Luntang – Lantung Di Kota Kediri

Kemarin Pagi sekitar jam 8-an, mendadak saya ditugaskan Pak Kepsek untuk mengikuti acara Sosialisasi PP. No. 56 tahun 2012 di Gedung Bhagawanta Bari kawasan Jalan Pamenang. Yowes langsung cabut menuju Kediri Kota menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit saja. Setelah sampai dan parkirin motor di depan gedung, saya langsung masuk dan isi absen di depan pintu masuk. Panitia kemudian memberikan map yang berisi makalah serta buku catatan dan juga ada makanan ringan dalam kotak kecil, lumayanlah tadi belum sarapan.

Ternyata acara sosialisasi berlangsung cukup singkat, hanya 2 jam saja seorang narasumber menyampaikan materinya, tidak ada yang lain lagi. Lah…trus? masih pagi sekitar jam 10 masa’ mo langsung balik, iseng-iseng muter kota dulu saja menikmati keramaian.

Gapura Kota KediriBerjalan ke barat melewati Tepus lalu ke selatan jalan pelan-pelan saja melewati Gapura wilayah Kota Kediri.  Dari sini kendaraan masih ramai lancar sampai di Stadion Brawijaya, belok kanan melewati jalan P. Kusuma Bangsa terus ke barat sampai perempatan Jalan Dhoho belok kiri. Di pusat perbelanjaan sepanjang Jalan Dhoho ini sempat tergoda untuk mampir ke sebuah toko baju tapi nggak jadi, soale nggak bawa duit lebih, hehe.Jalan Dhoho

Lanjut jalan ke selatan menuju alun-alun dan brenti di prempatan karena lampu menyala merah. Setelah lampu nyala hijau langsung geser tombol sein ke kanan, motor berjalan ke arah Bandar dengan melewati jembatan menyeberangi sungai Brantas yang membelah Kota Kediri. Dari sini banyak kendaraan yang  berjalan mulai melambat karena ada dua perempatan yang berdekatan sehingga kendaraan jadi menumpuk. Foto_0875

Sempat bertemu bis Harapan Jaya ATB jurusan Surabaya – Trenggalek dengan desain bodi terbaru karoseri Tentrem yang bernama Actor, waah…tampak depan jadi kelihatan sangar.Harapan jaya bodi actor

Di prempatan Bandar lalu belok kanan lagi menuju utara sampai ketemu bundaran Sekartaji lalu balik ke arah timur menuju jembatan lama. Sempat melihat di sebelah utara jembatan tersebut sedang di bangun jembatan baru. Dari jembatan lama ini lalu belok  ke kiri dan berjalan ke utara sampai menemui pertigaan kantor pos besar belok kanan melewati jalur satu arah ke timur. Karena sudah mulai bosan, ketika sampai di pertigaan Kuwak, belok kiri langsung pulang menuju sekolahan di Puncu dengan menempuh jarak kurang lebih 35 km dan kecepatan rata-rata 80 km/jam. (Ochim)

Iklan

About ochimkediri

semoga Allah SWT selalu melindungi setiap perjalananku... Lihat semua pos milik ochimkediri

24 responses to “Luntang – Lantung Di Kota Kediri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: