Marhaban Ya Ramadhan…

Marhaban Ya Ramadhan… Alhamdulillah besok sudah puasa bulan ramadhan, Jumat tanggal 24 april 2020. Namun kali ini sangat berbeda, biasanya awal bulan ramadhan ada libur awal puasa selama 3 hari dan selalu saya buat mudik kerumah mertua atau kerumah orang tua, sekarang nggak mudik kemana-mana, ya melihat situasi saat ini yang memang nggak memungkinkan, wabah covid 19 ini masih belum reda. Jadi sementara tahan dulu keinginan mudiknya dan sepertinya sampai hari raya Idul Fitri nanti.

Kemudian yang berbeda lagi adalah pelaksanaan ibadah sholat tarawih yang biasanya kita laksanakan di masjid-masjid ataupun mushola, sekarang untuk sementara tarawih dirumah saja bersama keluarga.

Saya berharap mudah-mudahan wabah ini akan segera berakhir dan kita semuanya bisa melakukan aktivitas normal seperti biasanya. (Ochim)


Perbaikan Awal Vario 125

Honda Vario 125 Tahun 2018melanjutkan artikel yang ini, jadi setelah si Vario ngandang dirumah, besoknya langsung dibawa ke bengkel ahass deket rumah untuk diservis, penggantian oli, lalu menyampaikan keluhan yaitu tarikan awal terasa berat dan ada getarannya, pas dituntun juga terasa ada suara “kretek-kretek”.

Ketika proses perbaikan ini, mekanik mengecek seluruh bagian motor kemudian memberikan catatan bahwa ada beberapa part yang harus diganti jika motor ingin bener-bener fit, namun karena menurut saya masih belum perlu untuk diganti, jadi nggak semuanya saya penuhi, bertahap dulu, mungkin pas servis berikutnya. Berikut ini rincian servis dan penggantian part Vario yang sudah dikerjakan:
1. ganti oli MPX 2 0.8 liter 43.000
2. ganti oli transmisi 15.000
3. ganti filter udara 56.000
4. ganti v-belt kit 225.000
5. ganti face komp 80.000
6. ganti face drive 45.000
7. paket injector cleaner 20.000
8. benah kabel 35.000
9. tune up 50.000

menurut mekaniknya, untuk mesin masih bagus hanya di bagian CVT saja yang perlu perbaikan. Masalah tarikan awal yang agak berat sudah teratasi dengan penggantian face komp dan face drive, tinggal getaran saja yang terasa pas tarikan awal.

Tapi, beberapa minggu kemudian ketika dipakai lama-lama kok getarannya semakin kerasa ke seluruh bodi motor, utamanya ya pas tarikan awal dari posisi berhenti mau jalan. Akhirnya bawa ke bengkel ahass lagi.

Mekanik langsung membongkar bagian CVT dan ternyata perlu penggantian part as secondary, ini sudah disampaikan sama mekanik pas servis awal tadi bahwa memang ada masalah disana. Penggantian as ini sekalian diikuti part laker-laker yang masih satu set dengan as.

Berikut ini rincian perbaikan kedua:
1. Paket laker secondary 160.000
2. as secondary vario 125 145.000
3. Laker bak CVT 80.000
4. Laker 6204 28.000
5. Seal as secondary 10.000
6. Piece slide vario 125 12.000
7. Jasa penggantian part 35.000

Penggantian part vario 125Nggak nyangka ternyata biaya perbaikan Vario ini cukup banyak, dengan usia motor 2 tahun dan telah mengaspal sejauh 40.000an km, bener-bener motor capek kayaknya. Sekarang sudah tinggal pakai dan siap riding kemana saja tanpa PR lagi. Memang motor matik itu seperti merawat 2 mesin, mesin utama dan komponen CVT dengan segala part pendukungnya. (Ochim)


Selamat Datang Honda Vario 125 CBS ISS

Honda Vario 125 Tahun 2018Beberapa waktu lalu tepatnya di pertengahan bulan februari, ortu baru saja nebus motor bekas berupa matik Honda Vario 125 CBS ISS Tahun 2018, odometer dapet di angka 40 ribuan, terlalu banyak sebenarnya mengingat usia motor masih 2 tahun.

Kenapa pilih Vario ini? pertama karena bodi matik ini sangat ideal, nggak terlalu kecil ataupun bongsor. Kedua, bagasi sangat luas bisa nyimpan barang bawaan lebih banyak, ketiga, setelah melihat beberapa review mengenai konsumsi bbm, matik honda vario ini termasuk irit, kebetulan sudah pernah saya pakai aktivitas kerja selama 1 minggu dan terasa iritnya, ya meskipun belum saya tes secara khusus dengan metode full to full.

Sebenarnya kalau desain bodi, masih bagusan yang Vario 125 gen awal, ini masalah selera sih, tiap orang beda-beda, tapi karena mau nyari yang tahun muda akhirnya pilihan jatuh pada Vario 2018 ini.

Kondisi motor masih mulus, semua panel masih berfungsi, seperti lampu utama, pengereman juga masih bagus, ban tebal, lampu sein sudah dirubah sama pemilik sebelumnya jadi kedip cepat ala bis malam, lampu belakang mode berkedip juga. Namun untuk CVT sepertinya bermasalah karena tarikan awal terasa berat, grip gas harus diplintir agak dalam baru motor mulai bergerak, Kemudian fitur idling stop juga nggak aktif. Last… artikel selanjutnya akan membahas perbaikan honda vario yang sudah dilakukan di bengkel ahass. (Ochim)


Koleksi Kaset-kasetku

Koleksi Kaset PitaPas lagi dengerin lagu-lagu jadul di yotube, tiba-tiba saja kok teringat semua kaset lamaku yang tersimpan di dalam kardus. Lalu saya beranjak buka dan melihat-lihat kondisinya, memang selama ini nggak begitu saya perhatikan, jadi banyak yang kotor.

Awalnya dulu tersimpan lama di lemari kamarku sampai akhirnya lemari rusak kena rayap dan saya nggak tahu kalau di belakang lemari lagi diserang rayap tersebut, sehingga kaset-kaset ini jadi banyak yang kotor. Kemudian kaset-kaset itu saya “evakuasi” dipindah ke tempat lain yaitu dibawah rak televisi. Disana lagi-lagi saya nggak begitu memperhatikan, jadi ketika ada perpindahan barang-barang di sekitar rak televisi, si kaset ini sebagian tercecer dan ditata seadanya saja, nggak tahu dulu siapa yang mindahin.

Hingga akhirnya yang terakhir ini harus di jaga baik-baik karena memang banyak kenangannya dan tentu saja sekarang sudah jadi barang langka yang harus dilestarikan keberadaannya. Ya kemajuan teknologi di era sekarang ini lambat laun menggeser mereka dan digantikan dengan teknologi digital.

Banyak platform yang bisa diakses untuk mendengarkan lagu dengan mudah seperti di youtube atau media lain yang bias di download dengan format MP3. Kalau saya ingat-ingat, perubahan era digital musik ini dimulai sekitar tahun 2004-2005. Karena waktu itu saya sudah mengenal MP3 hasil download dari internet, sedangkan saya terakhir beli kaset kalau nggak salah tahun 2002 waktu beli kaset album The Best of GIGI dan kaset Dewa album Cintailah Cinta.

Kaset-kaset ini saya beli waktu masih sekolah MTs tahun 2000-2002 dan 90% asli bukan bajakan, waktu itu memang saya lagi seneng-senengnya sama lagu-lagu yang lagi hits di jaman itu. Beruntung sekali masa remaja saya tumbuh diiringi dengan lagu berkualitas dari musisi Indonesia. Kemudian toko kaset yang selalu jadi langganan saya untuk beli adalah Toko Audio yang berada di Kota Pare, sekitar 2 km dari sekolah saya yang sebelahan dengan Stadion Canda Bhirawa.

Untuk kaset yang pertama kali saya beli adalah album Stinky yang pertama dan waktu itu masih kelas 6 SD, saya beli bajakan di toko milik saudara temen SD, hahaha nggak tahu harganya pokoknya nggak sampai 5000. Sedangkan kaset-kaset yang asli harganya kisaran 14.000 sampai yang paling mahal di harga 21.000, yang paling mahal yaitu kaset Bonjovi Album Crossroad dan ini adalah kaset satu-satunya band luar negeri yang pernah saya beli.

Last, semoga saya bisa merawat baik-baik kaset yang saya kumpulkan sejak remaja ini, nyesel banget nggak begitu memperhatikan sampai banyak yang hilang, ya sayang banget kan karena dulu belinya dari baru hasil dari nabung, ya ada yang minta dari ortu sih…. 😛(Ochim)


Kue Petulo Di Kota Mojokerto

Kue Petulo di Mojokerto 2Beberapa hari lalu pas pulang dari sekolah sekitar pukul 13.00, sengaja ambil jalan yang nggak seperti biasanya saya lewati, kali ini saya masuk di tengah kota Mojokerto. Biasanya sih hanya lewat pinggiran kota yaitu di jalan Brawijaya lalu lurus sampai ketemu jembatan Padangan saya belok kiri dan sudah masuk wilayah Kabupaten.

Ya kali ini mumpung lagi diluar rumah sekalian saya jalan-jalan saja lihat suasana kota yang masih tampak ramai, maklum beberapa minggu bertahan dirumah cukup membuat saya bosan. Semoga pandemi virus corona ini segera berakhir dari Negara kita.

ketika sampai di jalan Jenderal Sudirman kawasan Jagalan, saya lihat penjual petulo pakai rombong becak lagi parkir di pinggir jalan. Nah mumpung ketemu saya mampir untuk beli 2 bungkus saja, harga per porsinya cuma 5000.

Oya saya udah pernah beberapa kali beli petulo di bapak ini, ketemunya ya pas nggak sengaja gini, kebetulan petulo ini enak dan cocok di lidah saya, sayangnya bapaknya ini jualannya keliling makanya cukup sulit dicari. Misalnya mangkal gitu kan gampang, katanya sih karena nggak banyak yang suka makanya dia keliling nyari pelanggan.

Sebenarnya ada lagi penjual petulo lain yang pakai gerobak dan mangkalnya tetap di jalan Mojopahit Kota Mojokerto, tapi menurutku lebih enak yang ini. Selama tinggal di Mojokerto sejak tahun 2014, hanya 2 penjual petulo ini yang saya temui.

Tapi kemarin pas ngobrol-ngobrol bapaknya baru bilang biasanya pas sore sebelum pulang, mangkal agak lama di depan toko kain Flores di jalan Mojopahit sekitar jam 16.30, katanya jam segitu lagi ramainya jalan mojopahit karena jam pulang kerja orang-orang dari arah utara atau dari arah jembatan Padangan menuju ke selatan, jadi jam segitu dia “nyegat” atau memanfaatkan momen itu untuk menjajakan dagangannya. Semoga lain kali kalau mau nyari bapak ini bisa langsung ketemu di depan toko Flores. (Ochim)


Pengalaman Kedua Mengikuti Tes CPNS di Kantor BKN Kanreg II Surabaya

Gedung BKN Kanreg II SurabayaBeberapa waktu lalu, saya kembali ke Gedung BKN Kanreg II setelah 6 tahun lalu kesini, masih dengan misi yg sama yaitu berburu NIP alias mengikuti tes cpns dengan metode CAT. kalau dulu tahun 2014 saya ikut pemda lamongan, sekarang ikut tes cpns di Kemenag dan di jadwalkan waktu tes pada sesi 1 yaitu pukul 08.00-09.30.

Awalnya saya berharap bakal dapat jadwal sesi 2 atau 3, karena harapannya waktu berangkatnya tidak terlalu ngoyo atau buru-buru, tapi malah dapat sesi 1, ya sudah harus atur strategi.

Berangkat sebelum waktu subuh, dari rumah Mojokerto ke Surabaya sebenarnya deket sih, tapi saya maunya sampe sana masih ada waktu untuk istirahat dan juga memyempatkan belajar, selain itu juga mengantisipasi kalau misalnya ada halangan di jalan seperti macet atau hal lain yang bisa membuat saya terlambat.

Pukul 04.12 saya berangkat, riding dengan kecepatan 50-60 kpj sambil pandangan fokus ke depan, karena jalur Mojokerto – Surabaya terdapat banyak lubang cukup dalam, apalagi di kawasan Balongbendo – Krian.

Pukul 04.45 mampir di masjid hijau di kawasan Taman untuk sholat subuh, kemudian lanjut perjalanan lagi.

Sampai di bunderan Waru, lalu belok kanan ambil arah Sidoarjo, kendaraan sudah tampak ramai namun masih lancar, sempat tersendat di kawasan bawah jembatan layang waru karena ada aktivitas pasar tumpah, lepas itu lancar. Sampai di bunderan aloha saya putar balik arah Surabaya, nggak sampai 2 km ada gedung BKN kanreg II di kiri jalan, namun saya mampir SPBU dulu di sebelum kantor BKN untuk istirahat sambil nunggu waktu mendekati waktu tes.

Pukul 6.45 saya beranjak ke gedung BKN lalu antri registrasi di pintu masuk bersama peserta lain. Dari sini semua barang yang kita bawa harus dititipkan, termasuk barang yang ada logamnya kayak kontak motor, sabuk, perhiasan, dll. Hanya KTP dan kartu peserta yang boleh dibawa ke ruang ujian.

Pukul 9.45 saya keluar ruangan sambil bernafas lega karena Alhamdulillah bisa lolos passing grade, sekarang tinggal banyak berdoa mudah-mudahan bisa lolos ke tahap selanjutnya. (Ochim)


Yamaha NJMX Ganti Kones

Beberapa waktu lalu pas hari sabtu lagi nggak kerja, saya bawa motor NJMX ini ke bengkel untuk mengeluhkan bagian setir yang terasa oblak, dulu sudah pernah diperbaiki tapi balik lagi. Selain itu juga mau menaikkan shock depan yang memang sejak awal beli dulu posisinya dibuat agak turun oleh pemilik sebelumnya.

Sampai di bengkel, motor langsung di preteli, lumayan banyak yang harus dibongkar, selain bagian setir dan dada, juga melepas cover bodi samping bagian bawah.

Setelah diperiksa sebentar, mekanik mengata kan kalau konesnya ini sudah waktunya ganti. Ya sudah ganti saja namun di bengkel ini kebetulan adanya part yang KW, sementara saya maunya yang original. Mekaniknya lalu menyarankan untuk beli partnya di toko lain yang ada stok orinya. Ya udah kebetulan juga tokonya deket, jalan kaki saja.

Berikut ini penampakannya…

Dapet di harga 130-an, langsung pasang nggak lama sekitar 30 menit sudah selesai. Untuk biaya ongkos pasangnya kalau nggak salah 40 ribuan. (Ochim)