Kelistrikan New Jupiter MX Mati, Belum tentu Akinya Rusak

New Jupiter MX 2013Masih tentang tunggangan baru ini, ketika mau riding bersama NJMX, posisi kontak sudah ON, tiba-tiba saja semua lampu indikator di speedometer mati, seperti indikator lampu Netral, radiator maupun lampu speedo. Biasanya kan posisi kontak sudah ON, lampu speedo dan lampu Netral nyala serta radiator nyala sebentar. Pakai double stater juga nggak bisa, akhirnya saya pakai engkol stater dan langsung nyala. Ketika mesin sudah nyala, terlihat lampu Netral berkedip dan redup, saya coba nyalakan lampu sein malah nyala redup dan tak berkedip, saya pikir pasti akinya yang bermasalah, apesnya mungkin minta ganti, mengingat dulu waktu pegang Supra X 125, kasusnya juga begitu, tiba-tiba saja semua indikator speedo mati, padahal sebelumnya masih normal nggak ada tanda-tanda aki lemah.

Tapi ini nggak dibawa ke bengkel dulu, masih saya pakai wira wiri untuk aktivitas kerja, namun entah kenapa tiba-tiba saja indikator speedo normal lagi, seperti lampu sein yang berkedip dan lampu speedo juga nyala, tapi sekali waktu mati lagi. Hingga akhirnya ada waktu luang saya bawa NJMX ke bengkel resmi Yamaha dekat rumah, saya sampaikan keluhan masalah kelistrikan tadi dan kesimpulannya setelah diperiksa, mekanik mengatakan aki minta ganti.

Agak ragu sebenarnya dengan keputusan bengkel, karena indikator speedo sempat normal kemudian mati lagi, lalu motor saya bawa pulang saja, selain karena memang lagi nggak ada anggaran untuk beli aki, juga saya penasaran kenapa kok bisa mati dan normal lagi.

Sampai rumah saya buka jok motor dan lihat-lihat sebentar kondisi aki, ada sebuah rumah sekring warna putih, saya buka dan iseng saya goyang-goyangkan sekringnya, kebetulan posisi kontak sedang ON, ketika saya goyang-goyang tadi lampu speedo sempat nyala tapi mati lagi, lalu saya melepas sekring dan pasang lagi, lampu speedo dan Netral nyala kemudian saya tekan double stater satu kali dan, brumm…mesin langsung nyala…walaah… ternyata sekringnya saja yang kurang rapat. Saya matikan mesin dan putar kontak ON lagi lalu tekan double stater mesin langsung nyala, sudah normal lagi.

Sampai sekarang sudah 4 minggu lebih masih normal dan nggak mati lagi, untung saja nggak saya turuti saran dari mekanik untuk ganti aki, ternyata hanya sekring saja yang kurang rapat. Saya jadi inget motor Mio Sporty dulu yang sudah terjual, sempat bermasalah juga dengan sekringnya. Sampai ibuk saya makainya harus diengkol dulu biar mesin nyala, karena pas berangkatnya ke pasar masih normal dan pulangnya pas ambil motor di parkiran nggak mau nyala. Padahal waktu itu Mionya masih tergolong baru. (Ochim)

 

Iklan

Inilah Biaya Perbaikan Espass Putus Timing Belt

Beberapa waktu lalu sebelum lebaran, Espass saya sempat mengalami putus timing belt ketika dipakai jalan. Mobil nggak bisa jalan dan akhirnya terpaksa ditarik untuk dimasukkan ke bengkel langganan. Sekitar 2 mingguan espass ngandang di bengkel untuk di bongkar mesinnya dan sekalian saya suruh cek yang lain barangkali ada yang perlu diperbaiki.

Nah berikut ini adalah beberapa nota belanja beberapa sparepart yang dibutuhkan atas putusnya timing belt, selain itu juga ada biaya lain yang kebetulan memang harus diperbaiki atau diganti. Seperti biaya bubut cakram dan as roda depan, kebetulan untuk as roda ini cukup sulit untuk mencari yang merk bagus, ya sudah dibubut saja kata bengkelnya sudah cukup.

Nota pembelian part espass putus timing beltNota pembelian part espass putus timing belt 2Ternyata biayanya nggak seperti yang saya bayangkan, awalnya saya harus menyediakan dana 3-4 juta namun ternyata bisa kurang dari 3 juta, itu sudah sama biaya perbaikan lain diluar penyebab putus timing belt.

Setelah kejadian ini, waktu penggantian timing belt harus diperpendek lagi, karena sejak awal sudah merencanakan bahwa nantinya timing belt secara periodik akan saya ganti di kilometer 25-30 ribu saja, ya untuk antisipasi saja sebelum aus atau putus dijalan. Tapi ternyata ini diluar perkiraan, usia masih 2 tahun sejak beli baru dan kilometer juga masih belum ada 20.000. Sedangkan waktu penggantian atau usia pakai timing belt harusnya 50.000 km. Kondisi timing belt pas putus juga masih sangat bagus belum ada tanda retak atau aus, mekanik dan toko sparepart juga sependapat dengan saya, kebetulan waktu beli, timing belt yang putus saya bawa ke toko sparepart. (Ochim)


Perbaikan Awal New Jupiter MX

NJMX 2013Setelah menebus si MX ini, doi cuma perpal dirumah saja belum saya ajak keluar kota. Ya karena memang minusnya seperti yang saya sampaikan disini masih belum diperbaiki. Baru beberapa hari kemudian saya sempatkan untuk dibawa ke bengkel resmi Yamaha, karena motor ini yang bakal terus menemani aktivitas saya,hehee…

Beberapa item yang diperbaiki adalah:

  1. Rem depan kurang pakem.
  2. Lampu rem mati.
  3. Meninggikan skok depan (posisi diturunin sama pemilik sebelumnya).
  4. Ganti gearset, gearnya sudah lancip dan rantainya sering loncat.

Untuk penggantian gearset itu terpisah saya beli di bengkel biasa namun tetap saya pilih kualitas asli. Masih ada satu lagi yang kebetulan belum disentuh, yaitu skok belakangnya. Skok belakang kata mekaniknya memang harus diganti karena sudah terlalu ambles. Kalau untuk masalah mesin nggak ada masalah, masih normal katanya, suaranya juga halus. Akselerasi masih cepat, walaupun sebenarnya untuk grip gas NJMX ini agak berat, apakah mungkin karena ada 2 kabel?

Untuk biaya perbaikan, rinciannya adalah,

  1. Ganti kampas rem depan harganya 57.000
  2. Ganti bohlamp, lupa harganya, sekitar 12.000 – 15.000
  3. Ganti gearset asli harga 165.000

Perbaikannya nggak terlalu banyak karena memang semua relatif masih bagus dan nggak ada cela, namun begitu nampaknya biaya yang paling besar adalah penggantian skok belakang yang agak menguras kantong. (Ochim)


Inilah Pengganti Honda New Megapro

New Jupiter MX 2013.jpg

Yamaha New Jupiter MX 2013

Akhirnya pengganti motor saya Honda NMP (New Megapro) 2010 sudah hadir, doi adalah Yamaha New Jupiter MX (NJMX) 2013, lho balik ke motor bebek lagi donk, iya… dulu sebenarnya ketika masih pegang Supra X 125, pernah pengen ganti Yamaha NJMX tapi masih belum kesampaian, ya karena harganya yang masih diatas Supra 125, selain itu juga karena masih betah dengan kenyamanan, kebandelan dan keiritan Supra 125.

Lalu bagaimana ceritanya kok baru sekarang ambil Yamaha NJMX ini? Jadi sore itu ketika saya lagi nyuci mobil Espass, ada tetangga yang datang bawa motor tersebut, saya mulai tertarik dan coba tak tawarkan untuk tukar tambah dengan motor NMP saya. Akhirnya deal saya nambah 1,5 juta, agak banyak nambahnya karena memang motor saya adalah plat luar kota yaitu Surabaya, jadi motor saya dihargai murah ketika tukar-tambah dengan NJMX 2013.

Yowes nggak masalah, lagian saya juga kadung suka dengan tampilannya yang relatif masih bagus. Hanya minusnya yang langsung ketahuan adalah skok belakang yang ambles, saya pernah browsing katanya memang kelemahan motor ini skoknya gampang ambles, solusinya ya ganti baru.

Selain skok, minusnya adalah rantainya yang berisik, sepertinya sudah molor dan kaku, kemudian rem depan yang nggak pakem, wah kalau itu sih antara kampas rem yang habis atau mungkin master rem yang bermasalah. Tapi tanpa pemikiran panjang akhirnya malemnya motor tersebut langsung diboyong kerumah.

Setelah ngandang dirumah, saya belum PD untuk membawanya agak jauh, karena skok belakangnya tadi, ketika melibas jalan bergelombang gampang sekali mentok slebor. Tunggu saja sampai ada dana lebih untuk menebus skoknya yang katanya sih sekitar 400 ribuan. (Ochim)


Espass Putus Timing Belt di Trowulan

Pagi itu pukul 05.30 saya berangkat kerja dari Mojokerto menuju Kandangan, kali ini membawa Espass biru. Berjalan santai keluar wilayah Kota Mojokerto, lalu lintas masih sangat sepi hanya ada beberapa motor yang terlihat melintas. Mungkin 30 menit lagi akan ramai oleh anak-anak berangkat sekolah.

timing belt putus

jembatan timbang trowulan-mojokerto

Namun ketika saya sampai di Trowulan, petaka itu datang. Tepatnya di depan jembatan timbang Trowulan, espass tiba-tiba muncul suara aneh “besss…!!” lalu kecepatan mendadak berkurang, suara mesin nggak normal, saya lalu berhenti dan mesin langsung mati. Coba tak stater tapi suaranya kasar dan mesin nggak mau nyala. Lalu saya buka kap mesin yang ada di dalam kabin tengah, walau nggak paham mesin saya coba lihat satu-persatu seperti delco serta kondensor, lihat kabel-kabel, kabel di aki serta rotaknya. Rotaknya masih ada bunyi ketika kontak posisi ON.

Kemudian tanya orang sekitar tentang bengkel disekitar situ, katanya ada tapi jauh, orangnya mau menawarkan untuk memanggil yang dimaksud tapi saya tolak. Karena entah kenapa saya lalu kepikiran kalau espass itu timing beltnya putus. Kalau timing belt putus lebih baik mobil saya lanjut bawa ke Kandangan saja dengan bantuan ditarik dengan mobil, kebetulan montir yang biasanya pegang espass saya orang sana. Lalu saya telpon saudara di Kandangan untuk dibawakan montir langganan tadi, agak lama 2 jam kemudian baru datang sambil bawa Innova.

timing belt espass putus2

bongkar dulu untuk cek timing belt

Orang bengkel tadi langsung coba stater espass sekali saja dan menyimpulkan kalau timing belt putus, katanya terlihat dari suara stater yang kasar. Tapi doi juga meyakinkan dengan melihat kondisi timing belt dulu yaitu dengan membuka beberapa part di depan blok mesin, karena letak timing belt espass agak tersembunyi.

Setelah berhasil dibuka, benar saja, timing belt putus…saya langsung lemes, karena artinya akan butuh biaya banyak untuk memperbaikinya. Untuk mobil Daihatsu Espass ketika timing belt putus, maka antara klep dan piston akan bertabrakan dan rusak, karena kondisi mesin sedang bekerja dan proses klep membuka-menutup diatur oleh timing belt tadi.

timing belt espass putus3

pejalanan dengan ditarik selama  1,5 jam

Akhirnya saya nyari toko bangunan untuk beli tali tambang sepanjang 6 meter, nantinya untuk menarik espass. Setelah dapat lalu ditautkan ke bawah mobil, kebetulan ada semacam lubang disana. Lalu ditarik dengan Innova jalan pelan-pelan sekitar 20-30 km/jam. Menempuh waktu sampai 1,5 jam untuk sampai di bengkel deket rumah ortu, cukup jauh dan tali tambang sempat putus 2 kali. Setelah sampai dibengkel, saya sampaikan ke montirnya nggak usah buru-buru dibongkar, karena memang saya masih bingung dananya, hahaa

timing belt espass putus5

sampai di bengkel

Sampai sekarang saya masih heran kok bisa timing belt putus, padahal juga masih terhitung baru diganti, sekitar 2,5 tahun yang lalu, kilometer juga masih 20 ribuan sejak timing belt baru dipasang (kebetulan tercatat di stiker pintu sopir), katanya ‘kan usia pakai timing belt adalah 50.000 km sudah harus diganti. Ini ketika putus juga kondisi belt masih sangat bagus, mungkin lagi apes kali ya… kalau begini lebih baik timing belt diganti lebih awal lagi dari yang seharusnya. (Ochim)


Sayang Sekali Honda Spacy Harus Disuntik Mati

honda spacy pgm-fiDapet kabar dari blog kang IWB, bahwa ternyata matic gemuk Honda Spacy sudah discontinue. Ya karena memang penjualannya terus mengalami penurunan, puncaknya pada bulan januari 2018 hanya terjual 28 unit saja, bahkan pada bulan februari 2018 nggak ada yang terjual alias 0 unit.

Dirumah ada 1 unit warna merah keluaran tahun 2012, sudah injeksi dan yang pakai ibuk saya untuk aktivitas sehari-hari seperti kulakan dagangan di pasar. Desainnya unik dan ternyata memang Honda Spacy ini nggak hanya ada di Indonesia tapi juga di negara Asia maupun Eropa, jadi desainnya itu memang global.

Honda Spacy 2012Tapi ternyata desain seperti Spacy ini kurang diminati di tanah air, kalah dengan matic honda yang lain seperti Beat, Vario maupun Scoopy yang lebih diterima. Harusnya ketika penjualan Spacy mulai menurun, segera melakukan facelift dan penambahan fitur seperti yang ada pada matic Honda yng lain. Dulu saya pernah mengutarakan mengenai kelemahan Honda Spacy dan saya berharap Honda melakukan perbaikan sehingga menjadi matic yang lebih sempurna dibanding sebelumnya. Tapi kalau sudah discontinue gini, ya Spacy ibuk siap-siap jadi motor langka, karena memang jarang ditemui dijalanan. (Ochim)


Tarif Bis dari Mojoagung ke Mojokerto yang Paling Murah

Biasanya saya berangkat kerja full motoran dari Mojokerto ke Kandangan, namun terkadang saya juga naik bis di separuh perjalanannya. Jadi dari Mojokerto saya naik bis turun Mojoagung kemudian Mojoagung ke Kandangan dilanjut motoran yang saya titipkan, begitu juga rute sebaliknya.

Untuk naik bis seringnya itu saya dapat bis Sugeng Rahayu/Sumber Selamat maupun Mira, karena memang populasinya paling banyak di jalur ini. Selain itu pernah naik Harapan Jaya, Jaya, Pelita Indah, Restu dan Mandala (Handoyo Group). Namun dari beberapa bis tersebut tarifnya yang paling murah untuk rute Mojokerto – Mojoagung dan sebaliknya adalah Harapan Jaya, doi tarifnya cuma 3 ribu, sedangkan bis yang lain 4 ribu bahkan bis Jaya pernah menarik karcis 5 ribu. (Ochim)