Merusak Botol Oli Bekas

botol oli bekasKemarin malam kebetulan saya lagi melakukan penggantian oli mesin pada motor istri, standarnya untuk penggantian oli mesin adalah setiap 2000 km sekali, namun karena motor istri nggak pernah jalan jauh, biasanya saya ganti setiap 3 bulan sekali. Beda dengan motor saya yang setiap hari menempuh perjalanan jauh sekitar 120 km PP, penggantian oli saya lakukan setiap 2000 km atau bahkan kurang dari angka tersebut, dan biasanya tercapai setiap bulan.

Lha… yang jadi perhatian setelah ganti oli adalah kemasan botolnya, setelah oli baru tertuang ke dalam blok mesin, hendaknya kita merusak kemasan botol olinya sebelum dibuang. Hal ini untuk mengantisipasi atau mencegah pemalsuan oli yang beredar di pasaran.

Seperti yang telah kita ketahui, kemasan oli palsu yang beredar sekarang bener-bener memakai botol asli dari produsen, sehingga sulit membedakan mana yang oli asli dan palsu. Ternyata mereka para pelaku pemalsuan oli melakukan rekondisi oli bekas yang biasanya terdapat di bengkel-bengkel motor dirubah menjadi oli rekondisi yang terlihat seperti baru. Kemudian untuk wadah kemasannya memakai botol oli bekas yang asli dan terlihat masih bagus, sedangkan kemasan botol ini biasanya mereka dapatkan dari para pemulung.

Nah untuk mencegahnya, sebaiknya kita merusak kemasan dulu sebelum dibuang, sehingga nantinya saat diambil seorang pemulung atau orang pencari botol bekas, mendapati botol kemasan tersebut sudah tidak dapat di daur ulang lagi karena kondisi botol yang telah dirusak sebelum dibuang. Dengan cara begini, paling tidak kita ikut memperlambat peredaran oli palsu yang marak di pasaran. Cara seperti ini sudah banyak dibahas dalam portal berita otomotif di internet. (Ochim)


Harus Lebih Sabar dan Tahan Emosi Saat Berkendara

berita kecelakaanPagi ini saya dapat kabar kecelakaan di Mojowarno tepatnya di depan RS Kristen Mojowarno, Jombang. Menurut berita yang saya dapat dari laman fesbuk ag243 (radio andika kediri), kronologi kecelakaan berawal dari seorang pengendara motor hendak mendahului dump truk dan akan membelok ke kanan menuju RS Kristen Mojowarno tempatnya bekerja. Nah pada saat menyalip dump truk tersebut ternyata dari arah lawan masih ada kendaraan, sehingga korban menunggu situasi lengang. Saat itulah motor korban tersenggol dengan dump truk lalu terjatuh dan langsung terlindas ban truk, korban akhirnya meninggal di TKP.

Kebetulan saya tiap hari melewati jalur tersebut, jadi sedikit banyak tahu mengenai situasi dan kondisi jalan disana. Sekedar diketahui, jalan di depan RS Kristen Mojowarno memang cukup lebar namun hanya beberapa meter saja, khususnya di depan RS tersebut, sisanya jalan menyempit dan bergelobang, bahkan di beberapa titik terdapat aspal berlubang.

dump truk (2)Jalur tersebut juga menjadi rute dump truk untuk mengirim muatan mereka di beberapa tempat. Jumlahnya sangat banyak dan mereka berjalan sangat pelan, sehingga membuat kendaraan yang ada dibelakangnya menjadi tidak sabar dan ingin cepet-cepet menyalipnya.

Namun karena jalur tersebut cukup ramai kendaraan dan jalannya sempit, jadinya cukup sulit untuk mendahului. Kemudian di beberapa situasi terkadang ada motor atau mobil yang nekat menyalip meskipun dari arah lawan ada kendaraan.

Nah pada situasi seperti itu di jalur Ngoro – Mojowarno/Bareng – Mojoagung memang harus ekstra hati-hati dan dibutuhkan kesabaran yang tinggi, tidak terlalu memaksa menyalip serta harus tahan emosi. Apalagi saat weekend, volume kendaraan semakin padat khususnya kendaraan roda dua.

Pada kasus kecelakaan diatas, asumsi saya mungkin korban tidak sabar untuk tetap di belakang dump truk sehingga ingin menyalip dan langsung belok kanan menuju RS Mojowarno yang merupakan tempat kerjanya, padahal tempat kerja sudah dekat tapi korban tetep menyalip dump truk yang ada di depannya. Semoga dengan adanya kejadian ini kita para pengguna jalan semakin bisa menahan diri dan tidak ceroboh dijalan, sadar akan keselamatan diri serta selalu berdoa sebelum berangkat. (Ochim)


Es Degan Jeruk Nipis di Pulau Merah Banyuwangi

es degan jeruk nipisAda sisa foto menarik saat saya liburan ke Pulau Merah beberapa waktu lalu, setelah capek bermain-main di pantai kemudian mandi, saya bersama istri berjalan di parkiran untuk melihat-lihat souvenir atau makanan yang dijual disana. Kemudian ada warung yang kebetulan jual es degan juga, saya lalu mampir dan hanya pesen es degan saja, kebetulan udaranya cukup panas meskipun masih pagi sekitar jam 9-an, kayaknya asik panas-panasan sambil minum yang seger-seger.

Setelah pesenan datang, saya mau coba langsung minum, tapi yang mengherankan kok ada jeruk nipis segala di dalam gelas, saya pikir ini jeruk kecebur atau gimana, tapi melihat gelas punya istri juga ada jeruk nipisnya juga, saya yakin berarti memang sengaja gelas di dalam es degan tersebut ditambahi jeruk nipis. La trus gimana rasanya? saya sruput sedikit rasanya kok jadi aneh, seger tapi ada sepetnya gitu. Bisa bayangin nggak es degan yang rasanya begitu itu, trus ada rasa jeruk nipisnya? rasane nggak karuan… apa mungkin memang begini es degan khas Pulau Merah ya? (Ochim)


Ke Toko Bekas, Mojosari

Toko barang bekas mojosariRencananya motor saya Supra  X 125 mau ganti velg depan belakang pakai ruji alias jari-jari. Katanya sih kalau pakai velg ruji kenyamanannya lebih dapet ketimbang yang velg cw alias velg bintang. Nah penggantian jenis tersebut membutuhkan dana yang menurut saya nggak sedikit, bisa sampai sejuta paling.
Jalan satu-satunya ya cari barang bekasnya saja, biasanya dapet harga yang murah, murahnya kebangetan lagi :D Saya dapet masukan dari sodara untuk coba nyari di kawasan Mojosari, disana ada toko yang membuka dua stand, menjual barang-barang bekas untuk motor.

Bus SetiawanSaya kesana hari minggu sore dengan riding santai dari Mojokerto, kebetulan kondisi lalu lintas juga lagi padat di sepanjang jalan terminal Mojokerto ke timur, namun sempat juga iseng nguber bis Setiawan yang lagi menuju Denpasar dari Kediri :P

Lalu sampailah di toko yang saya maksud di kawasan Mojosari, parkiri motor trus melihat-lihat barang bekas yang di pajang. Nggak lama ada seorang bapak-bapak menanyakan yang saya cari, doi paham dan langsung menunjukkan sebuah tromol depan beserta velg ukuran 140 (standar Supra X 125), karena duit lagi cekak, saya tawar tuh barang yang dihargai 120 ribu.

velg dan tromol supra125 depanProses tawar menawar cukup alot karena bapak tadi nggak mau kalau barangnya saya tawar 100 ribu, karena barangnya asli AHM katanya, lalu doi turun di harga 115 ribu, saya tawar lagi 110 ribu, yess… bapaknya mau dan langsung bungkusss… saya bawa pulang sambil memikirkan dana lagi untuk nantinya beli yang velg dan tromol belakang :D (Ochim)


GL Max Brebet saat Hujan Deras

Kabut di trowulanIni yang saya alami sekarang, ketika riding dalam kondisi hujan, motor jadi brebet-brebet kayak kehabisan bensin, di gas lebih dalam malah kadang mati. Lalu di stater masih bisa nyala lagi. Padahal sekitar setahun yang lalu saat masih rutin saya wira-wiri Kandangan – Magetan tiap minggu, dalam kondisi hujan pun tak masalah. Paling ekstrem malah pernah kehujanan terus sejak berangkat dari Magetan sampai di Kandangan dengan jarak 146 km, GL Max tetep ngacir saja.

GL MAXEntah sekarang kenapa jadi sering brebet, mau cek ke bengkel tapi masih belum sempat. Namun ketika saya iseng browsing tentang kasus tersebut, kemungkinan sih ada air yang masuk ke mangkuk karbu, ada lagi karena air yang masuk ke filter, tapi saya ragu apa bener karna itu?sedangkan sebelumnya setahun yang lalu ketika saya pakai riding wira-wiri ke Magetan masih lancar nggak ada kendala. (Ochim)


Shock Terapi Untuk Para Pengguna Jalan

kecelakaanTadi pagi riding menuju Puncu, saat sampai di kawasan Trowulan saya dikejutkan dengan kerumunan orang di pinggir jalan. Semakin mendekat saya baru tahu kalau baru saja terjadi kecelakaan sepeda motor, yang bikin saya merinding, korban kecelakaan tergeletak di pinggir jalan dengan kepala berdarah dan sudah ditutup daun pisan. Korban berada di belakang beberapa polisi yang berdiri tersebut.

Kemudian saya berhenti dan bergabung dengan kerumunan warga untuk mengetahui kronologi kecelakaan tersebut. Kebanyakan warga kurang mengetahui secara jelas kecelakaan tadi, hanya dapat info kalau korban katanya menghindari truk kemudian terjatuh dan kepala membentur trotoar.

Dalam foto tersebut terlihat helm warna putih itu kondisinya pecah, gabus helm keluar. Saya dan warga nggak ada yang berani mendekat, mungkin ngeri melihat kondisi korban.

Saya lalu melanjutkan perjalanan dengan riding santai, sambil masih berdebar karena melihat kondisi korban, kedua tangan juga rasanya jadi ngilu. Kejadian kecelakaan ini seharusnya bisa jadi shock terapi bagi para pengguna jalan khususnya yang lagi lewat disitu untuk selalu berhati-hati dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Saya juga sudah terlalu sering melihat insiden kecelakaan di jalan raya Jombang – Surabaya dan hal tersebut semakin memantabkan saya untuk tetap konsisten berada pada kecepatan sedang alias nggak ngebut, nikmati perjalanan saja. (Ochim)


Hadeuuh…Premium Naek lagi…

ngisi bensinMemang nggak banyak, cuma naek 500 jadi 7300 perak untuk premium, tapi cukup terasa bagi saya yang setiap hari riding menempuh perjalanan 118 km sekali PP. Belum lagi nantinya harga kebutuhan pokok juga bakal naik. Saya bener-bener nggak ngerti dengan kebijakan pemerintah yang sekarang, nggak ada yang pro rakyat. Saya hanya orang awam yang menginginkan kebijakan yang (Ochim)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 305 pengikut lainnya.