Karakter Radiator Daihatsu Espass ’96

Espass '96Mobil yang satu ini bisa dibilang termasuk mobil sejuta umat di jamannya, banyak banget yang punya, termasuk bokap saya 😀 Daihatsu Espass tahun 1996 1300 cc, suaranya yang nyaring khas Zebra, wung…wung…wung.. 😛 kalau yang varian 1600 cc lebih halus lagi mesinnya.

Alasan utama memilih espass ini salah satunya adalah bisa muat penumpang lebih banyak dan tentunya irit bahan bakar. Dulu bapak pernah punya Daihatsu Zebra Bodytech tahun 1994, nah karena sudah pengalaman mempunyai varian Zebra yang sudah terjual, maka waktu itu cari yang tahunnya lebih muda dan akhirnya menjatuhkan pilihan ke Espass.

Hingga sekarang sudah lebih dari 3 tahun memakai Espass ini, sangat jarang mengalami kerusakan, hanya beberapa saja yang sifatnya perawatan atau penggantian part tertentu yang sudah habis masa pakai.

Pernah bermasalah dengan radiator saat masih beberapa bulan menghuni garasi rumah. Jadi kasusnya waktu itu temperatur cepet banget panasnya, apalagi saat di bawa jalan nanjak, solusinya adalah di servis ke spesialis radiator. Untuk bengkel radiator harus cari yang bener-bener ahli, karena banyak yang ngakunya bengkel radiator tapi hasil servisnya mengecewakan.

Memang untuk mobil yang satu ini banyak pengguna yang mengeluhkan masalah radiator gampang panas, jarum temperatur suka banget nongkrong di posisi setengahnya, apalagi saat AC nyala, tapi kalau kita rutin servis radiator maka nggak akan ada lagi kasus temperatur gampang naik. Menurut mekanik bengkel resmi Daihatsu, radiator harus rutin di servis paling tidak setahun sekali.

Kondisi normalnya, posisi jarum tetep bersandar di posisi rendah namun saat berada di kemacetan atau jalan menanjak, doi beranjak di posisi 1/4, tapi tenang saja itu masih terbilang wajar. Misalnya pas saat saya ke Malang, ketika sampai di Kasembon yang jalannya mulai nanjak, jarum temperatur naik ke posisi 1/4 sampai di kawasan Pujon. Lalu jalan mulai menurun saat sampai Kota Batu, posisi jarum sudah sandar lagi di posisi rendah.

Kasus seperti itu disebabkan karena tipe radiator Espass yang hanya memiliki 1 lapis dan posisi radiator yang berada menjorok ke dalam, jadinya suhu mesin gampang panas. Solusi lain, Ada yang sudah pernah nyoba, agar radiator selalu sandar di posisi rendah, ganti saja milik Zebra tahun 1991/1992 yang katanya memiliki 2 lapis, harganya sekitar 600 ribuan. (Ochim)

Iklan

About ochimkediri

semoga Allah SWT selalu melindungi setiap perjalananku... Lihat semua pos milik ochimkediri

12 responses to “Karakter Radiator Daihatsu Espass ’96

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: