada hari jumat pagi, saya iseng cari lagi travel di internet, saya coba hubungi ternyata masih ada, Alhamdulillah akhirnya istri bisa mudik.

Sejak saat itu saya berandai-andai, kalau saja punya mobil sendiri, nggak bakal bingung dan repot mau pergi kemana-mana pas liburan gini. Karena memang rumah asal istri agak jauh dari tempat tinggal sekarang dan sering mudik kesana. Belum lagi juga anak saya masih kecil, nggak memungkinkan kalau mudik pakai motor dengan jarak yang jauh.

Lalu saya mulai iseng hunting di olx maupun forum jual beli mobil di fesbuk. Nyari yang murah-murahan antara 25 – 30 jutaan. Dengan dana sekian, memang agak susah mencari mobil bekas yang masih bagus, namun saya tetap optimis pasti ada, meskipun rakitan tahun lawas. (Ochim)

 


Anak Bertanya, Pemerkosaan itu Apa Sih??

Dewasa ini di televisi sering banget kita dengar berita tentang perkosaan dan pembunuhan, miris sekali mendengarnya. Bahkan ketika saya membaca koran edisi kemarin, ada kabar di salah satu Kota di Jawa Timur ada kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang anak terhadap tetangganya sendiri.  Indonesia memang sudah dalam level darurat untuk kasus pemerkosaan dan pencabulan.

Kabar mengenai pemerkosaan yang seringkali di tayangkan televisi ternyata menggugah rasa keingintahuan anak, mereka menanyakan arti dari perkosaan tersebut. Sebagai orang tua, ternyata bingung juga bagaimana harus menjawabnya, merangkaikan kata agar si anak mudah memahami arti dari kata tersebut. Berikut ini ada jawaban yang kira-kira bisa dengan udah dipahami oleh anak-anak…

Jadi perkosa itu artinya menyakiti, memperkosa itu menyakiti dan diperkosa itu disakiti. Tapi kata perkosa itu lebih sering digunakan ketika menyakiti di bagian kemaluan/aurat kita.

Lalu kita jelaskan juga mengenai tindakan preventif agar anak terhindar dari tindakan pencabulan atau perkosaan. Berikut ini ada sebuah brosur yang terdapat beberapa tindakan yang harus kita sampaikan kepada anak untuk menghindari tindakan perkosaan/pencabulan:

anak mampu menjaga diri 2

anak mampu menjaga diri

semoga anak-anak kita terhindar dari tindakan yang tidak kita inginkan. (Ochim)

sumber: disini