Honda NMP Ganti Gear Depan

honda-nmp-2010Motor yang baru saya pinang ini terasa pendek nafasnya, jadi serasa nggak nyaman karena sering pindah gigi, apalagi kalau pas di kemacetan. Selain itu juga suara mesin terlalu meraung, seperti ketika riding pada gigi 5, pada kecepatan 70 kpj rasanya pengen nambah gigi lagi.

Saya coba iseng browsing apakah ada kasus yang sama dengan saya, ternyata memang banyak yang ngerasa begitu, namun di beberapa forum menyebutkan bahwa untuk memanjangkan nafas Honda New megapro ini adalah mengganti gir depan dengan ukuran yang lebih besar, yaitu 15 mata (ukuran sebelumnya pakai 14, belakang 42).

Setelah saya tebus dan pasang gear depan ukuran 15, tarikan Honda NMP ini jadi lebih smooth, nafas agak panjang serta suara mesin sudah tidak meraung lagi di gigi 5. Biasanya kecepatan 70-80 kpj suara mesin terlalu berteriak (seperti mau nambah gigi lagi), namun sekarang jadi lebih halus. Serta tentunya konsumsi BBM jadi lebih irit karena tenaga tersalurkan secara efisien. Kalau yang ini sudah berkali-kali saya tes, hasilnya rata-rata setiap 1 liter bisa menempuh jarak diatas 45 km, paling irit pernah dapat 50 km per liternya. (ochim)


Segarnya Es Jenang Campur di Bendo-Pare

Sudah lama sebenarnya saya pengen mampir di sebuah warung jenang campur di kawasan Bendo, Pare. Namun belum kesampaian karena setiap melintas di depannya pas kondisi terburu-buru, hingga akhirnya beberapa waktu lalu ketika siang-siang saya lagi di Kota Kediri, kemudian perjalanan pulang sejak awal sudah terbayang jenang campur.

ngaso dulu...

ngaso dulu…

Mampirlah saya di sebuah warung jenang yang berada di timurnya SMPN 1 Pare, sebuah warung sederhana bertabir warna hijau. Saya lalu pesan 1 porsi jenang campur pakai es, esnya ini di pasrah atau di serut. Ini penampakannya…

sampe mau tumpah...

sampe mau tumpah…

Campurannya ada ketan ireng, jenang grendul, jenang sum-sum, kacang ijo, bersatu lalu ditaburi es batu yang di pasrah. Sebelum menikmatinya harus diaduk dulu agar dinginnya merata. Jenang campur ini dihargai 5000 perak saja sudah sangat memuaskan. (Ochim)   


Mahalnya Harga Bohlam Depan New Megapro

bohlam-depan-honda-nmpSebenarnya sudah beberapa hari yang lalu lampu depan NMP mati, hanya lampu jauh saja yang nyala. Jadi kalau pas jalan malam, ya terpaksa pakai lampu jauh. Hingga kemarin pas perjalanan pulang dari kantor Dinas, ketika sampai di kawasan Bendo-Pare, saya mampir ke bengkel ahass untuk mengganti lampu depan.

Mas mekaniknya bilang memang bohlamnya sudah putus dan diganti yang baru. Setelah konfirmasi harga, ternyata bohlam depan Honda NMP yang ori  ini dibanderol 150 ribu!! Mahal banget… masnya cuma ketawa doank sambil berujar,

“memang segitu mas harganya, makanya saya konfirmasi dulu ke sampean, ini harganya sama kayak Honda CB150”

Kemudian saya menanyakan barang yang kualitas dibawahnya ada apa tidak, ternyata ada merk Aspira dengan harga 15 ribu. Ya uwes terpaksa ambil yang murah saja, nanti saja kalau ada dana lebih mau saya ganti yang ori. (Ochim)


Dari Kediri Kota Mau ke Jombang, Lewat Kunjang Saja

Kemarin siang setelah ada urusan di Kantor Dikpora Paron-Kediri, saya mau langsung pulang ke Mojokerto. Tapi kalau lewat Pare kok kayaknya terlalu jauh, lalu saya putuskan untuk lewat Kunjang saja, jadi dari Paron saya ke barat arah kantor Pemkab Kediri kemudian belok kanan arah Pagu. Mampir dulu ke SPBU Pagu karena tanki sudah dalam posisi RES. Dari Pagu terus saja ke arah utara menuju Plemahan – Bogo – Kunjang.

pertigaan-kunjang

pertigaan Kunjang

Jalan raya ini relatif sepi dan jalannya cukup luas, namun sayangnya kondisi aspal pada titik tertentu mengalami pengelupasan serta jalannya bergelombang.

jalan-raya-kunjang

jalan raya Kunjang

Jalan raya Kunjang ini masih terus ke utara sampe ketemu pertigaan letter T, belok kanan arah ke Gudo (Jombang), belok kiri menuju Kertosono, saya ambil ke kanan menuju Jombang. Ikuti jalan besar ini nantinya akan keluar di pertigaan jalan raya Blimbing-Jombang.

pertigaan-mentok-ini-belok-kanan

Pertigaan mentok ini belok kanan arah ke Gudo (Jombang)

Jalur yang saya lewati tadi memang bisa jadi alternatif dari Kediri menuju Jombang. Namun kendalanya memang kondisi aspal yang kurang mulus. Seperti di kawasan Pagu, Bogo dan Kunjang. Mudah-mudahan kedepannya pemerintah memberikan perhatian lebih untuk jalur tersebut agar supaya pengendara lebih nyaman melintas.

Nah karena saya mau ke Mojokerto, dari pertigaan Blimbing tadi saya belok kiri arah ke Cukir (Jombang), kemudian sebelum makam Gus Dur ada pertigaan besar atau pertigaan pabrik gula Cukir saya belok kanan arah ke Mojowarno kemudian tembus Mojoagung-Mojokerto. (Ochim)


Trailer Dengan Puluhan Roda

gerbong kereta diangkut trukKemarin pagi ketika berangkat kerja, saya bertemu dengan trailer yang sangat panjang. Dan yang unik adalah rodanya banyak banget, mungkin bisa puluhan jumlahnya. Lalu apa itu yang diangkut? Saya sampai berhenti untuk melihat lebih jelas. Namun tidak bisa mendekat karena posisi doi di jalur berlawanan arah dan terhalangan median jalan.

Dibawah kotak yang panjang tersebut saya perhatikan seperti sebuah roda kereta, saya berpikir kemungkinan sebuah gerbong kereta api, terlihat juga dari terpal yang menutupi, membentuk sebuah gerbong.

Saya ngebayangin kendaraan begitu panjangnya pasti repot banget ketika belok, apalagi banyak area tak terlihat oleh sopir, kudu ekstra waspada serta jangan terlalu dekat dengan kendaraan kayak gini. (Ochim)


Memperbaiki Pintu Espass

perbaikan pintu espassMumpung lagi ada waktu luang, saya mau bawa espass ke bengkel bodi dekat rumah. Kebetulan ada masalah di pintu kanan depan dan bagasi belakang. Pintu kanan depan posisinya agak turun, jadi ketika mau menutup harus sedikit diangkat pintunya agar bisa menutup sempurna. Sedangkan pintu bagasi tidak bisa menutup rapat, masih ada celah dan itu bisa menimbulkan suara berhimpitan ketika mobil berjalan.

Perbaikan pintu ini kata mekaniknya sampai setengah hari, karena doi juga lagi mengerjakan mobil yang lain, ya uwes saya tinggal saja, lagian saya juga paling males kalau berlama-lama di bengkel.

Setelah agak sore jam 3-an, saya ke bengkel lagi lihat kondisi espass sudah sampai mana proses perbaikannya. Ternyata sudah kelar dan saya coba membuka-menutup pintunya berulang-ulang, sudah sejajar dan terasa mantab ketika ditutup. Perbaikan pintu dan bagasi ini cuma habis 100 ribu doang. (Ochim)


Riding dengan Kecepatan Maksimal 70 Maupun 90 km/jam, Tak Mempengaruhi Waktu Perjalanan

NMP di perempatan sooko MojokertoJarak dari rumah saya dengan tempat kerja adalah 46 km. Nah jarak segitu waktu tempuh saya biasanya adalah 1 jam perjalanan. Melewati Mojokerto -Mojoagung – Mojowarno – Ngoro – Kandangan. Kecepatan maksimal saya selalu berada pada angka 70 kpj. Ya, sudah sejak beberapa waktu lalu saya konsisiten di angka tersebut karena beberapa pertimbangan. Serta kecepatan tersebut menurut saya adalah yang paling aman dan nyaman untuk mengendarai sebuah motor di rimba lalu lintas yang semakin tak bersahabat.

Namun pernah pada situasi tertentu, pada saat berangkat kerja saya terpancing untuk menggeber lebih kencang lagi, pokoknya ridingnya agak melebihi batas yang saya tetapkan hingga 90 kpj, cenderung grusa-grusu. Namun ternyata tetap saja waktu tempuh saya 1 jam sampai di tujuan. Lah, rugi donk saya sudah ngebut tapi tetap tidak memperpendek waktu tempuh saya. Asumsi saya mungkin karena banyak hambatan dijalan seperti kondisi lalu lintas serta kecepatan pengendara lain di jalan yang bervariasi.

Maka dari situ saya tetap yakin bahwa membatasi kecepatan yang sudah saya terapkan selama ini adalah pilihan yang tepat. Riding jadi lebih nyaman dan tentunya meminimalisir resiko kecelakaan dijalan. (Ochim)