Mendung, Bikin Mood Hancur Sebelum Riding

Foto awanMemang lagi musim hujan, bisa dipastikan hampir setiap menjelang siang mendung mulai menghiasi langit, apalagi pada saat sore hari. tapi ketika itu harus bepergian naik motor ke suatu tempat, mau nggak mau ya harus tetap berangkat, meskipun jadi nggak semangat setelah lihat mendung. Paling tidak harus sudah antisipasi dengan selalu membawa mantel jika nanti kehujanan dijalan.

jalan mojoagungPernah beberapa waktu yang lalu saya riding sore hari pukul 16.30 dari madiun menuju Kandangan, cuaca cerah, jarak tempuh kurang lebih 116 km. Ketika baru jalan beberapa kilometer dari titik pemberangkatan, saat sampai Nglames melihat langit di sebelah timur sudah mendung gelap, wah kayaknya bakal kehujanan nih, sepertinya di kawasan Caruban. Entah kenapa jadi beda rasanya, perasaan rasanya nggak enak, ngerasa bakal kehujanan.

speedometerYa uwes nggak masalah yang penting sudah bawa mantel lengkap. Ternyata mulai kehujanan di Saradan, hujan turun sangat deras, saya menepi bentar pakai mantel dan melindungi barang bawaan juga, dan langsung geber lagi menuju timur, sukses kehujanan terus sepanjang jalan sampai di tujuan. (Ochim)


“Dihajar” Penjual Bakso Rombong di Songgoriti

Bakso Utama Dewi Sri

Pengalaman ini nggak akan saya lupakan, ini terjadi sudah lama ketika masa-masa terakhir jaman kuliah di Malang. Jadi saat perjalanan pulang dari Malang menuju Kandangan, ketika itu sampai di kawasan songgoriti, saya berhenti untuk beli bakso rombong yang saat itu lagi melintas di pinggir jalan.

Saya bungkus sebanyak 4 porsi, waktu bapak penjual bakso lagi proses meracik 4 bungkus bakso, saya tanya harganya berapa semuanya? Si bapak Cuma bilang “nanti dihitung mas” saya merasa aneh, memangnya kenapa kok dihitung nanti, ya udah saya manut saja nunggu si bapak kelar bungkusin bakso.

Setelah si bapak sudah bungkusin semua bakso pesenan saya, sambil menyerahkan bungkusan bakso dalam kresek, doi bilang “semua 48 ribu mas…” weleeeh??! Saya sempat bengong sebentar lalu dengan tangan berat mencari duit di dompet, ketemu duit 50 ribuan dan saya serahkan ke bapak penjual bakso tersebut, dapat kembalian 2 ribu perak.

Bakso MalangEdiaaan tenan… saya nggak bisa berbuat banyak, 1 porsi bakso dihargai 12 ribu, padahal waktu itu harga standar bakso rombong sekitar 4 – 5 ribuan, ya sudah…terpaksa bayar, la wong baksonya sudah di bungkusin, masa’ nggak dibayar. Mau protes karena terlalu mahal?? halah…saya orangnya nggak mau ribut, apalagi dijalan.

Untuk isinya sih standar bakso rombong tapi kok harganya menggila. Saya yakin ini dikerjain penjual bakso sialan itu. Saya baru inget dulu bapak pernah cerita kalau penjual bakso rombong di kawasan Payung, Batu dan sekitarnya, jika ada penglaju yang lagi beli bakso pinggir jalan, harganya di patok mahal semua. Oleh karena itu kalau mau beli bakso pinggir jalan lebih baik langsung bilang harga yang kita minta di awal pemesanan, misalnya saat datengi penjual bakso langsung bilang “baksonya 5 ribuan pak…” dengan begitu, nanti pas mau bayar ya tinggal bayarin sesuai harga yang kita sebutkan tadi di awal.

Memang nggak semua penjual bakso rombong di kawasan Batu seperti itu, terbukti saya pernah juga mampir beli bakso rombong di halte songgoriti dan penjual bakso rombong di depan hotel-hotel kawasan Batu, tanpa saya meminta harga di awal, si tukang bakso ini mematok harga standar ketika saya mau bayar. Walaupun begitu, kita harus tetap hati-hati jika ingin membeli bakso rombong di kawasan Batu, sebutkan harga sesuai keinginan kita di awal, kalau doi nggak mau ya tinggalkan saja, cari penjual bakso yang lain. (Ochim)


Ini yang Harus Dilakukan Ketika Menerima Ijazah

Contoh ijasah

pict: google

Postingan saya mengenai pengalaman mengurus pengganti ijazah yang keliru, ternyata meninggalkan cerita-cerita permasalahan yang hampir sama dari para pembaca di kolom komentar. Banyak yang menanyakan bagaimana solusi dari permasalahan kekeliruan dalam penulisan ijasah, sebisa mungkin saya menjawab berdasarkan prosedur yang saya ketahui dilingkungan pendidikan, khususnya wilayah Kediri.

Berbagai macam kekeliruan yang mereka ceritakan, ada kasus kesalahan penulisan nama siswa, tanggal lahir, nama orang tua, kurang huruf dalam penulisan data atau permasalahan ijasah yang rusak. Yang saya sesalkan, kesalahan dalam penulisan tersebut kebanyakan mereka ketahui beberapa tahun kemudian. Asumsi saya, ketika pertama kali mereka menerima ijasah, mereka tidak memeriksa dulu mengenai penulisan data/identitas yang bersangkutan. Seharusnya setelah seorang siswa SD/SMP/SMA ataupun ijasah kuliah baru dibagikan atau baru mereka terima, segera periksa data identitas dalam ijasah, apakah ada kekeliruan dalam penulisannya.

Memang dari pihak sekolah sudah melakukan pemeriksaan mengenai identitas siswa, namun nggak ada salahnya kalau kita juga periksa kembali setelah menerima ijasah tersebut. Karena jika kita mengetahui kekeliruan tersebut sejak awal, pihak sekolah masih bisa membenahi lagi dengan menerbitkan ijasah baru (berdasarkan pengalaman saya). Lalu apa sajakah yang harus diperhatikan ketika baru menerima ijasah? Berikut ini saya sebutkan berdasarkan pengalaman kasus kekeliruan yang pernah ada.

  1. Periksa Nama Siswa
  2. Periksa Tempat/Tanggal lahir
  3. Periksa Nomor Peserta Ujian
  4. Periksa Nomor Induk Siswa
  5. Periksa Nama Orang Tua
  6. Periksa Daftar Nilai

Poin diatas adalah yang paling utama, namun nggak ada salahnya diperiksa juga semua data yang telah ditulis tangan.

Nah ketika sudah memeriksa data ijasah dan dianggap sudah benar, segera amankan ijasah anda dengan melakukan press di tempat fotokopi. Cara tersebut untuk menghindari kerusakan ijasah seperti kusut, terlipat, kotor atau basah. Kenapa nggak di laminating? Menurut saya laminating memiliki kelemahan, yaitu seluruh bagian kertas ijasah terlapisi plastik dan itu nggak bisa dikeluarkan lagi, karena plastik merekat kuat secara keseluruhan pada bagian kertas ijasah.

Beda dengan press, kertas ijasah dilapisi plastik namun plastik yang melekat hanya bagian pinggir plastiknya saja, sehingga suatu saat nanti ketika ingin membuka plastiknya masih bisa serta nggak akan merusak kertas ijasah.

Last… itulah yang harus kita cermati ketika baru merima ijasah, harus ada perhatian khusus mengingat ijasah sama saja dengan surat berharga, lalu simpan di tempat aman misalnya di map dokumen atau document keeper. Semoga berguna. (Ochim)


Nasi Goreng Depan Kantor Kecamatan Puncu

warung nasgorEfek belum sarapan, siang jam 12-an saya mulai resah di kantor, perut minta segera diisi. Mau ke kantin tapi males, menunya nggak menarik, pengen makan yang agak enakan dikit. Lalu saya inget sebuah warung namanya Miroso. Menu andalannya nasi dan mie goreng, aneh banget ya, siang-siang ada warung nasi goreng, tapi memang itulah menu yang disediakan oleh warung yang lokasinya bersebelahan dengan kantor Kecamatan Puncu.

Ya uwes langsung ambil kontak lalu menuju parkiran ambil motor, ngacir ke warung Miroso. Riding sekitar 3 km sudah sampai lokasi dan pesen nasi goreng. Begini penampakane…

nasi goreng depan kantor kecamatan puncuRasanya cukup nendang, ada pedes-pedesnya lagi, asik juga siang hari makan nasi goreng, porsinya sangat pas. Kalau harga 8 ribuan saja, pokoknya duit 10 ribu sudah dengan es teh. Monggo yang kebetulan berada di kawasan Puncu mampir nyobain nasi goreng atau mie goreng di warung yang berada tepat di sebelah selatan kantor Kecamatan Puncu. (Ochim)


Hari Senin Pagi, Susah Nyebrang di Jalur Ini

MojokertoSetiap berangkat kerja pada hari senin pagi, saya cukup kesulitan ketika hendak menyeberang di perempatan yang menyerupai huruf X. Perempatan ini berada di bypass Mojokerto, kalau dari arah jombang, sebelum perempatan terminal ada perempatan tanpa traffic light. Jadi yang bikin susah itu karena nggak ada lampu merahnya, sehingga pengendara yang dari arah Kota menuju arah Jombang termasuk saya ini cukup sulit nyebrang, apalagi pada hari senin pagi sekitar jam 6, arus lalu lintas sangat padat di dominasi kendaraan roda dua. Mereka berjalan ngebut, seperti balapan, mungkin mengejar waktu untuk bisa sampai Surabaya tepat waktu.

Karena saat itu adalah arus balik para pekerja yang mencari nafkah di Surabaya. Saking banyaknya motor melintas, pengguna jalan yang mau nyebrang harus menunggu lalu lintas bener-bener sepi. Saya pernah iseng menghitung pada saat mulai berhenti hingga bisa nyebrang, 10 menit saya habiskan hanya diam nggak bergerak menunggu jalan sepi. Karena roda dua yang melintas seperti konvoi, nggak ada putusnya. Beda dengan arah menuju Jombang, lalu lintas lancar.

Biasanya di perempatan ini ada polisi cepek yang membantu mengatur lalu lintas, tapi kalau masih pagi gitu doi nggak ada, mungkin agak siang baru muncul. Jalan satu-satunya ya mungkin saya harus nunut nyebrang di perempatan terminal Mojokerto, karena disana ada lampu merah dan bisa menghentikan para penglaju tersebut. (Ochim)


Tanda Odometer Motor Pernah Dicopot/dimatikan

Speedometer Supra X 125Melanjutkan bahasan yang kemarin, kalau misalnya menemui motor bekas yang mau dibeli dengan odometer rendah, kudu hati-hati, harus lebih detail lagi saat melihatnya. Apakah motor tersebut bener-bener jarang dipakai atau sengaja diputus atau dimunduran angka odometernya.

Pertama yang harus diperhatikan adalah karet pada footstep atau pijakan kaki pengendara, kalau karet tersebut sudah terlihat aus atau tipis, berarti motor tersebut kondisinya sudah jalan jauh, tapi kalau masih tebal bentuknya, bisa jadi motor tersebut memang bener-bener jarang di pakai atau cuma dipakai jarak dekat saja.

Kedua, periksa karet pada handgrip, jika terasa halus dan mengeras, itu berarti sudah sering digenggam, tapi jika terasa kasar seperti kulit jeruk, motor memang jarang dipakai.

Ketiga, Periksa tahun produksi ban, cermati 4 angka pada bibir ban, dari angka tersebut kita tahu tahun berapa ban di produksi. Misalnya tertera angka 3214, itu artinya ban di produksi pada minggu ke 32 pada tahun 2014. Sedangkan motor yang mau dibeli produksi tahun 2012 misalnya, itu artinya sudah pernah ganti ban sejak motor baru tahun 2012.

Keempat, pastikan kondisi baut masih sempurna khususnya pada mesin motor. Saat motor baru keluar dari pabrik, harus melewati quality control untuk memastikan motor tersebut sudah layak atau belum untuk di distribusikan ke dealer-dealer. Pengecekan ini mulai sasis, kelistrikan sampai ke baut-baut mesin. Nah ketika sudah melewati quality control, pada baut-baut tersebut terdapat cat untuk menandai bahwa motor tersebut sudah melalui inspeksi keseluruhan. Jika cat pada baut tersebut terkelupas atau hilang, berarti mesin pernah dibongkar. Motor dengan odometer rendah nggak mungkin mengalami pembongkaran baut mesin.

Kelima, perhatikan kabel speedometer, jika pada ujung baut speedometer bagian roda sudah ada luka, itu berarti sudah pernah dibongkar atau dilepas.

Last… itulah beberapa hal yang harus diperhatikan para pembeli motor bekas saat menemui motor dengan odometer rendah. Harus lebih teliti lagi lihatnya, apakah bener-bener jarang dipakai atau malah ada rekayasa odometer dengan memundurkan atau pernah di matikan. (Ochim)

sumber: disini


Pengaruh Angka Odometer Terhadap Minat Pembeli Motor Bekas

speedo baruSeperti yang telah kita ketahui, odometer terdapat pada panel speedometer yang fungsinya sebagai penunjuk jarak yang telah ditempuh oleh kendaraan bermotor, bisa juga fungsinya untuk patokan penggantian oli. Nah ternyata jumlah angka odometer tersebut juga jadi bahan pertimbangan bagi calon pembeli motor/mobil bekas. Jika angka odometer terbilang tinggi alias banyak, calon pembeli bisa saja nggak tertarik untuk meminangnya. Mungkin dianggap motor nggak wajar dan terlampau jauh berjalan jika dilihat dari tahun pembuatannya. Sehingga calon pembeli khawatir nantinya bakal sering ke bengkel untuk melakukan penggantian beberapa sparepart yang sudah habis masa pakainya.

jual beli2Seperti obrolan saya dengan seseorang yang menjual motornya, dia menjual New Jupiter MX namun bersedia juga untuk ditukar tambah dengan motor lain, lalu saya tertarik untuk menawarkan motor saya HSX 125 untuk tukar tambah. Nah pada obrolan tersebut doi menanyakan kilometer motor saya, lalu saya sebutkan 78000, ternyata dia langsung nggak tertarik dan mau cari yang lain saja.

jual beliSaya bisa maklumi, lha wong motor tahun 2009 tapi kilometer sudah tinggi, pasti bakal keder lihatnya. Berarti doi termasuk teliti dalam memilih motor, sampai ke odometer juga diperhatikan. Normalnya sih motor menempuh jarak 10000 km per tahunnya, kalau motor saya tahun 2009 dan sekarang tahun 2015, normalnya sih odometer tertera sekitar 60 ribuan, ini kelebihan hampir 20 ribuan. Tapi menurut saya cuma kelebihan sedikit kok, bagaimana dengan motor para peturing ya?tentunya lebih ngeri odometernya, karena sering bersahabat dengan jalanan.

Memang untuk pembeli motor bekas, odometer perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah calon motor yang mau di beli jarang di pakai atau sering. Kalau angka odometer melebihi normalnya, tentunya banyak part yang sudah waktunya diganti. Tapi kalau kelebihan 10 – 15 ribuan kilometer menurut saya nggak masalah.

Lalu bagaimana kalau menemui calon tunggangan dengan odometer rendah? wah jangan seneng dulu, bisa jadi sebelumnya pernah dimatikan, jadi terkesan motor tersebut jarang dipakai. Lalu bagaimana cirinya motor tersebut sudah pernah dimatikan odometernya? nantikan postingan saya selanjutnya :D (Ochim)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 318 pengikut lainnya.