Susahnya Transportasi Umum di Magetan

Satu lagi cerita tentang transportasi umum yang bener-bener nggak bisa diandalkan. Biasanya saya kemana-mana naik motor tapi kali ini iseng pengen naik bis saja. Hari minggu kemarin 19/05 saat saya pulang dari rumah nyonya di Magetan sekitar pukul 16.00, rencananya diantar nyonya motoran sampai ke terminal Magetan, tapi setelah sampai terminal, suasananya kok sepi banget. Nggak ada bis, penjual asongan, bahkan orang lalu lalang pun nggak ada. Bener-bener sepi seperti terminal nggak terpakai.

Rencananya saya naik bis kecil jurusan Magetan-Madiun lalu turun Terminal Maospati, sebelumnya saya sudah tahu kalau untuk sore hari di Terminal Magetan sudah nggak ada bis besar jurusan ke luar kota. Jadi setelah naik bis kecil lalu turun terminal Maospati untuk oper ke bis besar jurusan ke Surabaya, saya turun Jombang. Tapi kenyataannya malah terminal Magetan sepi banget, padahal paginya saat saya turun dari bis Restu Jurusan Dampit-Surabaya-Magetan, terminal Magetan masih ramai seperti pada umumnya.

Lalu nyonya menawarkan untuk mengantar saya sampai ke terminal Maospati yang memang di lewati bis-bis besar jurusan ke kota-kota Jawa Tengah dan Jawa Timur. Awalnya saya mengiyakan tapi kok lama-lama nanti nyonya pulangnya kejauhan, belum lagi saat itu sudah sore pukul 17.00 dan cuacanya sangat mendung. Lalu saya putuskan untuk cari ojek saja di sekitar pasar Baru Magetan untuk mengantar saya ke terminal Maospati yang berjarak kurang lebih 15 km.

Setelah ketemu tukang ojek, saya bilang tujuan saya dan menanyakan ongkosnya, doi bilang… 20 ribu perak?!! what?!😯 modiaarrr…tenan…ongkosnya mahal banget, padahal kalau naik bis nggak sampai 5 rb, yowes lah…nggak ada pilihan lain, cuma ojek saja yang bisa mengantar saya sampai  ke terminal Maospati.

Pamit ke Nyonya dan pesan untuk segera kabari saya kalau sudah sampai rumah, lalu saya naik motor tukang ojek dan langsung tancap gas menuju Terminal Maospati dengan kecepatan rata-rata 80 kpj, ediaan…kenceng juga nih, saya nggak menegurnya karena menginginkan cepet sampai di tujuan, cuacanya sudah mendung gelap, sempat grimis mengguyur namun sang rider tetap menggeber motornya. Meliuk-liuk, selap-selip mendahului kendaraan di depannya.

Pukul 17.26 sudah sampai di terminal Maospati lalu mengeluarkan duit 20rb perak ke tukang ojek dengan berat hati. “wes matur nuwun, grimis gini ngati-ngati pak…” lalu tukang ojek berlalu dari pandangan. Kemudian saya niatkan untuk menjamak sholat Maghrib dengan Isya’ dikerjakan di waktu Isya’ atau Jamak Ta’khir, lalu saya menuju ke depan gerbang Terminal untuk menunggu bis, karena katanya kalau sudah menjelang malam gini, bis besar nggak mau masuk terminal.

Pukul 17.35 dari kejauhan terlihat bis Mira dari Yogyakarta menuju Surabaya, siap-siap naik sambil berharap masih ada tempat duduk kosong untuk saya. Bis berhenti di depan saya, langsung masuk di pintu belakang bersama penumpang lain, lalu menyapu pandangan mencari tempat duduk, yup…dapet juga, menaruh pantat dengan perasaan lega, Alhamdulillah dapat duduk, bersiap melakukan perjalanan ke Jombang kurang lebih 2,5 jam.

Last… sudah bisa diperkirakan bahwa sepinya transportasi umum sekarang ini ditengarai karena masyarakat banyak yang sudah mampu untuk meminang motor sebagai transportasi utamanya, apalagi ditambahi dengan sistem kredit yang lebih murah, bahkan hanya dengan uang muka ratusan ribu rupiah, sudah bisa memboyong motor idamannya. Sehingga lambat laut terjadi peralihan transportasi besar-besaran dari kendaraan umum ke pribadi. (Ochim)

About ochimkediri

Seorang Adam yang lahir di Malang dan tinggal di Kediri Lihat semua pos milik ochimkediri

10 responses to “Susahnya Transportasi Umum di Magetan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: