Category Archives: Espass Biru

Tutup Radiator Espass Rusak

espass-biruSebelum melakukan perjalanan jauh, biasanya saya selalu mengecek kondisi air radiator espass untuk memastikan posisi ketinggian air. Alhamdulillah selama ini air radiator tidak pernah berkurang meskipun mobil berkali-kali telah melakukan perjalanan jauh, artinya radiator masih berfungsi dengan baik, namun kebiasaan mengecek air radiator ini tetap saya lakukan mengingat mobil sudah berumur.

Beberapa hari lalu saat liburan imlek saya melakukan perjalanan mudik dari Mojokerto ke Magetan. Seperti biasa kalau ada liburan long weekend jalanan dimana-mana macet, apalagi jalur tengah Jawa Timur yang menghubungkan propinsi Jawa Tengah, sehingga waktu tempuh jadi lebih lama dari hari biasanya.

radiator-espassNah ketika mau balik lagi ke Mojokerto pada hari minggu siang, saya hendak stater mobil namun sebelumnya saya cek air radiator. Saya putar ke kiri tiba-tiba saja tutupnya  rusak, ada bagian yang lepas dan rontok beserta pecahan karat, lalu saya coba tutup dan rapatkan lagi, masih bisa menutup rapat namun saya ragu apakah bisa bertahan lama? Padahal mau jalan jauh belum lagi nanti pasti kena macet seperti pada saat berangkat kemarin.

Lalu saya tanyakan ke adik ipar apakah ada toko sparepart mobil yang buka hari minggu ini, ternyata masih ada dan saya langsung meluncur kesana untuk menebus sebuah tutup radiator. Harganya 40 ribu merk Denso. Yowes langsung pulang dan pasang di radiator Espass. Kondisi tutup radiator sebelumnya memang berkarat namun saya tidak menyangka sampai bisa rusak dan lepas menjadi dua bagian. (Ochim)

 

Iklan

Akibat Mengabaikan Tanda-tanda Tak Normal pada Espass

espass-biruSebelum Espass mogok pada perjalanan mudik kemarin, sebenarnya ada tanda-tanda yang menurut saya memang tidak wajar. Yaitu beberapa hari sebelumnya, gas terasa sering brebet, awalnya Cuma pas pada gigi rendah saja, namun lama-lama merata bahkan pada posisi gigi puncak. Saya pikir mungkin karena setelan karbu atau platina saja yang kurang pas, bisa juga busi setengah mati. Namun saya abaikan karena menjelang lebaran banyak bangkel yang penuh, lagian kalau masalahnya seperti yang saya perkirakan tadi, masih bisa ditunda lah 😀

Saya berpikir seperti itu karena beberapa hari sebelum mudik pernah masuk bengkel untuk check up, dan hasilnya, yang berhubungan dengan pengapian masih bagus, hanya ada beberapa yang diganti baru termasuk filter bensin.

speedometer-espass-1995Kemudian tanda kerusakan yang lain adalah lampu indikator aki yang padam. Jadi beberapa hari sebelumnya, indikator ini memang tidak menyala ketika pertama kali kontak saya ON-kan. Biasanya kontak posisi ON itu indikator yang nyala adalah Hand rem, oli dan aki, nah ini yang nyala cuma hand rem (ketika hand rem posisi aktif) dan indikator oli. Ini bener-bener saya abaikan dan tidak saya cari tahu penyebabnya. Biasanya kalau ada tanda yang tidak wajar, setidaknya saya browsing cari informasi mengenai tanda kerusakan.

Walhasil mogok deh seperti yang saya ceritakan di artikel sebelumnya. Penyebab utamanya ya karena dinamo ampere yang tidak konek, sehingga kelistrikannya jadi kacau. (Ochim)


Espass Mogok Ketika Dipakai Mudik

espass-biruIni jadi pengalaman pahit buat saya selama mengendarai Espass. Doi ngambek ketika dalam perjalanan mudik kemarin dari Magetan menuju Kandangan (Kediri) bersama anak dan istri, tepatnya di depan Pondok Al-Falah Mojo, Kediri. Awalnya saya memang sengaja berhenti di depan pondok Al-Falah karena lagi menunggu ortu yang kebetulan lagi silaturahmi ke beberapa keluarga di kawasan pondok tersebut. Niatnya mau sekalian pulang bareng ke Kandangan. Oya waktu itu rute perjalanan saya dari jalur selatan yaitu dari Magetan ke arah Ponorogo – Trenggalek – Tulungagung – Kediri.

Nah ketika mau jalan lagi, putar kontak posisi ON tapi ketika di start mesin nggak mau nyala, Cuma bunyi “tek…tek…tek..tek…” begitu terus. Wah kok kayak nggak ada setrum sama sekali, padahal sebelumnya sempat dua kali berhenti di kawasan Pogalan dan Durenan (Trenggalek) dan kondisi masih lancar ketika di stater lagi.

Ya uwes terpaksa menghidupkan Espass pakai metode dorong, bapak mencoba stater kemudian saya dan saudara mendorong. Alhamdulillah mau hidup lagi. Anak dan istri saya pindahkan ke mobil panther yang dibawa bapak, kemudian bapak ikut saya di dalam Espass, sementara panther mengikuti di belakang dengan dikendarai oleh saudara saya.

espass-di-depan-pondokNamun ketika dipakai jalan sampai di mbulak kawasan Pagu, pas jalan kok tiba-tiba mati lagi, di dorong sudah nggak mau hidup lagi, terpaksa mandeg dulu, sementara bapak nyari bantuan untuk menarik si Espass dan saya nungguin mobil, waktu itu sudah pas mau maghrib. Bisa dibayangin nelangsanya nungguin mobil mogok, ditengah sawah, apalagi pas hari mau gelap, komplit wes.

Namun tiba-tiba saja ada seorang bapak-bapak mengendarai motor Supra X 125 mendatangi saya menanyakan kondisi si Espass. Setelah saya jelaskan permasalahannya, si Bapak ini dengan cekatan membuka tutup mesin yang berada di dalam kabin, beliau langsung memeriksa kondisi dinamo ampere, kemudian meminta untuk di dorong lagi untuk menyalakan mesin, ternyata berhasil, namun suara klakson pelan banget.

Pada saat kondisi mesin nyala, beliau mencoba memeriksa kondisi dinamo ampere dengan menempelkan obeng ke ujung putaran dinamo ampere, ternyata obeng tersebut masih bisa menempel seperti magnet, tanda bahwa dinamo ampere masih bagus, lalu memeriksa kondisi kabel di sekitar dinamo, ada sebuah soket/konektor yang ternyata tidak terpasang dengan sempurna, bisa diartikan soket tersebut sudah aus atau berkarat, sehingga kabel tidak menyambung sempurna.

Kemudian rumah soket yang terbuat dari plastik tersebut dibuka paksa untuk mengambil pen atau tembaga di dalamnya kemudian disambungkan ke kedua kabel, lalu mencoba menyambung kabel dengan cara biasa (disambung pakai isolasi). Alhamdulillah mesin Espass bisa di stater lagi tanpa di dorong, lampu-lampu nyala normal, wiper juga bergerak, yang artinya kelistrikan sudah kembali normal. Kata bapak yang memperbaiki, kondisi seperti itu namanya “dinamo tidak konek” disebabkan soket penyambung dua kabel tidak terpasang sempurna mungkin karena sudah aus atau terdapat kotoran maupun karat didalamnya.

Beliau berpesan agar nanti kalau sudah sampai rumah, kabel yang terhubung sementara tadi harus dibelikan soket baru dengan jumlah kabel dua atau soket double. Akhirnya Espass sudah normal kembali dan saya menanyakan ongkosnya, si bapak tadi minta 100 ribu. Alhamdulillah… beruntung saya ketemu oleh seorang bapak tadi yang membantu memperbaiki Espass dengan peralatan seadanya, bapak yang belum sempat saya ketahui namanya itu lalu melanjutkan perjalanannya. (Ochim)


Memperbaiki Pintu Espass

perbaikan pintu espassMumpung lagi ada waktu luang, saya mau bawa espass ke bengkel bodi dekat rumah. Kebetulan ada masalah di pintu kanan depan dan bagasi belakang. Pintu kanan depan posisinya agak turun, jadi ketika mau menutup harus sedikit diangkat pintunya agar bisa menutup sempurna. Sedangkan pintu bagasi tidak bisa menutup rapat, masih ada celah dan itu bisa menimbulkan suara berhimpitan ketika mobil berjalan.

Perbaikan pintu ini kata mekaniknya sampai setengah hari, karena doi juga lagi mengerjakan mobil yang lain, ya uwes saya tinggal saja, lagian saya juga paling males kalau berlama-lama di bengkel.

Setelah agak sore jam 3-an, saya ke bengkel lagi lihat kondisi espass sudah sampai mana proses perbaikannya. Ternyata sudah kelar dan saya coba membuka-menutup pintunya berulang-ulang, sudah sejajar dan terasa mantab ketika ditutup. Perbaikan pintu dan bagasi ini cuma habis 100 ribu doang. (Ochim)


Selamat Datang Daihatsu Espass

espass biruSetelah melakukan pencarian yang melelahkan, akhirnya pilihan jatuh ke mobil daihatsu espass keluaran tahun 1995. Banyak saudara yang bilang, kenapa pakai espass lagi? Kan sudah pernah merasakan espass ortu (yang kebetulan sudah dijual 6 bulan yang lalu). Pertimbangan saya, dalam proses pencarian tersebut kebetulan ada espass ini dalam kondisi yang relatif masih bagus, baik mesin maupun bodinya.

Dalam proses pencarian, saya menyesuaikan dengan dana yang ada, yaitu antara 30 – 35 jutaan. Mobil yang saya minati dalam rentang harga tersebut adalah Suzuki Forsa, Honda Civic Wonder, Corolla GL/SE, Daihatsu Espass serta Zebra Bodytech. Namun ternyata yang dapat duluan si Espass ini.

Setelah menebusnya dengan harga 32.5 juta, mobil langsung saya bawa ke bengkel untuk cek beberapa komponen yang harus segera diganti, karena mobil ini bakal dipakai wara – wiri termasuk saat lebaran, saya nggak mau ada kerusakan dalam perjalanan.

espass biru 2Yang wajib dilakukan penggantian adalah timing belt, part yang satu ini fungsinya sangat vital, jika sampai putus ditengah jalan, maka berakibat kerusakan parah pada mesin espass. Oleh karena itu, harus segera diganti agar tahu riwayat usia part tersebut. Sekedar diketahui, usia pakai timing belt ini adalah 50.000 km, jadi kalau sudah melewati angka tersebut harus segera diganti.

Memang kata penjualnya sih katanya masih bagus dan nggak perlu diganti, tapi siapa yang bisa menjamin? Saya tidak percaya begitu saja. Lagian harga part ini murah kok, saya beli di toko Sarinah Kediri dapat harga 280 ribu buatan daihatsu.

Kemudian penggantian oli mesin, gardan serta transmisi yang menghabiskan dana 350 ribu. Selain itu ada beberapa part kecil yang menurut mekanik memang harus diganti. Untuk mesin sendiri Alhamdulillah masih cukup fit dan nggak ada yang perlu diperbaiki. Mudah-mudahan lancar disetiap perjalanan pakai espass ini dan nggak begitu banyak jajan 😀 (Ochim)