Cerita Perjalanan Malam Pulang dari Malang

kemarin saya ke Malang bersama saudara kembar untuk jenguk sepupu di RS. Saiful Anwar. Sampai RS sekitar jam 4 sore lalu ngobrol-ngobrol santai mengenai sakit yang dideritanya. Kemudian pas masuk waktu maghrib saya pamit pulang dan merencanakan sholat di jalan saja.

Gapura Kota BatuAwalnya saat ngeluarin motor GL Max di parkiran RS, kita merencanakan sholat di Masjid Agung saja karena deket dengan RS, namun ditengah jalan berubah pikiran lalu memutusan sholat di masjid Kerto Pamuji Daerah Ketawanggede. Masjid ini deket dengan tempat kos saya dulu ketika masih kuliah.

Kelar sholat kita melanjutkan perjalanan pulang, baru inget kalau kita belum makan malam, maka sambil jalan pelan kita cari warung lalapan di pinggir jalan sepanjang daerah Dinoyo, Tlogomas, Sengkaling. Tapi ternyata semua warung lalapan nampak ramai pembeli, maklum jam habis maghrib, jamnya anak kos cari makan, jadi males mampir beli makan😀 Kemudian kita mampir sebentar di rumah saudara di Sengkaling, sekitar setengah jam saja lalu pamit melanjutkan perjalanan, rencana cari makan di Kota Batu saja.

Perjalanan ke Batu lalu lintas cukup padat, motor hanya di geber di kecepatan maksimal 40 kp saja. Pas nyampe alun-alun Batu, sepintas saya lihat tadi kayaknya ada Ayam Bakar Wong Solo, ya uwes putar balik di depan masjid Alun-alun Batu lalu memutari alun-alun untuk menuju warung tersebut. Parkirin motor lalu pesen ayam bakar paket hemat, 2 porsi + tempe penyet😀

ABWS Alun2 BatuSetelah acara makan-makan selesai, kita langsung beranjak melanjutkan perjalanan. Nampaknya badan sudah terlalu lelah, saya riding pelan saja menembus gelap Kota Batu. Sebelum masuk kawasan Payung, saya ambil jalur pintas menuju Gunung Banyak, jalur yang sangat menanjak ini ternyata sudah sangat sepi, nggak ada kendaraan yang lewat kecuali dari arah lawan yang sesekali terlihat.

GL Max berjalan dengan mesin yang meraung-raung di tanjakan ekstrem pada kecepatan 30-40 kpj, pada tanjakan ekstrem ini motor saya pacu pada gigi 1. Hingga akhirnya tembus masuk jalan raya lagi kawasan Pandesari, Pujon. Tetep riding dengan kecepatan santai, lama-lama mulai terasa ngantuk dan badan capek. Apalagi tadi pagi sudah riding dari Mojokerto menuju Puncu (Kediri), pulang kerja langsung berangkat ke Malang. Ditengah jalan saya putuskan istirahat bentar di masjid deket Dewi Sri sekalian sholat Isya.

masjid dewi sriKita langsung tiduran di serambi masjid sambil merasakan hawa yang sangat dingin, lama-lama ternyata turun kabut di kawasan tersebut. Dalam kondisi udara yang dingin, ternyata kita bisa ketiduran hingga bangun tepat pada jam 10. Begitu bangun langsung ambil air wudhu untuk sholat isya dan segera melanjutkan perjalanan. Tidak lupa riding sambil bersholawat mengingat sedang riding malam melewati hutan.

Baru berjalan beberapa meter, di depan setelah belokan, ada gapura dengan lampu terang terlihat tulisan “kampung masa depan”, gang tersebut jalannya menuju keatas. Ternyata saya baru melewati daerah kuburan yang letaknya diatas bukit kecil disamping jalan raya. Setiap perjalanan malam dari malang, saya sudah tahu gapura itu tapi cuek saja nggak ada rasa takut, namun entah tadi malem itu kok rasanya jadi lain😀

perjalanan malamTetap riding santai di kecepatan 60 kpj saja, sejak dari masjid Dewi Sri tadi saya belum ketemu pengendara motor lain yang searah, tumben sepi banget, padahal tadi ketika lagi tiduran di masjid, kondisi jalan sesekali masih ramai dengan kendaraan yang berjalan beriringan. Lha setelah saya jalan kok sepi. Beda dengan jalur lawan yang kadang masih ada mobil atau motor yang lewat. Hal ini berlangsung hingga saya memasuki Kasembon, sudah nampak beberapa kendaraan yang lewat. (Ochim)

About ochimkediri

Seorang Adam yang lahir di Malang dan tinggal di Kediri Lihat semua pos milik ochimkediri

8 responses to “Cerita Perjalanan Malam Pulang dari Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: