Hadeuuh…Premium Naek lagi…

ngisi bensinMemang nggak banyak, cuma naek 500 jadi 7300 perak untuk premium, tapi cukup terasa bagi saya yang setiap hari riding menempuh perjalanan 118 km sekali PP. Belum lagi nantinya harga kebutuhan pokok juga bakal naik. Saya bener-bener nggak ngerti dengan kebijakan pemerintah yang sekarang, nggak ada yang pro rakyat. Saya hanya orang awam yang menginginkan kebijakan yang (Ochim)


Bis dan Travel Paling Sengsara di Jawa Timur

Patas Rukun Jaya

Bis Patas Rukun Jaya Jurusan Surabaya – Pare – Wates – Blitar

Kalau saya boleh berpendapat, sepertinya bis Patas dan travel Jatim ini paling sengsara di jalurnya, yaitu bis Patas Rukun Jaya dan Travel Joy, Friends, dll. Mereka adalah transportasi umum yang menghuni jurusan Surabaya – Blitar via Pare. Lalu sengsaranya dimana? Sengsaranya ya infrastruktur jalan yang mereka liwati setiap harinya, mereka harus melewati jalan yang sebagian rusak parah, jalan sempit, berlubang dan bergelombang.

Travel Friends

Travel Friends Jurusan Surabaya – Blitar melintas di kawasan Bareng

Untuk jalur bis Patas, yaitu di kawasan Pare ke selatan seperti Wates, Patok sampai ke selatan arah Blitar. Lalu untuk Travel lebih sengsara lagi, mulai dari jalan raya Mojoagung nyempal ke kiri ambil jalur Mojowarno/Bareng dan Ngoro, wilayah tersebut jalannya sempit, banyak lubang dan kontur jalan bergelombang. Kemudian melewati Pare ke selatan melalui Wates, Patok sampai ke Blitar.

Jalan di kawasan nglegok blitar

Jalan berlubang di jalur Wates – Blitar

Untung saja jumlah penumpang untuk Bis Patas dan Travel ini masih banyak, hal ini bisa saya lihat banyaknya travel yang wara-wiri di jalur ini dengan jarak perjalanan travel satu sama lain sangat dekat, kondisi penumpang juga terlihat penuh. Nah dengan masih banyaknya penumpang yang memakai jasa mereka, itu berarti jalur tersebut masih dianggap menguntungkan walaupun dengan kondisi jalan yang rusak di beberapa titik. Padahal sebenarnya jika kendaraan terlalu sering melewati jalan rusak, tentunya masa pakai part kaki-kaki kendaraan cepat habis alias mudah rusak.

Travel Joyfull di SPBU Sumberboto

Travel Joyfull jurusan Surabaya – Blitar brenti di rest area Sumberboto

Saya pernah brenti di SPBU kawasan Sumberboto yang kebetulan jadi rest area para Travel jurusan Blitar – Surabaya, jumlah penumpang terlihat lumayan banyak serta travel yang berjajar bisa sampai 5 unit. Begitu juga dengan kondisi Bis Patas Rukun Jaya, kondisi penumpang masih cukup banyak apalagi saat weekend. Btw…adakah yang lebih sengsara dari Bis dan Travel ini di Jawa Timur?? mohon ditambahi. (Ochim)


Ketika Sudah Menikah, Rider Motor Sport Bakal Berpindah ke Bebek atau Matic

Tiger revo dijualMelihat postingan di grup jual beli motor plat AG, ada yang menarik perhatian saya, yaitu seorang rider penunggang Honda Tiger Revo yang menjual motornya karena alasan sudah menikah atau punya anak, kemudian doi mencari penggantinya dengan motor bebek atau matic. Hal yang hampir sama dengan beberapa temen saya yang kebetulan awalnya rider motor sport lalu setelah menikah dan punya anak, beralih juga ke motor bebek atau matic sebagai transportasi harian.

Banyak alasan yang melatarbelakanginya, beberapa yang saya tahu mereka mengganti motor sportnya karena nantinya istri biar bisa make juga untuk beraktifitas, kan ribet juga kalau istri pakai motor berkopling apalagi bobot motornya tergolong berat. Kecuali cewek yang dulunya pengguna motor berkopling, itu mah nggak masalah.

Alasan yang lain adalah biar gampang bawa anak yang masih balita/anak-anak beserta barang bawaan anak yang begitu banyak, tahu sendiri kan kalau barang-barang keperluan bayi itu banyak banget, kalau dimasukin tas sudah kayak mau pindahan :P Nah motor bebek atau matic ini sangat ideal untuk mengakomodasi semua kebutuhan rider yang baru menikah dan punya anak. Tapi semua itu tentunya nggak berlaku bagi seseorang yang punya dana lebih, kan bisa beli motor lagi macam bebek atau matic. (Ochim)


Puspa Indah Ngetem Terlalu Lama di Terminal Jombang

Bis Puspa Indah

Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan dari Kota Mojokerto menuju Kandangan, namun perjalanan kemarin itu saya naik bis. Berangkat pagi-pagi sekali habis subuh, hingga sampai di terminal Jombang pukul 05.50 lalu oper bis kecil Puspa Indah jurusan Jombang – Malang.

Terlihat dari kejauhan nampak Puspa Indah lagi ngetem di jalur keberangkatan, siip…berarti nggak lama lagi akan berangkat. Karena saya juga lagi buru-buru mau ke sekolah, jadi berharap banget bis ini segera berangkat. Saya masuk ke dalam bis dan duduk di bangku paling belakang, cuma ada 3 orang di dalam bis termasuk saya.

Kabin Bis Puspa IndahSuasana terminal sangat sepi, nggak banyak calon penumpang yang lagi nungguin bis di beberapa jalur keberangkatan. Saya jadi inget dulu waktu masih kecil, suasana terminal Jombang dulu sangat ramai, banyak bis keluar masuk terminal lalu penumpang juga banyak yang sedang menunggu bis. Namun sangat berbeda dengan kondisi sekarang, sangat sepi dan hanya waktu liburan saja tampak ramai.

Setengah jam sudah saya menunggu namun belum ada tanda-tanda mau berangkat, mulai bosan dan khawatir kalau bakal terlambat sampai sekolah. Saya keluar dari bis dan hanya duduk-duduk saja bersama beberapa penjual asongan.

Lalu kembali masuk bis, mengusir bosan saya jepret-jepret bis yang lewat…

Bis Sugeng Rahayu

Bis Restu di Terminal Jombang

Bis Sugeng Rahayu2

Terminal Kepuhsari JombangHingga akhirnya pukul 06.55 bis bergerak pelan keluar terminal. eh..lhadalah…brenti lagi masih nyari penumpang di depan terminal, sekitar 1o menitan lalu bis mulai berjalan lagi, melewati jalur pinggiran kota, kampus Undar, Stasiun Jombang belok kiri arah selatan, melewati kawasan makam Gus Dur di Tebuireng kemudian lurus saja sampai di pasar Kandangan saya minta turun, pukul 07.35 saya baru sampai dirumah lalu siap-siap berangkat ke sekolah. Sudah pasti saya datang telat gara-gara terkatung-katung di terminal Jombang. (Ochim)


Menahan Diri Untuk Tetap Pada 70km/jam

speedometer suprax125Semakin kemari, volume kendaraan dijalan semakin bertambah banyak, tambah sesak dijalan. Iya, pertumbuhan kendaraan dewasa ini memang menggila, per tahun bisa sampai sekian juta, namun hal ini tidak dibarengi dengan sarana dan infrastruktur jalan yang memadai, misalnya saja pelebaran jalan ataupun penambahan lahan jalan di jalur yang dianggap sibuk.

Supra x 125 dan sayaSituasi tersebut memberikan efek yang fatal yaitu jumlah kasus kecelakaan yang terus meningkat, apalagi sikap para pengendaranya yang nggak disiplin, mental pelanggar serta sikap arogan yang turut memicu jumlah angka kecelakaan di negeri ini semakin bertambah. Hampir setiap hari saya menemui beberapa kasus kecelakaan di portal berita yang melibatkan kendaraan roda dua maupun lebih, cukup membuat saya ngeri juga.

Jaya tabrakan dengan truk, di duga karena Jaya ngeyel menyalip kendaraan di depannya saat arah lawan ada kendaraan

Po. Jaya tabrakan dengan truk, di duga karena Jaya ngeyel menyalip kendaraan di depannya saat arah lawan ada kendaraan

Hingga akhirnya tumbuh keinginan untuk selalu menahan diri, menahan emosi untuk tidak memacu kendaraan pada kecepatan tinggi serta menjaga sikap untuk selalu berkendara yang aman dan nyaman. Jalan sudah terlampau sesak dan padat oleh kendaraan, paling tidak riding pada kecepatan 60-70 kpj saat dijalan raya atau bypass, itu sudah cukup aman. Yaa..bolehlah menyentuh 80 kpj tapi pada saat mendahului saja.

Biarkan mereka yang menyalip, melakukan manuver berbahaya, menarik grip gas dalam-dalam hanya untuk memuaskan nafsu pada kecepatan, yang penting saya riding dengan nyaman dan tenang. (Ochim)


Sopir Esteem yang Manja

Suzuki EsteemSaya paling nggak suka liat orang kayak gitu, pengendara mobil yang males turun saat ngisi BBM. Kok kayaknya enak banget idupnya, manja banget, maunya dilayani, seperti dalam foto yang pernah saya jepret di SPBU Kepung-Kediri. Mobil Suzuki Esteem lagi ngisi bensin sementara sopirnya masih pada posisinya di dalam mobil sampai selesai ngisi.

Doi brenti pada posisinya tersebut tanpa turun dari mobil sambil ngomong ke petugas SPBU untuk meminta diisikan bensin. Memang sih beberapa mobil terdapat fitur tuas pembuka tanki bensin dari kokpit, tapi apa ya harus tetep stay di dalam mobil? akan lebih sopan jika saat membayar ke petugas anda turun dari mobil. (Ochim)


Istirahat Sambil Njajan Pentol di SPBU Trowulan

Penjual Pentol di SPBU TrowulanKetika sudah merasa capek dijalan, memang lebih baik harus istirahat dulu, tempat yang paling nyaman untuk ngaso kalau lagi dijalan ya di SPBU atau masjid. Nah perjalanan saya dari Puncu menuju Mojokerto kadang saya selingi dengan beristirahat di Masjid Trowulan yang bersebelahan dengan SPBU.

SPBU Trowulan dekat masjidAsiknya, di masjid maupun SPBU sebelahnya cukup banyak penjual jajanan pentol yang lagi mangkal menyambut para musafir yang lagi mampir. Sekalian saja ngemil pentol, cukupĀ  3000 perak saja sudah banyak. Oiya kebetulan di SPBU ini cuma 1 orang penjualnya. (Ochim)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 300 pengikut lainnya.