Cerita Perjalanan ke Surabaya: Harus Nyobain Es Campurnya

Hari rabu kemarin (4/11) saya ijin absen masuk kerja karena mau ngurus pajak kendaraan bermotor 5 tahunan ke Surabaya, ya karena salah satu motor dirumah atas nama saudara di Surabaya. Berangkat tepat pukul 06.00 dari Mojokerto bareng saudara dan bapak boncengan bawa 2 motor menyusuri jalan yang sudah cukup ramai, maklum jam segitu memang waktunya orang berangkat kerja. Jadi kita cuma bisa memacu kendaraan antara 50 – 60 kpj saja, malah ketika sudah masuk daerah sepanjang lalu lintas padat merambat hingga waru, kemudian ke utara, lalu dari depan Polda saya belok kanan dan masuk jalan jemursari.

kemacetan di jalan jemursari

kemacetan di jalan jemursari

Sepanjang jalan tersebut lalu lintas sangat padat, tangan kiri saya sampai pegel pegang kopling motor GL Max, apalagi matahari sudah terasa panas menyengat, padahal masih belum ada jam 8. Setelah masuk jalan Jemursari, bapak minta berhenti di depot kawasan tersebut, namanya Depot H. Wachid Hasyim II, kita sarapan dulu sambil menunggu sampai arus lalu lintas lengang.

depot H. Wachid Hasyim Jalan Jemursari

depot H. Wachid Hasyim Jalan Jemursari

Semua pesan Soto Ayam dan minumnya es campur, hawane memang gerah banget jadi pengen yang seger-seger, malah pas saya lepas jaket, baju saya sampai basah karena keringat. Dulu ketika bapak masih sekolah di Surabaya, katanya depot ini bangunannya kecil, seperti warung kecil pinggir jalan, namun ternyata sekarang sudah jauh lebih bagus dibanding dulu.

Nggak lama pesenan kita sudah datang…

Soto ayam depot H. Wachid Hasyim IIPertama saya mau nyobain kuahnya dulu, rasanya cukup enak, lalu saya campurkan nasi dan segera melahapnya.

es campur depot H. Wachid Hasyim IIKemudian mulai coba es campurnya, jian seger tenan, sayangnya mangkok es campur ini kecil sehingga saya masih kurang puas, harusnya pakai mangkok yang besar biar manteb😀

Kelar sarapan kita langsung menuju ke Kantor Samsat Manyar (Surabaya Timur) tapi mampir dulu di rumah saudara untuk pinjam KTP. Disana tidak terlalu antri untuk cek fisik, begitu parkirin motor dibagian gesek, langsung dikerjakan oleh petugas Samsat lalu melanjutkan ke loket berikutnya. Nggak sampai 1 jam mengurus pajak 5 tahunan sudah kelar dan langsung dapat plat nomornya.

samsat manyar surabaya timurPerjalanan pulang ketika sampai di kawasan Pucang, kita mampir beli es campur dulu. Sejak awal berangkat memang sudah berniat untuk nyari es campur, karena es campur Surabaya itu sangat khas, lain dibanding daerah lain, jadi sangat layak untuk dicoba.

es pasrahnya menggunung

es pasrahnya menggunung

Mangkoknya cukup besar, beda banget dengan es campur yang di depot Jemursari tadi, harganya 12 ribu tiap mangkoknya, mahal banget ya? Tapi sesuai dengan porsinya kok, cukup melimpah dan esnya itu di pasrah. (Ochim)

About ochimkediri

Seorang Adam yang lahir di Malang dan tinggal di Kediri Lihat semua pos milik ochimkediri

18 responses to “Cerita Perjalanan ke Surabaya: Harus Nyobain Es Campurnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: