Serba serbi

Koleksi Kaset-kasetku

Koleksi Kaset PitaPas lagi dengerin lagu-lagu jadul di yotube, tiba-tiba saja kok teringat semua kaset lamaku yang tersimpan di dalam kardus. Lalu saya beranjak buka dan melihat-lihat kondisinya, memang selama ini nggak begitu saya perhatikan, jadi banyak yang kotor.

Awalnya dulu tersimpan lama di lemari kamarku sampai akhirnya lemari rusak kena rayap dan saya nggak tahu kalau di belakang lemari lagi diserang rayap tersebut, sehingga kaset-kaset ini jadi banyak yang kotor. Kemudian kaset-kaset itu saya “evakuasi” dipindah ke tempat lain yaitu dibawah rak televisi. Disana lagi-lagi saya nggak begitu memperhatikan, jadi ketika ada perpindahan barang-barang di sekitar rak televisi, si kaset ini sebagian tercecer dan ditata seadanya saja, nggak tahu dulu siapa yang mindahin.

Hingga akhirnya yang terakhir ini harus di jaga baik-baik karena memang banyak kenangannya dan tentu saja sekarang sudah jadi barang langka yang harus dilestarikan keberadaannya. Ya kemajuan teknologi di era sekarang ini lambat laun menggeser mereka dan digantikan dengan teknologi digital.

Banyak platform yang bisa diakses untuk mendengarkan lagu dengan mudah seperti di youtube atau media lain yang bias di download dengan format MP3. Kalau saya ingat-ingat, perubahan era digital musik ini dimulai sekitar tahun 2004-2005. Karena waktu itu saya sudah mengenal MP3 hasil download dari internet, sedangkan saya terakhir beli kaset kalau nggak salah tahun 2002 waktu beli kaset album The Best of GIGI dan kaset Dewa album Cintailah Cinta.

Kaset-kaset ini saya beli waktu masih sekolah MTs tahun 2000-2002 dan 90% asli bukan bajakan, waktu itu memang saya lagi seneng-senengnya sama lagu-lagu yang lagi hits di jaman itu. Beruntung sekali masa remaja saya tumbuh diiringi dengan lagu berkualitas dari musisi Indonesia. Kemudian toko kaset yang selalu jadi langganan saya untuk beli adalah Toko Audio yang berada di Kota Pare, sekitar 2 km dari sekolah saya yang sebelahan dengan Stadion Canda Bhirawa.

Untuk kaset yang pertama kali saya beli adalah album Stinky yang pertama dan waktu itu masih kelas 6 SD, saya beli bajakan di toko milik saudara temen SD, hahaha nggak tahu harganya pokoknya nggak sampai 5000. Sedangkan kaset-kaset yang asli harganya kisaran 14.000 sampai yang paling mahal di harga 21.000, yang paling mahal yaitu kaset Bonjovi Album Crossroad dan ini adalah kaset satu-satunya band luar negeri yang pernah saya beli.

Last, semoga saya bisa merawat baik-baik kaset yang saya kumpulkan sejak remaja ini, nyesel banget nggak begitu memperhatikan sampai banyak yang hilang, ya sayang banget kan karena dulu belinya dari baru hasil dari nabung, ya ada yang minta dari ortu sih…. 😛(Ochim)

4 tanggapan untuk “Koleksi Kaset-kasetku”

  1. Assalamualaikum..sillaturahmi blogwalking masbro.

    Terakhir aku nyetel kaset tape, jaman SMP 97-2000, jaman sakmono kasetku Puff daddy, Backstreetboys. Saiki wes gak karuan.

    salam kenal blogger Tulungagung…tonggo dhewe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s