Murahnya Ayam Bakar Wong Solo Pare

ayam baka wong solo pareSudah lama saya pengen banget mampir di Ayam Bakar Wong Solo Pare, awalnya saya dikasih tau temen kalau disana sekarang harga paketan ayam bakar cukup murah, cuma 13 ribu perak saja. Hingga akhirnya beberapa hari yang lalu saya beserta saudara kembar sengaja meluangkan waktu untuk mampir habis perjalanan dari Kota Kediri.

Setelah mencari tempat duduk lesehan, saya langsung pilih menu makan dan minuman, nunggu bentar pesenan langsung datang, wah lumayan cepet, mungkin karena pengunjung nggak begitu ramai jadi pesanan sudah ready.

ayam baka wong solo pare2Sentuhan pertama saya mau nyobain potongan ayam di campur sambelnya, rasanya cukup enak, bumbunya kerasa banget, sambelnya juga pas. Satu porsi nasi ayam bakar ditemani sambel, daun kemangi, terong, dua irisan timun serta beberapa potongan tempe.

struk ayam bakar wong soloSetelah kelar makan, langsung menuju kasir untuk bayar, saya sebutkan nomor meja lalu mbak kasir menghitung pesenan meja saya tadi, total semua 51 ribu saja.

Kalau harganya murah gini, bisa sering-sering mampir nih, trus yang jadi catatan khusus dari sodara saya, ternyata ayam bakar wong solo Pare masih lebih murah ketimbang yang Kediri Kota, khususnya porsi tempe penyetnya, yang di Pare lebih besar. (Ochim)


Tarif Lebaran Bus Cepat Sugeng Rahayu

bus patas sugeng rahayu2Sudah mulai musim mudik nih, bagi yang menggunakan jasa kendaraan kotak 12 meter alias bis, berikut ini saya lampirkan tarif lebaran dari bis cepat Sugeng Rahayu jurusan Surabaya – Yogya – Purwokerto – Cilacap dan jurusan Surabaya – Solo – Semarang. Oya ini merupakan trayek terbaru dari Sugeng Rahayu dengan kelas Eksekutif, baru launching beberapa hari yang lalu. Semoga lancar dan bisa jadi pilihan para calon penumpang yang bepergian di kota-kota yang dilewati Sugeng Rahayu tersebut. Tarif lebaran ini berlaku mulai tanggal 10 Juli – 27 juli 2015, semoga berguna. (Ochim)

tarif lebaran bus patas sugeng rahayu

sumber: fp SK loverz


Mudik Tahun ini Lewat Jalur Selatan

rest area saradan, setahun yang lalu.

rest area saradan, setahun yang lalu.

Seperti yang sudah saya rencanakan jauh hari, lebaran tahun ini saya mudik lewat jalur selatan saja. Karena pengalaman tahun lalu ketika saya berangkat dari rumah istri di Magetan menuju Kandangan via Nganjuk, saya kena macet luar biasa disana, nggak bisa jalan sampai 3 jam. Hingga waktu tempuh jadi lebih lama, berangkat dari Magetan sekitar jam 12 siang dan sampai di Kandangan jam 20.30.

rute jalur selatan

Jalur trenggalek-magetan yang belum pernah saya lewati

Sejak saat itu saya mulai mempertimbangkan lewat jalur selatan yaitu melewati Tulungagung-Trengalek-Ponorogo-Magetan. Kebetulan jalur tersebut relatif lancar ketika musim lebaran. Nah karena saya nggak tahu jalur dari Trenggalek ke Magetan, saya sering cari info jalur tersebut ke temen atau saudara yang kebetulan pernah melintas disana. Apalagi mendekati lebaran ini, kurang semingguan, makin gencar saya mencari info jalur tersebut. Alhamdulillah respon positif saya dapat dari para informan tersebut. Katanya jalannya relatif mulus, meskipun ada kelokan di beberapa titik.

Semoga perjalanan nanti lancar serta nggak menemui kemacetan, dan yang paling penting nggak tersesat. Kebetulan istri sudah saya boyong duluan ke Magetan sedangkan saya masih ada urusan kerja di Kediri, jadi masih harus balik lagi ke Kediri. Dan rencana mendekati lebaran saya berangkat lagi ke Magetan untuk merayakan lebaran dulu disana, baru beberapa hari kemudian gantian mudik ke Kandangan. (Ochim)


Berbuka Puasa di dalam Bis Sumber Selamat

Sumber Selamat Jurusan Surabaya - YogyakartaIni pertama kalinya saya harus berbuka di dalam bis, makan dengan menu seadanya, mengandalkan jajanan yang dibawa para pedagang asongan. Karena memang ketika start perjalanan dari rumah Magetan sudah terlalu sore sekitar jam 15.30. Tujuan saya adalah pulang ke Kandangan yang biasanya menempuh perjalanan 4 jam dari terminal Maospati. Jadi sudah dipastikan kalau nanti masuk waktu maghrib saya masih diatas bis.

Naik bis Sumber Selamat dari Terminal Maospati, sang driver main tancap gas menuju ke timur sampai Surabaya. Bis ini lumayan ngebut, kebetulan arus lalu lintas masih sepi, belum nampak ada penumpukan kendaraan mudik di ruas jalur tengah Jawa Timur ini, mungkin karena lebaran masih kurang seminggu lebih jadi belum banyak yang melakukan perjalanan mudik.

Pukul 17.30 saya masih sampai di Wilangan, Nganjuk. Namun masih ragu apakah kawasan ini sudah masuk maghrib? Dari dalam bis juga nggak begitu denger suara adzan dari masjid di pinggir jalan. Ya sudah saya tunggu saja sampai pukul 17.40 baru saya mulai berbuka dengan air botol yang sengaja saya bawa dari rumah Magetan.

Kabin bis Sumber SelamatPukul 17.50 Bis Sumber Selamat mulai masuk Terminal Anjuk Ladang Nganjuk, langsung diserbu oleh belasan pedagang asongan yang naik bis untuk menawarkan dagangan mereka, ada tahu goreng, lumpia, kacang godog, minuman dingin, makanan oleh-oleh dan masih banyak lagi yang ditawarkan. Namun saya nggak tertarik, saya menunggu ada pedagang asongan yang jual nasi bungkus.

nasi bungkusDikerumunan pedagang asongan tersebut, ternyata ada yang jual nasi bungkus, ya uwes langsung beli 1 bungkus seharga 5000 perak dan 1 lumpia seharga 2000 perak. Lauknya nasi bungkus cuma mie goreng, sejumput sambel goreng tempe dan sedikit telor goreng, Alhamdulillah rasanya cukup “terarah”, awalnya saya ragu seperti apa rasanya nasi bungkus dagangan para asongan. Meskipun porsinya sedikit, yang penting sudah berbuka pakai nasi :D

Pukul 18.05 bis mulai beranjak meninggalkan Terminal dan langsung injak gas lebih dalam menuju Surabaya, saya rencananya turun di Terminal Jombang lalu oper bis Puspa Indah tujuan Malang, berharap nantinya masih ada bis Puspa Indah yang ngetem di Terminal Jombang, karena setahu saya Bis warna biru tersebut keberangkatan terakhir pukul 19.40, dan harapan saya sebelum jam tersebut sudah sampai di Jombang.

Terminal jombangAlhamdulillah tepat pukul 19.30 saya turun di Terminal Kepuhsari Jombang dan langsung berjalan cepat menuju shelter keberangkatan bis, dari kejauhan nampak ada Bis warna biru lagi ngetem, amaan…masih dapat bis terakhir menuju Malang dan saya numpang sampai Kandangan.  (Ochim)

note:

tarif bis Sumber Selamat Maospati – Jombang : 16.000

tarif bis Puspa Indah Jombang – Kandangan : 8000


Motor dengan Desain Lekukan Tajam, Susah Nggak Sih Nyucinya?

CB150R-lampu1Para blogger tenar sudah memperlihatkan sebagian wujud asli dari Honda CB150R terbaru, sepintas saya lihat seperti foto diatas, banyak sekali perubahan desain dibanding Honda CB150R terdahulu, yang terbaru ini banyak terdapat sudut-sudut tajam yang menghiasi bagian depan, belakang serta bagian atas (sementara masih itu yang tampak), motor yang modern banget, mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan komsumen yang menginginkan perubahan pada Honda CB150R.

CB150R-atasSaya kemudian membayangkan, nampaknya cukup susah saat mencuci motor dengan desain serba lancip dan lekukan tajam. Tidak hanya megusap saja dengan kain lap, tapi harus lebih detail menjangkau sudut-sudut tersempit dari motor tersebut, bener-bener haruh lebih teliti dan butuh waktu agak lama untuk mencucinya, luwih njlimet :D

Honda Cb150R

narsis bersama old honda CB150R :D

Tidak hanya pada motor ini sih, banyak motor terbaru lain juga mempunyai desain yang terdapat lekukan tajam dan celah sempit di beberapa bagiannya. Mungkin ini adalah tuntutan jaman, perkembangan desain motor yang harus berubah mengikuti selera pasar. Ada yang terlihat serasi namun ada juga yang menurut saya malah terkesan kaku, seperti halnya bentuk robot :D

Last… itu hanya opini iseng saja yang kebetulan terlintas dalam pikiran saya, tapi bagi yang pegang motor-motor berdesain tajam tersebut, beneran susah nggak sih nyucinya? Maklum lah, saya terbiasa mencuci motor-motor jadul dirumah macam GL Max, Grand Astrea, Spacy (ini malah membulat) serta Supra 125 yang menurut saya mempunyai desain yang lebih mudah diusap kanebo atau kain lap lainnya :D (Ochim)


Penertiban di Simpang Empat Kandangan, Kediri

Simpang Empat Kandangan dijaga belasan Polisi gabungan

Simpang Empat Kandangan dijaga belasan Polisi gabungan

Kemarin pengguna jalan yang melewati perempatan Kandangan Kabupaten Kediri akan melihat pemandangan yang sangat langka, biasanya di perempatan kandangan banyak pengendara yang menerobos lampu merah, hal ini banyak dilakukan oleh warga Kandangan sendiri yang melanggar.

Tapi saya lihat kemarin sudah ada banyak polisi yang berjaga disana, tidak hanya berjaga seperti saat pagi, tapi mereka menilang siapa saja yang menerobos lampu merah. Bisa dipastikan, banyak pengguna jalan yang kena tilang.

salah satu keluhan pengguna jalan yang melintas di simpang empat Kandangan

salah satu keluhan pengguna jalan yang melintas di simpang empat Kandangan

Mungkin ini adalah respon dari banyak warga yang mengeluhkan kondisi lalu lintas yang semrawut di kawasan tersebut. Sebagian besar mereka mengeluhkan pengguna jalan yang tidak tertib seperti melanggar lampu lalu lintas, malah ada yang hampir tabrakan dengan seorang pengendara motor dari arah yang berbeda.

simpang empat Kandangan sebelum dijaga polisi

simpang empat Kandangan sebelum dijaga polisi

Bahkan beberapa waktu lalu pernah dibahas di sebuah radio Kota Kediri, waktu itu kebetulan ada Kapolsek Kandangan yang berdialog dengan penyiar radio, mengaku cukup kesulitan untuk menertibkan pengguna jalan karena keterbatasan personil, kemudian nantinya akan mendatangkan anggota polisi dari Polres Kediri untuk menertibkan para penerobos lampu merah yang banyak terjadi di kawasan tersebut,begitu yang saya dengar secara sekilas.

Hingga akhirnya saya ketahui kemarin sekitar jam 10-an ketika melintas di perempatan Kandangan sudah banyak Polisi yang mengatur lalu lintas dan melakukan tilang bagi yang melanggar. Semoga kegiatan ini terus dilakukan agar pengguna jalan khususnya warga Kandangan bisa lebih tertib berlalu lintas. (Ochim)


Kota Surabaya di Mata Saya

selfie di depan KBSSaya sebenarnya bener-bener buta dengan beberapa jalur di Kota Surabaya. Cuma bunderan waru dan sekitarnya serta daerah Rungkut yang saya tahu, karena kebetulan sering berkunjung ke tempat saudara yang ada disana. Ya pernah sih ke beberapa tempat di Kota Surabaya seperti Pasar Blauran, beberapa toko Buku di Surabaya, Suramadu, Tugu Pahlawan dll, tapi itu sama saudara, trus lupa jalan kalau disuruh kesana lagi :D

Depan Kebun BinatangPernah dulu ke Surabaya sama saudara yang sama-sama nggak tahu jalan, hanya bermodal peta buatan sendiri dikasih saudara lain yang tinggal di kawasan Rungkut. Sudah sampai di tujuan kita namun ketika pulang malah nggak tahu jalan, ya wes akhire cuma mengandalkan petunjuk jalan yang mengarah ke beberapa tempat seperti wilayah Wonokromo, A. Yani, Darmo (jalan tersebut saya sudah hafal untuk menuju ke bunderan waru alias jalan pulang). Pokoknya cari petunjuk jalan yang mengarah ke tiga wilayah tadi. Kalau nggak nemu juga, ya tanya orang di pinggir jalan :D

Jalan WonokromoSaya termasuk jarang banget maen dan keliling Kota Surabaya, paling cuma ke tempat saudara di Rungkut Menanggal tadi. Nampaknya saya harus sering-sering ke Surabaya biar tahu beberapa ruas jalan disana. Lha selama ini memang jarang ada keperluan di Surabaya.

Ketika ada even-even tertentu di Kota Surabaya, sebenarnya saya pengen berkunjung kesana, mengingat cukup dekat dengan tempat tinggal saya yang sekarang. Seperti akhir pekan kemarin ada even Surabaya Urban Culture Festival di jalan Tunjungan, di acara tersebut terdapat banyak mainan-mainan jadul yang bisa kita nikmati dan ikut memainkan, tapi karena memang belum ada waktu luang, ya belum sempat kesana. :D (Ochim)


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 324 pengikut lainnya.