Bagaimana Hukumnya Jika Jamaah Sholat Jumat Kurang dari 40 Orang?

Hari ini Jumat 08/02,  saya melakukan perjalanan menuju kota Malang berangkat dari rumah Kandangan. Perjalanan menggunakan motor kurang lebih menempuh waktu 1,5 jam dengan jarak 68 km. Saya berangkat pukul 11.30, rencananya mau ikut sholat Jum’at di jalan saja. Ketika perjalanan sampai di daerah Ngantang pada pukul 12.00, saya mampir di masjid yang bangunannya relatif kecil namun bertingkat. Parkirin motor dulu lalu menuju tempat wudhu dan bergabung dengan jamaah yang lain yang sedang mendengarkan Khutbah. Tak lupa sebelumnya sholat sunah Tahiyatul Masjid.

Posisi duduk saya waktu di dalam masjid berada paling belakang dan otomatis terlihat seluruh jamaah yang duduk di depan saya. Kok cuma sedikit ya, setelah khutbah kedua, saya iseng menghitung jumlah jamaahnya dan ternyata hanya 34 orang. Setelah Iqomah pun hanya bertambah 3 orang jadi seluruhnya 37 orang saja. Padahal setahu saya untuk melaksanakan sholat Jumat, jumlah minimal jamaahnya adalah 40 orang.  Nah loh…apakah sholat jumat saya barusan tidak sah?

Lalu saya coba bertanya ke Bapak saya yang kebetulan guru Agama, ternyata sholat saya tetap sah. Karena ada beberapa pendapat dari para Imam Mazhab, yang menyatakan bahwa jumlah jamaah sholat jumat minimal adalah 3 orang. Yaitu pendapat dari kalangan Mazhab Al-Hanafiyah. Kalangan ini mengacu pada pengertian ‘bahasa’ tentang sebuah jama’ah. Yaitu bahwa yang bisa dikatakan jama’ah itu adalah minimal tiga orang.

Mereka juga berpendapat bahwa tidak ada nash (lafadz yang jelas) dalam Al-Qur’an yang mengharuskan jumlah tertentu kecuali perintah itu dalam bentuk jama’. Sedangkan dalam kaidah Bahasa Arab, kata jama’ adalah isim (sebuah tulisan atau kalimat) yang bermakna tiga atau lebih.

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum`at, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(QS. Al-Jumu’ah: 9)

Menurut mereka, kata ‘kalian’ disitu tidak menyebutkan berapa jumlah jamaah Jumat, jadi mereka menganggap bahwa jumlah jamaah Jumat ya 3  orang, karena sudah mencukupi makna jama’. Sedangkan dalam Bahasa Arab, jama’adalah isim yang bermakna tiga atau lebih.

Lalu ada lagi pendapat dari kalangan Al-Malikiyah, Asy-syafi’iyah dan Al-Hanabilah yang tentunya panjang lebar penjelasannya mengenai perbedaan jumlah jamaah sholat Jumat, tentunya di dasarkan pada dalil-dalil yang tidak terbantahkan. Tinggal kita meyakini yang mana yang harus kita ikuti dari beberapa Imam Mazhab, dan kita tidak perlu mempermasalahkan perbedaan yang ada diantara umat Islam. (Ochim)

Iklan

About ochimkediri

semoga Allah SWT selalu melindungi setiap perjalananku... Lihat semua pos milik ochimkediri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: