Tambangan Saat Malam Hari

Perahu tambanganBiasanya saya melewati perahu tambangan di kawasan Papar saat siang atau sore hari jadinya masih keliatan ramai. Namun kondisi berbeda saat saya pulang melintas pada malam hari, belum terlalu malem sih sekitar pukul 19.00. Hal ini karena saat berangkat dari Magetan memang sudah sore sekitar pukul 16.00.

Guyangan

Sampai di Guyangan sudah menjelang maghrib

Pukul 17.45 mampir ke masjid kawasan Loceret untuk jamaah sholat Maghrib dulu. Selesai sholat tiduran sebentar di serambi masjid selama 30 menitan lalu berangkat lagi.

Sebenarnya saat dijalan saya sempat merencanakan untuk ambil jalur Nganjuk – Kertosono – Papar saja karena khawatir resiko lewat tambangan dalam kondisi yang gelap, namun berpikir lagi nantinya malah jarak tempuh jadi agak lama. Ya uwes saya memutuskan untuk lewat tambangan saja yaitu lewat jalur Nganjuk – Loceret – Tanjunganom – Prambon (tambangan) – Papar. Setelah sampai di tambangan, kawasan tersebut memang sepi dan gelap walaupun ada lampu penerangan jalan namun masih kurang.

Yang buat saya agak khawatir, saat melintas nanti terjadi sesuatu yang nggak diinginkan misalnya jembatan yang terbuat dari bambu ambrol dan nggak ada orang, atau tiba-tiba aliran sungai datang, kan nggak begitu terlihat apalagi suasananya sepi, hanya ada petugas yang jaga retribusi di ujung jembatan. Wah jadi takut sendiri kalau lewat sini saat malam hari. (Ochim)

About ochimkediri

Seorang Adam yang lahir di Malang dan tinggal di Kediri Lihat semua pos milik ochimkediri

14 responses to “Tambangan Saat Malam Hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: