Obrolan dengan Seorang Perokok

Saat saya lagi ngobrol dengan temen-temen satu kantor, tiba-tiba datang salah satu temen lagi yang datang sambil menyalakan rokok di mulutnya. Lalu salah satu temen lain yang lagi ngobrol dengan kita-kita tadi bilang ke orang yang baru datang tadi, “oya harusnya njenengan kemarin tak suruh ikut sosialisasi bahaya rokok bagi kesehatan (kebetulan beberapa hari yang lalu ada sosialisasi tersebut di salah satu sekolah), biar bisa mengurangi rokoknya”

Kemudian temen yang lagi ngrokok tadi menimpali, “halah…la wong pak A yang nggak ngrokok saja sakit-sakitan terus, lalu pak B yang juga nggak ngrokok malah bermasalah ginjalnya, pak C yang nggak pernah ngrokok juga sakit paru-parunya. Sedangkan saya yang sudah bertahun-tahun ngrokok sampai sekarang masih seger buger gini, malah makin jos saja”
Ealaah…kok gitu mikirnya, walaupun masih sehat, paling tidak kita ada upaya untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan dari rokok tersebut. Saya prihatin dengan pola pikirnya. Gimana menurut sampeyan?? (Ochim)

prihatin

About ochimkediri

Seorang Adam yang lahir di Malang dan tinggal di Kediri Lihat semua pos milik ochimkediri

18 responses to “Obrolan dengan Seorang Perokok

  • ferdiansyah30

    Mencegah lebih baik dari pada mengobati

  • Yudhi Hendro

    pola pikir pembenaran untuk mendukung omongannya. org spt itu susah berubah meski di bungkus rokok yg dia beli sudah ada gambar tenggorokan dan paru2 yg gosong karena merokok. doakan saja semoga merokoknya dikurangi🙂

  • rianamaku

    Kalau belum kena sakit akibat rokok belum jera…

  • rianamaku

    Kalau belum kena sakit akibat rokok belum jera…

  • obat diabetes aman ampuh

    bingung juga kadang rokok bikin mikir lancar,aktivitas oke negatifnya memang biang penyakit….
    solusi jitu gimana rokok itu di makan saja biar kenyang kalie ya…

  • Eka Novita

    Ini mah kayak ngomong sama kakek saya yang sudah amat sangat sepuh tapi kuat ngerokok gudang garam 4 bungkus tiap harinya. kalo dinasehatin, dg jumawa bakal bilang tuh yg umurnya di bawah-ku aja udh bnyk yg meninggal pdhl mereka g ngerokok. Ngerokok ga ngerokok bakal mati. Tepok jidat. *eh jd curcol😀

  • widodo di maria

    saya dulu juga ngrokok mas, tp sekarang ALHAMDULILLAH bisa berhenti.
    bedanya dulu main futsal 10 menit aja udah ngos”an dada terasa panas badan lemes..
    sekarang main satu jam nggak di ganti oke aja. fisik dan stamina terasa lebih tahan

  • Adi Susilo Wibowo

    KEBOHONGAN PUBLIK DIBALIK LARANGAN MEROKOK!!!

    Akhir-akhir ini, kampanye anti-rokok gencar dilakukan, baik oleh perseorangan maupun oleh lembaga-lembaga NGO, lembaga-lembaga penelitian bahkan oleh lembaga-lembaga keagamaan. Sayangnya, cepat diketahui, dari mana uang mereka. Tulisan ini dibuat dengan cara sederhana, lugas, dan berisi poin-poin penting saja. Bukan untuk membela perokok, tetapi untuk membangunkan orang dari sihir palsu para agen neoliberal.

    Anda harus tahu soal informasi dasar perihal industri rokok di Indonesia. Berikut data-data pokok yang cukup penting Anda ketahui:
    Total dari hulu sampai hilir, industri rokok melibatkan kurang-lebih: 30.500.000 orang.
    Dari cukai dan pajak saja, pada tahun 2008, industri rokok menyumbang keuangan negara sebesar: 57 triliun.
    Dari hulu ke hilir, industri rokok memberi nilai tambah tinggi serta dinikmati oleh masyarakat dan negara, bandingkan dengan industri lain seperti: barang tambang, CPO, karet, kakao dll. Bahan-bahan itu diekspor sebagai bahan mentah, dan nilai tambahnya dinikmati oleh negara-negara pengimpor.
    Bahan-bahan untuk membuat rokok kretek (rokok khas Indonesia), 96% terbuat dari bahan lokal alias produksi Indonesia.
    Pada saat krisis ekonomi 1998, industri rokok satu di antara sedikit industri yang mampu bertahan dari guncangan ekonomi.
    Tembakau sebagai sumber utama rokok kretek , 98%, adalah tembakau asli (indigenous tobacco) diusahakan oleh petani kecil. Yang unik, adalah sebagai tembakau rajangan (pre-cut), bentuk hasil akhir masuk ke pabrik. Sedangkan tembakau untuk rokok putih dalam bentuk krosok (daun tembakau utuh) kering.
    Tembakau rajang tersebut, jenis Temanggung, Mranggen, Muntilan, Weleri, Madura, Wringin, Garut dan lain-lain tidak bisa diexport. Tembakau rajang tersebut sebagai bahan utama dan hanya bisa digunakan untuk pembuatan rokok kretek.
    Bahan utama kedua adalah cengkeh, yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Ditanam dan dipanen sepanjang tahun, sesuai dari asal daerahnya mulai dari Sabang-Merauke. Seratus persen produksi cengkeh adalah dari Indonesia, dan sebagian besar untuk kretek.
    Inilah wujud Rokok Kretek yang khas, unik dan khusus. Produk budaya sejak nenek moyang, menjadi kebanggaan bangsa, kekayaan budaya (heritage) dan satu-satunya di dunia.
    Industri kretek sebagai cluster industri rokok yang berbasis agrobisnis mempunyai kontribusi besar dalam APBN, peran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, sosial budaya, pendidikan, olahraga, lingkungan dll.
    Benarkah Merokok Mengancam Kesehatan? Mari kita lihat fakta-fakta berikut dengan jernih.
    Pertama, Anda harus mengenal tentang tubuh manusia. Paul A.Lachance mengatakan bahwa tubuh manusia disusun oleh 63 triliun sel, +/- 5 milyar sel, 5 ribu-50 ribu sel mengalami mutasi setiap hari. Mutasi disebabkan makanan/minuman, stress (distress) ,obat-obatan, lingkungan, radio-active (radon), polutan (inklusif asap rokok).
    Catatan: Carl Zimmer (1) mengutip pernyataan Judith Campisi – “Ageing: Balancing Regeneration and Cancer” – dalam Nature, 443,p.404 (2006) , bahwa setiap saat sel membelah, akan terjadi risiko pengembangan sel kanker.
    Kedua, Anda harus tahu bahwa kemampuan hidup normal, organisme ~ aktivitas pemeliharaan sejumlah keseimbangan internal yang secara kolektif disebut homeostasis, termasuk daya tahan tubuh, imunitas. Homeostasis diatur dalam batas sempit melalui keseimbangan cairan tubuh, fungsi sel, aktivitas jantung, fungsi ginjal/liver/paru dan lain-lain. Kemampuan menurun, logis, sebagai fungsi meningkatnya usia.

    Maka kunci utama untuk sehat:

    Pertama, adalah keseimbangan. Bagaimana sel, protein, kelenjar dan organ yang berada di dalam tubuh kita, yang secara terprogram, bekerja untuk mempertahankan kesehatan dan kebahagiaan kita sesuai kapasitas dan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh. Dan ini ditentukan oleh kemampuan tubuh menjaga fungsi sistem imunitas tubuh.

    Kedua, sistem imunitas tubuh, humoral dan selular, menjadi kunci utama status sehat seseorang. Menjaga dan mempertahankan mekanisme keseimbangan tubuh, homeostasis, akan menentukan sehat fisikal, mental dan sosial seseorang. Setiap pengaruh makanan, minuman, obat-obatan dan lingkungan yang mempengaruhi manusia secara fisikal, fa’aliah, psikologikal sehingga menimbulkan depresi, kecemasan, ketidakbahagiaan dan gangguan emosional akan berpengaruh kepada sistem kekebalan tubuh dan mudah jatuh sakit. Disini ternyata ‘pikiran’ adalah mitra sistem imun kesehatan. Pikiran tenang, jauh dari distress (bukan eu-stress), berfikir positif, bahagia merupakan kunci utama menjaga keseimbangan tubuh, dan berarti menjaga kondisi sehat. Karenanya, yang perlu dicapai bukan hanya GNP tinggi tetapi juga GNH, Gross National Happiness, inilah kunci sehat dan umur panjang.

    Kemampuan Tubuh? Dengan pemahaman ajaran Paracelsus “tidak ada racun didunia, yang ada adalah dosis yang tidak benar” mendorong kita untuk mencari takaran merokok yang ‘pas’. Memang tidak ada yang ‘pas’, sangat induvidual karena rentangan NAB orang perorangan sangat beda dan berpengaruh. Sehat dan bugar bisa dirasakan tetapi tidak sama dari seorang ke orang lain. Yang kita perlukan adalah kemampuan diri kita untuk mengendalikan konsumsi apapun, agar tidak berlebihan dan diluar kemampuan tubuh kita, termasuk konsumsi rokok. Dimensinya adalah frekuensi dan jumlah konsumsi. Perhatikan half-life time nikotin yang hanya 30 menit. Bagaimana memperpanjangnya agar tubuh tidak sangat haus konsumsi lagi. Hal ini bisa dicapai dengan merubah pola makanan dari MPA, makanan penghasil asam menjadi MPB, makanan penghasil basa. Hal ini akan merubah frekuensi dan secara tidak langsung akan merubah jumlah konsumsi per hari.

    Tentang Nikotin: Half-life time (waktu paruh) dalam tubuh hanya 30 menit. Nikotin dalam Media Model: bukan tergolong physical dependence tetapi psychological dependence, tidak ada bukti euphoria, tidak ada ‘drug abuse’, tidak ada “fly”, “climb a mounting” seperti ketika orang mengkonsumsi opium. Perokok masih “under control” secara individual. Secara masyarakat, tak ada subculture of violence/crime/hubungan dengan prostitusi seperti dampak oleh hard drugs.

    Sebab kematian. 10 sebab kematian (WHO): Koroner, Stroke dan Serebrovaskuler, Trachea/Paru/Bronchus, Infeksi pernafasan, Kanker kolon, Alzheimer & Dementias, Diabetus Melitus, Kanker payudara, Kanker usus/perut dan PPOK Dari sepuluh sebab kematian tersebut ternyata 53,3% di negara berpenghasilan tinggi, 44,4% berpenghasilan menengah dan 29,9% dinegara berpenghasilan rendah.
    Konsumsi rokok tertinggi adalah Yunani, 4313 btg/orang/tahun(bot), Hongaria 3265 bot, Kuwait 3062, Jepang 3023 bot, Spanyol 2779 bot. Jepang, angka kematian kanker paru terendah dibandingkan Amerika Serikat. Disebabkan konsumsi enersi lemak di Jepang hanya 8% dari kebutuhan enersinya. Sedangkan Amerika Serikat konsumsi lemaknya 40% dari kebutuhan enersinya.

    Benarkah rokok mengandung bahan adiktif?
    Bahan adiktif: Dinyatakan bahwa nikotin sebagai bahan yang bertanggung jawab atas kecanduan seseorang yang merokok.
    Bantahan: Nikotin, dari tanaman Nicotiana Tabacum, adalah amine tertiair terdiri dari pyridine dan pyrolidine (C10H14N2). Nikotin sering disamakan dengan sifat adiksi heroin, opium, cocain yang selalu menuntut tambah dan tambah dosis. Dan tuduhan ini sangat berlebihan (over-used), bahkan British Medical Association menyarankan anggota dokternya agar tidak menggunakan kata adiksi sebab “kata tersebut membawa impresi bahwa tidak mungkin seorang perokok bisa berhenti, ini memungkinkan”. Memang untuk nikotin, dalam situasi asam akan mudah membentuk garam karenanya cepat diekskresikan lewat urine. Waktu-paruh hanya 30 menit. Dengan diet MPB akan mudah tuduhan adiksi tersebut diatasi. Nampaknya, kata adiksi, sesungguhnya salah aplikasi dalam konteks nikotin dan tembakau. Lihat posisi nikotin terhadap bahan-bahan tergolong NAFZA, baik ditinjau dari tingkat ketergantungannya dan tingkat asseptabilitasnya.
    Benarkah petani tembakau melakukan pengerusakan lingkungan?
    Penggundulan Hutan: Industri dituduh melakukan usaha penggundulan dan tidak melakukan perlindungan lingkungan.
    Bantahan: Luas areal tembakau di Indonesia hanya sekitar 200 ribu Ha dan luas areal ini merupakan 0,64 % dari seluruh cropland yang ada di Indonesia.

    Merokok mengganggu kesehatan ibu hamil dan anak-anak?
    Tentu saja iya! Maka itu industri rokok tidak memasarkan rokok untuk anak dan ibu-ibu hamil. Ibu-ibu lebih rasional dalam menentukan keputusan merokok. Sejak dulu kala, memang rokok tidak dibuat untuk anak-anak. Tidak ada niatan dan kesengajaan bahwa rokok untuk anak-anak.

    Kenapa kampanye anti-rokok semakin hari semakin gencar?

    Pertama, terdapat perang besar antara industri farmasi dan industri rokok. Hanya bedanya, industri farmasi berdalih sebagai ‘dewa kesehatan’ dan menyerang industri rokok sebagai ‘setan kesehatan’. Padahal, dalam banyak hal, industri farmasi tak kalah jahat. Lihat praktek-praktek pemberian obat-obatan di rumahsakit dan di apotik-apotik.
    Kedua, karena di negara Eropa dan Amerika, pasar rokok sudah sampai pada titik maksimal. Sehingga mereka harus masuk ke pasar Indonesia dan bahkan berusaha mengakuisi perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia. Tetapi karena elemen penting rokok adalah tembakau yang diproduksi di Indonesia, mereka menyerang rokok kretek sebagai rokok khas Indonesia, sebab jika berhasil, maka tembakau yang dipakai kelak akan didatangkan (impor) dari negara lain.
    Jadi, masihkan Anda dengan dungu menganggap bahaya merokok itu hanya sekadar soal kesehatan? Buka mata Anda, ini soal perang ekonomi dan pemalsuan penelitian. Lebih kritis, lebih cerdas dan bangunlah dari sihir mitos berbalut teori, yang di belakang itu semua adalah persoalan perang ekonomi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: