Mobil Tak bermoncong dianggap sebagai Kelemahan

Bila seseorang mau meminang sebuah mobil bekas, pastinya mempunyai beberapa kriteria tertentu. Tergantung kebutuhan dan dana yang disiapkan. Misalnya saja membutuhkan sebuah mobil keluarga yang bisa memuat penumpang lebih banyak, atau mobil sedan yang biasanya digemari para keluarga kecil.

espass-biru

Mobil tak bermoncong

Kriteria yang lain adalah mempertimbangkan kemudahan dalam mencari sparepart, jika sebuah mobil cukup susah dalam mencari partnya, ini biasanya dijauhi oleh calon pembeli karena tentu saja merepotkan bila terjadi kerusakan. Selain itu juga mempertimbangkan beberapa kelebihan dan kekurangan sebuah mobil yang menjadi incarannya.

Namun yang menjadi perhatian saya saat ini, ternyata di dalam sebuah grup facebook motuba (mobil tua bangka) pembahasan masalah kekurangan mobil kan biasanya seputar ketersediaan part, masalah mesin,dll, lha ini sekarang ada poin baru yang dianggap sebagai kelemahan yaitu mobil tak bermoncong alias mobil yang letak mesinnya dibawah sopir. Sebagian menganggap bahwa mobil yang tak berhidung ini kurang aman jika terjadi kecelakaan, tidak ada penghalang atau “pelindung” penumpang paling depan.

Memang ada benarnya juga, tapi saya yang kebetulan sering memakai mobil yang tak berhidung, menganggap itu tak jadi masalah dan bukan suatu kekurangan. Meskipun pakai mobil bermoncong, kalau sudah takdirnya kena musibah, ya nggak bisa menghindar lagi. (Ochim)

Iklan

About ochimkediri

semoga Allah SWT selalu melindungi setiap perjalananku... Lihat semua pos milik ochimkediri

4 responses to “Mobil Tak bermoncong dianggap sebagai Kelemahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: