Pengalaman Mengurus Pindah Kependudukan Antar Kabupaten

images1Ini adalah pengalaman saya beberapa hari yang lalu saat mengurus pindah kependudukan antar kabupaten. Hal ini saya lakukan untuk merubah status saya yang sekarang sudah beristri serta untuk membuat KK dan KTP baru. Kebetulan saya mau pindah ke tempat asal istri di Magetan. Lalu apa saja syarat-syaratnya untuk mengurus kepindahan penduduk? untuk lebih jelasnya saya langsung datang ke kantor desa tempat tinggal saya yaitu Desa Kandangan Kabupaten Kediri.

Datang pukul 08.15, menemui salah satu petugas disana dan menanyakan apa saja yang harus saya persiapkan untuk mengurus kepindahan penduduk antar kabupaten. Berikut syarat-syaratnya:

Β 1. Surat pengantar dari RT/RW

2. Foto berwarna (background merah) ukuran 4 x 6 sebanyak 14 lembar

3. Foto copy KTP sebanyak 4 lembar

4. Foto copy KK sebanyak 4 lembar

5. Foto copy buku nikah sebanyak 4 lembar

6. Foto copy akta lahir sebanyak 4 lembar

7. Foto copy KTP istri atau alamat jelas yang dituju (agar ketikan alamat yang dituju lebih jelas)

Setelah mengetahui syaratnya, saya langsung cabut untuk mengurus surat pengantar dari RT yang ditandatangani RT dan RW, ini gratis nggak ada biaya administrasi. Kemudian saya pulang kerumah untuk mengambil berkas yang saya sebutkan diatas untuk di foto copy, saran saya lebih baik di lebihkan saja berkas yang difotocopy, untuk antisipasi kalau di perlukan lagi.

Setelah semua kelar foto copy, saya meluncur lagi ke kantor desa dan menyerahkan semua syarat-syaratnya ke petugas desa. Saya tunggu sebentar karena saat itu juga petugas langsung membuatkan surat pengantar (untuk dibawa ke kecamatan) beserta biodata saya berdasarkan berkas yang saya kumpulkan tadi, cukup lama membuatnya sekitar 1 jam baru jadi dan sebelum ditandatangani Kades, surat tersebut difotocopy rangkap 3 dulu dan baru ditandatangani (saya lupa menyerahkan foto berapa lembar). Selesai, bayar administrasi lalu pergi ke kantor Kecamatan untuk menyerahkan surat yang telah dibuat dari desa tadi.

Sampai di kantor camat, saya serahkan surat dari desa tadi ke bagian persuratan untuk dibuatkan surat keterangan dan pengantar ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (karena pindah antar kabupaten). Nah surat dari desa tadi juga ada surat keterangan untuk dibuatkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang di dalamnya ditandatangani oleh pemohon (saya sendiri), Kades, Camat, dan Koramil. Jadi di kantor camat ini selain ngurus surat pengantar (untuk dibawa ke dinas kependudukan) yang dibuatkan kantor Kecamatan, kita juga mengurus SKCK.

Sembari nunggu surat dari kecamatan, saya tinggal dulu ke Koramil untuk minta tandatangan dan menyerahkan foto (saya lupa fotonya berapa lembar) serta bayar administrasinya. Setelah dapat tandatangan dari koramil, saya meluncur ke Polsek untuk menyerahkan surat keterangan dari desa yang ditandatangani oleh pemohon, kades, camat serta koramil ke bagian persuratan dan SKCK beserta menyerahkan foto beberapa lembar (lupa lagi) πŸ˜› πŸ˜›

Oya untuk SKCK ini hanya Polsek saja yang menerbitkan, nggak perlu sampai ke Polres, kalau SKCK Polres itu untuk keperluan mencari kerja atau PNS. Setelah SKCK dari Polsek jadi, saya pulang saja karena sudah siang dan kebetulan surat dari kecamatan belum jadi karena Pak Camat lagi keluar, besok pagi saja diambil.

Besok pagi jam setengah 8 saya sudah berada di kecamatan lagi, ceritanya nih saya pengen hari ini juga urusan saya kelar semua termasuk yang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Dispenduk Capil. Surat pengantar dari camat sudah jadi (jangan lupa bayar adminstrasi) saya langsung meluncur ke Dinas Kependudukan dengan membawa berkas dari kecamatan. Karena lokasi kantor dinas kependudukan jauh yaitu berada di perbatasan Kabupaten-Kota Kediri, saya agak ngebut, berharap segera diurus disana.

Sebelumnya saya sudah curhat ke petugas desa, gimana caranya biar nanti di kantor dinas kependudukan, urusan saya cepet kelar, karena kalau mengurus pencabutan data di Dinas itu butuh waktu lama sampai 14 hari, padahal kan cuma menerbitkan surat keterangan pindah, kok ya lama banget. Akhirnya saya di kasih tahu nomor hp “orang dalam” yang bisa membantu saya mempercepat penerbitan surat pindah dari Dinas kependudukan, sehari jadi.

Dan ternyata benar, saya menghubungi orang dalam tersebut dan meminta bantuan untuk mengurus surat pindah dari dinas kependudukan. Saya cukup lama menunggu, dari sejak saya datang jam 9, sampai jam setengah 1, surat baru jadi.

Sudah jadi rahasia umum kalau kita mengurus sesuatu di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bakal lama, entah kenapa saya nggak tahu. Birokrasinya mbulet. Padahal masyarakat tentunya pengen pelayanan yang cepat karena masih ada urusan lain. Kalau bisa dipercepat, kenapa harus diperlama. Maka jalan satu-satunya biar cepet kelar, ya harus lewat “orang dalam” tadi.

Setelah surat dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil keluar, siang itu juga saya meluncur ke Magetan agar besok paginya, diurus lagi di tempat pindah tujuan. Kebetulan untuk pengurusan di tempat tujuan saya serahkan ke bapak mertua, jadi saya nggak tahu bagaimana prosedurnya.

Untuk antisipasi saja, sediakan beberapa lembar uang pecahan 10.000, karna nanti biaya pengurusan tiap kantor berbeda dan berkisar di angka tersebut. Kemudian untuk foto juga di lebihkan saja, siapa tahu nanti juga butuh lebih di setiap kantor. Mungkin di tempat lain berbeda cara mengurusnya tapi paling tidak tahu gimana alurnya. (Ochim)

Iklan

About ochimkediri

semoga Allah SWT selalu melindungi setiap perjalananku... Lihat semua pos milik ochimkediri

44 responses to “Pengalaman Mengurus Pindah Kependudukan Antar Kabupaten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: