Musim Hujan, Waspadai Jalan berlubang

Jalan di kawasan nglegok blitar, dump truk

Beberapa minggu ini memang curah hujan sedang tinggi-tingginya, setiap hari menjelang sore mendung sudah mulai nampak, dipastikan akan segera turun hujan. Hujan akan berlangsung secara terus-menerus tanpa jeda sampai malam, bahkan sampai menjelang pagi. Saya pun setiap hari juga kehujanan ketika pulang kerja.

Nah yang perlu diwaspadai untuk para penglaju adalah mulai muncul lubang baru di beberapa ruas jalan. Air hujan ini menyebabkan pondasi serta daya rekat aspal menjadi berkurang, apalagi ditambah arus lalu lintas yang cukup padat, maka akan memperparah kerusakan jalan.

Oleh karena itu para pengendara harus ekstra waspada, karena ini bisa jadi penyebab kecelakaan. Untuk mengantisipasinya, selalu jagak jarak dengan kendaraan di depannya, jangan terlalu dekat agar nanti bisa menghindar ketika di depan tampak lubang. Ada tips lain mengenai cara menghindari jalan berlubang, silahkan klik disini, semoga berguna. (Ochim)


Masih Merinding Lihat Korban Kecelakaan Tadi Pagi

korban tergeletak di samping median jalan

korban tergeletak di samping median jalan

Riding seperti biasa dari Mojokerto menuju Puncu (Kediri), berangkat dengan arus lalu lintas relatif lancar, cuaca mendung dan berkabut, udara masih terasa dingin. Hanya dari arah lawan yang terlihat ramai kendaraan dominasi roda dua menuju Surabaya. Sudah menjadi pemandangan yang rutin setelah hari libur, arus lalu lintas pada pagi hari sangat ramai menuju Surabaya.

Memang paling menyenangkan adalah berkendara ketika masih sangat pagi, udara tidak terlalu panas, pikiran masih fresh, nyetir motor dengan kecepatan santai.

Namun ketika saya sampai di kawasan Trowulan tepatnya di desa Wates Umpak, lalu lintas terhambat, terjadi kemacetan panjang, ternyata ada kecelakaan motor dari arah berlawanan, kemudian polisi mengalihkan kendaraan dari arah lawan ke jalur saya. Korban terlihat tergeletak dengan kepala bersimbah darah, seluruh tubuhnya sudah ditutupi koran. Saya lalu berhenti dan memarkir motor di pinggir jalan lalu menyeberang untuk melihat kondisi korban.

Menurut warga sekitar yang melihat, korban sudah meninggal, tidak ada yang tahu bagaimana kronologinya, karena waktu kejadian masih pagi gelap sekitar jam 5 pagi. Ada yang bilang itu kecelakaan tunggal, namun motornya sudah tidak ada.

Setelah dapat informasi seadanya, kemudian saya ambil motor dan melanjutkan perjalanan lagi dengan perasaan yang kacau, masih ngeri melihat korban tadi, kasihan, dia pasti seperti pengendara lain yang sedang melakukan perjalanan balik ke Surabaya untuk mencari nafkah, setelah beberapa hari libur tanggal merah.

Mudah-mudahan kita semua yang ada di jalan selalu dalam lindungan Allah, tetap hati-hati dan awali dengan berdoa sebelum berkendara. (Ochim)


Ninja Menghadang Bis Restu

ninja menghadang bis restuKalau dulu sempat heboh ada pengendara motor menghadang bis Eka di daerah jalan raya Salatiga Semarang, kini ada lagi kasus serupa. Lokasinya dijalan raya Jombang-Kertosono yaitu sebuah motor ninja menghadang bis Restu pada pukul 09.00 pagi tadi.

Ninja menghadang restu 2Kronologinya, bis Restu ini menutup jalur yang dari arah lawan, kemudian ada motor ninja di depannya menghadang. Jadi di jalan raya tersebut ada 4 lajur, 2 lajur dari arah Jombang dan 2 lajur dari arah Kertosono (nganjuk). Posisi bis Restu ini menutup jalur dari arah Jombang menuju Kertosono, kondisi lalu lintas sedikit macet.

1909963_10205534164060067_2318306389283886182_n

Mungkin karena pengendara Ninja ini merasa di jalur yang benar, sehingga doi berani berhadapan dengan bis Restu dan nggak mau mengalah. Kalau dilihat dari foto ketiga, sepertinya memang bis Restu berada dijalur yang salah, menutup jalur dari arah lawan, kemudian marka jalan menunjukkan lurus tanpa putus-putus yang artinya dilarang mendahului.

Menurut berita yang dimuat e100 (fanspage radio suara surabaya), bis yang tidak bisa maju ini akhirnya mundur dan kembali ke jalurnya. (Ochim)

foto: netizen e100


Lepas Sepatu ketika Kehujanan

berkendara tanpa alas kakiTerkadang saya ngeri lihat pengendara motor melepas sepatunya ketika kehujanan. Itu sama saja kita berkendara tanpa helm. Apalagi ketika hujan itu jalanan cenderung licin, dikhawatirkan pengendara rawan jatuh. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa yang dilakukan itu sangat beresiko, setidaknya kalau sepatunya tetap dipakai, ada yang melindungi kaki mereka ketika jatuh.

Kalau saya nggak peduli ketika kehujanan pas pulang kerja, sepatu tetap saya pakai, ya untuk antisipasi jika terjatuh, apalagi saat hujan deras. Atau kalau mau sedikit repot, bisa menyimpan sandal di bagasi motor. Jadi ketika sewaktu-waktu kehujanan, tinggal lepas sepatu dan ganti pakai sendal saja, meskipun sebenarnya masih lebih safety pakai sepatu. (Ochim)


Pick up Zebra Menggandeng Truk Gandeng

Zebra narik fuso

Sulit dipercaya, mesin mobil zebra tua ini bener-bener kuat, bisa menarik truk Fuso yang lagi mogok dijalan. Seperti yang terlihat dalam foto, mobil pick up itu menarik truk gandeng menggunakan tali tampar.

Ini terjadi di daerah Blitar tepatnya di Sumber Udel. Minim keterangan bagaimana kronologinya, yang jelas foto tersebut diambil oleh seseorang yang kebetulan lewat, kemudian di share di laman facebook ag243 (radio Andika Kediri) pada tanggal 31 januari 2016.

Mungkin setelah kejadian ini, harga mobil Zebra bekas mulai melambung, karena sudah terbukti ketangguhan mesinnya. :) (Ochim)


Sugeng Rahayu Meliuk-liuk Bersama Restu

Restu Panda

Ngeri banget kalau riding berada diantara dua atau tiga bis yang saling berkejaran, mereka selalu melakukan manuver yang sangat membahayakan kendaraan lain. Seperti kejadian yang baru saya alami tadi pagi, ketika dalam perjalanan dari Mojokerto menuju Puncu, sempat dikejutkan dengan suara klakson berkali-kali dari arah belakang, saya lihat di spion kanan ternyata dibelakang terlihat ada bis Sugeng Rahayu sedang melaju cukup kencang, bersama Restu Panda dibelakangnya.

Namun seketika laju mereka sedikit berkurang ketika mereka berada di samping kanan saya, karena di depannya ada beberapa kendaraan yang berjalan pelan. Kebetulan sedang berada di jalan raya Mojokerto – Jombang, yang ruas jalannya terdapat 2 lajur 1 arah, nah dua lajur tersebut terisi beberapa mobil maupun truk yang berjajar, sehingga menghalangi dua bis tadi.

Posisi pertama Jaya, Harapan Jaya, Sugeng Rahayu

Ternyata mereka tidak menyerah, tetap mengklakson dan mengintimidasi pengendara lain, hingga terdapat celah untuk menyalip, langsung banting setir secara mendadak pindah lajur, begitu seterusnya sampai dapat jalan yang mereka kehendaki. Sedangkan Restu Panda di belakangnya juga nggak mau ngalah, tetap menempel ketat di belakangnya. Bahkan sempat beberapa kali ketika pindah lajur, ekornya nyaris menyenggol kendaraan di belakangnya, saya juga hampir jadi korbannya.

Bahaya juga kalau berada pada situasi kayak gini, mau melambat biar mereka jalan duluan, tapi tetap mereka di depan saya karena sesekali mereka melambat karena terhalang kendaraan. Mau nyalip tapi ngeri juga takut kena sengolan mereka.

Hingga ketika sampai di depan pasar brangkal, Sugeng Rahayu tetap tancap gas, sedangkan Restu berhenti mendadak untuk menaikkan penumpang. Saya bersama pengendara motor lain yang kebetulan di belakangnya panik ngerem ndadak juga, Alhamdulillah nggak ada yang sampai nabrak.

Selanjutnya, Restu tancap gas lagi menyusul Sugeng Rahayu yang masih terlihat dekat di depannya, Sugeng Rahayu ini nggak bisa menjauh dari Restu karena masih terhalang beberapa kendaraan di depannya. Situasi seperti ini berlangsung sampai selepas perempatan Trowulan ketika arus lalu lintas sudah cukup lengang, sehingga kedua bis tadi bisa menjauh dari gerombolan kendaraan yang menghalangi mereka, berjalan beriringan sambil berusaha saling menyalip. (Ochim)


Selamat Jalan si Marmut

Akhirnya ada juga yang meminang mobil andalan keluarga ini, setelah beberapa bulan maju mundur antara dijual atau dipertahankan. Daihatsu Espass atau saya menyebutnya si Marmut (bentuk wajahnya mirip marmut) memang mesinnya masih waras, nggak ada kerusakan disana sini bahkan kalau di pakai luar kota kapan saja sangat siap.

Alasan utama sih pengen nyari yang lebih nyaman saja untuk bepergian, kebetulan mobil ini sering dipakai keluar kota. Namun untuk penggantinya juga masih belum pasti, apakah akan mencari jenis minibus lagi atau yang berhidung, yang jelas butuh mobil yang nyaman, bandel dan muat penumpang lebih dari 5 orang. Biar kalau bepergian bisa katut semua. (Ochim)


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 341 pengikut lainnya