Gowes Keliling Kota Mojokerto

Minggu pagi, matahari masih belum nampak, saya keluarkan sepeda lalu memeriksakan kondisi kedua ban, ternyata agak kempes, maklum karena jarang saya pakai. Saya ambil alat pemompa lalu bersiap keliling Kota Mojokerto. Menyusuri jalan protokol lalu nampak ada yang jogging atau sekedar jalan kaki menikmati udara pagi, kemudian juga ketemu pengendara sepeda gowes lain. Ternyata cukup bayak yang bersepeda, ada yang berkelompok atau sendirian seperti saya.

Aktivitas bersepeda ini sebenarnya adalah hobi saya ketika masih usia sekolah dulu, hanya saja semakin kesini malah sudah jarang saya lakukan. Makanya kadang ketika habis bersepeda badan jadi agak pegel semua terutama kaki.

Menyusuri jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan, Jalan Raden Wijaya, Jalan Brawijaya lalu berhenti di jalan Bhayangkara tepatnya di depan Stasiun Kota Mojokerto. Ternyata cukup ngos-ngosan meskipun gowesnya dengan santai.

Sebenarnya pengen saja sering-sering olah raga khususnya bersepeda tapi sempatnya ya cuma hari minggu gini. Itupun juga kalau pas nggak repot. Pernah juga selain bersepeda saya jogging keliling alun-alun Mojokerto ramai-ramai bersama warga kota yang lain di hari minggu. Mudah-mudahan bisa konsisten. (Ochim)

Iklan

Pas Kehujanan Nggak Bawa Mantel

20171108_143736Biasanya kemana-mana saya selalu bawa mantel, baik ketika bawa motor bebek maupun motor batangan. Namun saya harus perhatikan dulu cuaca saat itu, misalnya saja ketika pas mau riding berangkat kerja, kalau cuaca sedikit mendung meskipun nampak matahari, saya tetap bawa mantel.

Kali ini meleset, siang itu dari Kandangan saya mau perjalanan ke kantor Dinas Pendidikan di Kota Kediri, sebelum berangkat saya mau ganti motor dulu karena saat itu bawa motor bebek dan rencananya mau boncengan sama temen. Biar nyaman ridingnya saya mau tuker motor saja punya kakak saya pakai New Megapro. Namun ketika ganti motor, saya lupa ambil mantel juga di bagasi jok motor saya, baru inget ketika lagi dijalan. Tapi lihat cuaca saat itu memang lagi cerah jadi saya pikir nggak bakal hujan.

Ternyata pas sampai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, tiba-tiba saja mendung gelap, saya pikir paling nanti nggak hujan, meskipun ada rasa khawatir juga karena nggak bawa mantel. Karena seperti kemarin-kemarin, langit kediri memang sering mendung serta udara sumuk tapi nggak hujan. Hingga akhirnya urusan di Kantor Dinas sudah kelar saya langsung cabut buru-buru pulang ke Kandangan. Namun ketika sampai di kawasan Gedangsewu,Pare tiba-tiba hujan langsung turun deras. Saya lalu berteduh di sebuah toko yang kebetulan sedang tutup.

Sekitar 15 menit menunggu hujan masih deras dan saya bersama temen sudah nggak betah menunggu berlama-lama, apalagi saya yang masih merasa nyesel banget karena lupa nggak bawa mantel. Hingga akhirnya saya mengamankan berkas-berkas yang saya bawa dengan tas kresek yang kebetulan selalu saya bawa, kemudian nekat melanjutkan perjalanan. (Ochim) 


Ada yang Naksir Si Espass

Kemarin lusa ada seorang ibu-ibu bersama dengan anaknya datang kerumah. Ketika mengetuk pintu pagar saya mengintip melalui jendela sambil mengernyitkan dahi, merasa tidak kenal, lalu saya buka pagar, perkiraan saya mungkin wali murid.

Sebelum saya persilahkan masuk, ternyata ibu tadi langsung menanyakan Espass saya yang terparkir di depan rumah, “mobilnya dijual apa tidak?”

Walah…. sambil senyum-senyum saya jawab, “tidak dijual bu”. Kemudian anak ibu tadi gantian bertanya,

“espassnya dijual berapa?” lalu sebelum saya jawab, ibu tadi berujar ke anaknya, “itu lho nggak dijual nak”.

Ibu tadi lalu bercerita bahwa sedang mencari mobil Espass yang berwarna biru, persis seperti punya saya. Katanya sudah lama mencari tapi susah dapatnya. Ternyata warna biru dongker seperti itu jadi warna favorit di keluarganya.

Btw…Espass ini untuk sementara memang tidak dijual karena memang belum kepikiran kesana, lagian memang kondisi mobil ini masih fit, tinggal pakai saja. Mobil ini selalu saya rawat, misalnya kalau ada kerusakan sedikit, apalagi menyangkut mesin pasti langsung masuk bengkel untuk diperbaiki.

Karena biasanya saya pakai rutin untuk mudik kerumah mertua di Magetan, sehingga kalau dipakai jalan jauh itu nggak was-was atau khawatir ada trouble. Ya walaupun dulu pernah mogok juga ketika dipakai lebaran,hehe. Kalau misalnya tetap ada kerusakan dijalan ya itu namanya apes 😀 , yang penting sudah berusaha untuk cek semua mesin dan semua komponen penggeraknya. Tapi kalau nanti mulai rewel dan minta jajan terus, ya terpaksa dijual saja,hahaaa. (Ochim)

 


Pasar Benteng Pancasila Kota Mojokerto Terbakar

Sejumlah 200 lebih kios dagang di sentra PKL Benteng Pancasila (Benpas)Kota Mojokerto habis terbakar. Kejadian awal pada hari jumat malam sekitar jam 23.30 dan baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 hari sabtu. Saya awalnya mengetahui info tersebut  dari grup facebook Info Lantas Mojokerto (ILM) sekitar jam 12 malam, disana banyak yang memposting foto maupun video kondisi pasar yang sedang terbakar hebat.

Awalnya hanya ada 2 kendaraan Damkar yang mencoba memadamkan namun ternyata belum berhasil, hingga akhirnya didatangkan sampai 12 Damkar. Bahkan kabarnya sampai meminta bantuan water canon Kepolisian setempat.

Penyebab kebakaran untuk sementara belum diketahui namun beberapa orang mengatakan kemungkinan karena korsleting listrik. Kebetulan tetangga yang rumahnya persis disebelah saya lapaknya jadi korban, beliau punya 2 lapak disana namun beruntungnya barang dagangan sebagian tersimpan dirumah, sehingga nantinya masih bisa berjualan. Walaupun begitu tetap mengalami kerugian cukup besar sampai 50 juta lebih katanya.

Semoga para pedagang yang jadi korban kebakaran diberi kesabaran atas musibah yang menimpa serta segera dapat gantinya dengan yang lebih baik. (Ochim)

Foto: dari grup facebook Info Lantas Mojokerto

 


Borosnya Innova Bensin Tak Seperti yang Mereka Khawatirkan

Persepsi sebagian masyarakat mengenai Innova tipe bensin adalah konsumsi BBM yang sangat boros, oleh karena itu jika ingin meminang Innova maka lebih baik ambil yang tipe diesel, karena tingkat konsumsi solarnya lebih irit. Maka tak heran ketika tahun lalu bapak saya baru ambil Innova tipe bensin, banyak yang menyayangkan…

“kenapa tidak ambil yang diesel saja karena lebih irit”, lalu ada juga yang tanya, “memang boros banget ya pakai Innova?”.  Ada juga yang nyeletuk, “wah orang kaya nih…belinya Kijang Innova”

Sebenarnya sejak awal ketika mau meminang Innova bensin, kekhawatiran itu memang ada, karena sebelumnya sekeluarga sudah terlena dengan keiritan Espass ’96 yang biasanya dipakai bepergian. namun sepupu saya yang kebetulan punya Innova 2004 (yang mau dibeli oleh bapak) meyakinkan kalau borosnya itu nggak seberapa, dan Bismillah… akhirnya bapak tetap lanjut serta yakin memilih Innova untuk dikandangain di garasi rumah.

Kemudian setelah berhasil memboyong Innova, bapak, saya, maupun mas saya bergantian memakai Innova ke luar kota seperti ke Tulungagung, Malang, Surabaya, Sidoarjo sekalian untuk membuktikan seberapa borosnya konsumsi BBMnya. Memang sih tanpa metode khusus misalnya full to full, tapi hanya perkiraan saja. Hasilnya memang nggak begitu boros, walaupun dipakai full AC sekalipun.

Saya sendiri sering tak pakai mudik kerumah istri di Magetan, ketika berangkat dari rumah di Kediri saya selalu isi 150 ribu pertalite (biasanya pakai espass 100 ribu pertalite sekali berangkat) untuk antisipasi saja kalau bensin nggak cukup.

Setelah sampai di Magetan, saya lihat indikator BBM memang masih sisa cukup banyak, padahal AC juga saya nyalakan sepanjang jalan. Kemudian ketika perjalanan pulang ke Kediri saya isi lagi pertalite 150 ribu (kadang saya isi 100 ribu), sampai di Kediri juga indikator BBM masih ada sisa.

Menurut saya berdasarkan pengalaman diatas konsumsi BBM Innova bensin tidak terlampaui boros, ya walaupun cuma berdasarkan kebiasaan, tapi bagi saya sudah cukup membuktikannya. (Ochim)


Harus Antri Dulu Untuk Pinjam Kaset Linkin Park

Dulu ketika saya masih usia sekolah, sekitar tahun 2002-2003 lagi heboh lagu-lagu LP di kalangan anak sekolah. Temen kos saya yang kebetulan anak kuliahan juga suka nyanyi sambil bergitar lagu-lagu LP, nge-band juga pakai lagu-lagu LP.

Memang waktu itu pas lagi tenar-tenarnya Linkin Park di album Hybrid Theory, saya juga sempat suka bahkan mau pinjem kaset punya temen, namun ternyata sudah dipinjem temen lain, sampai nunggu lama karena harus gantian dengen temen yang lainnya lagi 😀

Sampai akhirnya ketika keluar album kedua bertajuk “Meteora”, saya niat mau beli kasetnya, ternyata kelewat mahal untuk kantong siswa waktu itu,hihihii akhirnya nggak jadi wes. Memang band rock ini begitu keluar langsung tenar di industri musik Internasional, albumnya juga mendapatkan banyak penghargaan. (Ochim)


Begini Alur Pembayaran Denda Tilang di Wilayah Kabupaten Kediri

Pada tangga 4 Mei 2017 saya ditilang karena pada saat pemeriksaan surat-surat kendaraan, lupa tidak membawa STNK. Oleh karena itu saya diharuskan untuk membayar denda maksimal sebesar 500 ribu di bank BRI. Kok mahal banget?? Tapi kata polisinya nanti tergantung sidangnya kena denda berapa, yang penting bayar denda maksimal dulu. Okeh saya manut saja, kemudian Pak polisi memberikan saya slip tilang warna biru.

Beberapa hari kemudian pada tanggal 10 Mei 2017 saya ke BRI untuk membayar denda tilang 500 ribu dengan menunjukkan surat tilang saya warna biru, kemudian dapat struk seperti ini…

Struk pembayaran tilang dari BRI

Menurut teller BRI, bukti pembayaran ini nantinya ditunjukkan ke Polres Kediri, oke… saya langsung ke Polres Kediri untuk menunjukkan struk bahwa saya sudah membayar denda tilang 500 ribu. Lalu petugas memberikan SIM saya yang disita pada saat razia, namun sebelumnya petugasnya menyuruh saya untuk memfoto copy rangkap 2  surat tilang warna biru tadi dan struk pembayaran BRI, untuk nantinya dibawa pada saat sidang.

Satlantas Polres Kediri

SIM sudah saya bawa, namun saya menunggu tanggal 18 Mei 2017 (berdasarkan surat tilang) untuk sidang di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri meminta surat keputusan, surat keputusan ini isinya adalah bahwa pelanggar ini harus membayar denda tilang sekian rupiah.

Nah ternyata di kantor Kejaksaan Negeri ini bukan sidang seperti bertemu hakim dan sebagainya layaknya sebuah sidang suatu kasus kriminal (seperti yang saya bayangkan), Melainkan hanya datang ke loket tilang untuk meminta surat keputusan.

Antri di Kantor Kejaksaan

Suasana cukup ramai, saya harus antri panjang untuk menuju loket tilang tersebut sambil membawa foto copy surat tilang dan dan struk pembayaran dari BRI. Setelah 1 jam antri akhirnya saya dapat surat keputusan yang isinya adalah denda yang dikenakan kepada saya adalah sebesar 50 ribu saja, Alhamdulillah ternyata nggak mahal 😀

surat keputusan dari kejaksaan

Kemudian surat keputusan saya bawa ke BRI lagi pada tanggal 24 Mei 2017 untuk mengambil sisa uang kembalian. Saya diarahkan ke bagian costumer service dulu sambil menunjukkan fotocopy surat tilang, fotocopy pembayaran denda tilang, surat keputusan asli serta KTP asli (hanya ditunjukkan saja) untuk kemudian ditukar dengan slip warna merah yang entah apa namanya, yang jelas disana tertulis bawa saya hendak mengambil sisa kembalian denda tilang.

slip warna merah untuk mengambil kembalian

slip warna merah untuk mengambil kembalian denda tilang

Itulah sedikit uraian pengalaman saya mengenai proses pembayaran denda tilang, semoga sedikit membantu bagi pengguna jalan yang kena tilang seperti saya 😀 (Ochim)