Cerita Perjalanan ke Surabaya: Panasnya Surabayaa…

Mumpung lagi tanggal merah 1 Muharram, saya kontak temen yang ada di Surabaya untuk janjian ketemuan, kebetulan sudah lama nggak ketemu sejak lulus kuliah dulu.

gerbang wisata religi sunan ampelSetelah deal untuk ketemuan, saya berangkat Rabu pagi ke rumah temen di Surabaya tepatnya di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel. Berangkat sekitar jam 8 pagi, sudah kesiangan sih sebenarnya, karena dirumah masih ada kerjaan, nyuci, bersih-bersih dan ngajak jalan-jalan si kecil dulu, habis itu baru sempat berangkat setelah bebas tanggungan. Riding dijalan jadi terasa ringan dan santai karena pekerjaan rumah sudah dikerjakan.

Saya belum pernah ke daerah Sunan Ampel tersebut, tapi berbekal info dari temen sehari sebelumnya, saya sudah ada gambaran jalan mana yang akan saya lalui. Perjalanan cukup lancar melewati Balong Bendo – Krian – Trosobo – Taman – Waru. Nah di daerah taman ini ada kemacetan cukup panjang, ternyata ada perayaan tahun baru Hiriyah dengan berjalan kaki di kawasan tersebut. Suasana sudah mulai panas ditambah jalan macet cukup membuat badan saya berkeringat, apalagi ditambah pakai jaket yang cukup tebal, semakin nggak nyaman rasanya.

Hingga akhirnya rombongan konvoi tersebut belok kiri lewat jalan kecil, baru terurai macetnya dan saya bisa memacu motor lebih kencang. Memasuki bunderan Waru saya mengarah ke utara yaitu menuju Surabaya Kota, hanya mengandalkan penunjuk jalan yang selalu ada di setiap persimpangan, akhirnya saya sampai juga di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel. Kawasan ini sangat ramai oleh pengunjung, mungkin bertepatan dengan tahun baru Hijriyah ini banyak yang ziarah.

Setelah sampai dikawasan Sunan Ampel, saya langsung kontak temen mengabarkan posisi saya kemudian dijemput. Ternyata cukup mudah menemukan lokasi ini karena penunjuk jalan sangat jelas sejak saya masuk Kota Surabaya. Saya pun nggak sampai buka GPS atau menanyakan ke temen lagi mengenai arah yang harus saya lalui.

jalan kenjeranSetelah ngobrol-ngobrol dan waktu sudah siang, saya pamit untuk pulang, namun saya tanyakan dulu jalan mana yang harus saya lewati. Doi mengarahkan saya ke arah Stasiun Gubeng alias ke arah timur, ya uwes berangkat. Namun ditengah jalan saya berpikir mau ke pantai Kenjeran saja, karena melihat penunjuk jalan kok sepertinya dekat.

Nah ditengah jalan kawasan jalan Kenjeran, semangat saya kok menurun, karena hawa yang sangat panas, belum lagi kepikiran nanti jalan pulang yang saya belum tahu arahnya, hanya kata temen tadi pokoknya lurus saja dan ikuti papan penunjuk jalan. Kemudian sudah terlalu siang juga hampir jam 12-an, saya balik kanan saja langsung pulang, mana sudah haus banget, sambil jalan nyari warung es saja.

es campurKelar minum es campur, langsung berangkat lagi menyusuri jalan dengan cuaca sangat panas dan lalu lintas yang sangat padat. Kalau cuaca panas dan macet gini rasanya nggak betah berlama-lama riding.

taman bungkulHingga akhirnya saya sudah melalui ruas jalan raya darmo kemudian melewati taman bungkul. Melihat taman yang sejuk, saya jadi pengen mampir sekedar berteduh menikmati udara yang cukup sejuk. Nggak lama cuma 10 menit saja, saya melanjutkan perjalanan untuk keluar wilayah Kota Surabaya menuju Mojokerto. (Ochim)

About ochimkediri

Seorang Adam yang lahir di Malang dan tinggal di Kediri Lihat semua pos milik ochimkediri

4 responses to “Cerita Perjalanan ke Surabaya: Panasnya Surabayaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: