Yamaha New Jupiter MX Ganti Ban Belakang

NJMX 2013 ganti ban belakangBan belakang si njmx ini sudah lama menggundul…namun saya tetep cuek saja belum ada rencana untuk menggantinya. Karena memang belakangan ini mobilitas saya sudah nggak terlalu tinggi dan hanya riding dalam kota saja. Sampai pada suatu waktu saya harus keluar kota dan terpaksa menggunakan motor ini,tepatnya mau ke kota Malang. Sempat ada rasa khawatir di perjalanan karena berangkatnya sudah sore setelah pulang kerja dan pulangnya malem. Jadi di perjalanan mojokerto – malang via japanan rasanya nggak nyaman, ada rasa was-was takut nanti ban bocor. Untuk meminimalisir resiko ban bocor, ditengah perjalanan saya sempat isi angin lagi.

Nah setelah pulang dari malang, saya browsing-browsing mencari ukuran ban untuk motor new jupiter mx ini, hingga akhirnya saya bawa ke bengkel deket rumah dan memilih ukuran 100/80 tubeles merk FDR. Agak naik sedikit dari ukuran standarnya yaitu 100/70, harga 275 ribu plus pentilnya nambah 10 ribu. (Ochim)

Iklan

Mendadak Ke Cangar

jalur pacet - cangar 6Tak terencana, hari minggu kemarin saya pas lagi dirumah sendirian karena anak dan istri lagi keluar kota. Iseng buka facebook, ada status dari seorang anggota grup “Mojokerto Jalan-jalan” yang memposting mengenai salah satu tempat wisata di kawasan Pacet, Mojokerto. Hingga akhirnya saya melihat jam masih sekitar 10 pagi, saya berpikir “kayaknya asik nih kalau ke Pacet sekarang”. Apalagi saya sebenarnya belum pernah kesana padahal sudah hampir 5 tahun tinggal di Mojokerto. Yowes akhirnya siap-siap dan keluarkan motor dari dalam rumah. Cek tekanan ban dan indikator BBM, ternyata posisi jarum berada di paling bawah. Pikiran langsung tertuju pada SPBU di dekat Pabrik Mertex, karena tersedia premium disana.

Pukul 10:34 Isi premium di SPBU bypass mojokerto (dekat Mertex) 14 ribu  lalu riding santai menuju Mojosari. Sampai di simpang tiga klenteng Mojosari saya ambil jalur ke kanan dan lurus menuju Pacet. Jalan di kawasan Mojosari – Pacet masih lebar dan belokannya nggak terlalu tajam.

jalur pacet - cangarHingga sampai simpang tiga Polsek Pacet ambil arah Cangar, jalan mulai sempit, berliku dan menanjak. Kanan-kiri hutan maupun jurang. Suara mesin motor keluaran 2013 ini meraung ketika melahap tiap tanjakan ekstrem, apalagi di daerah Sendi-Pacet.

jalur pacet - cangar 2Namun yang menyenangkan adalah udara disini sejuk serta banyak sekali warung-warung dipinggir jalan. Kebetulan hari minggu jadi banyak pengunjung di warung-warung tersebut, jalan juga tampak ramai dominasi roda 2 dengan pengendara anak-anak muda.
jalur pacet - cangar 312.22 sampai di jembatan cangar brenti dulu untuk poto-poto, sesekali lalu lintas tersendat karena banyaknya motor yang parkir di sisi jembatan.
jalur pacet - cangar 412.45 saya putar balik untuk turun menuju pacet, ini harus diwaspadai karena jalan terus menurun tajam dan berkelok-kelok yang menyimpan potensi bahaya. Di beberapa titik, laju motor harus dibantu dengan menurunkan gigi 1 selain pakai rem depan-belakang. Sempat menemui mobil yang roda belakangnya keluar asap namun sopirnya mengetahui dan segera menepi.

jalur pacet - cangar 5Sampai di simpang 3 Polsek Pacet, lalu lintas merambat karena padatnya kendaraan serta banyak pengunjung memarkir motornya di pinggir jalan untuk menikmati jajanan pentol bakar. Ya, di simpang 3 Polsek Pacet ini banyak dijumpai penjual pentol bakar maupun sempol, sayapun tertarik untuk membeli, 10 ribu saja untuk sempol dan saya minta untuk dibungkus.
Pukul 14.40 sampai di rumah mojokerto lagi. Btw… Pemandangan di jalur Pacet – Cangar sangat bagus apalagi udaranya juga sejuk. Banyak dijumpai tempat wisata yang layak dikunjungi, namun begitu sebelum kesana harus memperhatikan kendaraannya dulu. Cek kondisi mesin serta pengereman. (Ochim)


Mobil Xenia Untuk Armada Travel Magetan-Surabaya

Hari sabtu kemarin tanggal 28 november 2018 kebetulan saya dan istri mudik ke rumah mertua di magetan, mumpung lagi weekend. Namun kali ini kita naik transportasi umum, nggak bawa mobil sendiri. Berangkat dari Mojokerto naik kereta api turun di Stasiun Madiun kemudian dari Madiun dijemput adik ipar pakai sedan Maestronya. Hari minggu sore kita balik ke Mojokerto pakai travel karena untuk tiket kereta menuju Mojokerto sudah penuh, maklum akhir pekan, saya juga pas nyari tiketnya mendadak.

Xenia travelKalau pakai travel dan berangkat masih di kota ujung, yang saya nggak suka adalah mobilnya masih jemput sana-sini, ya  maklum sih namanya juga mobil antar jemput. Travel yang saya naiki pakai armada Daihatsu Xenia dan saya duduk paling belakang bersama anak dan istri. Untuk baris ketiga ini memang kapasitasnya hanya 2 orang, tapi anak saya yang umur 4,5 tahun masih bisa duduk sendiri.

Ternyata kami ini penumpang pertama yang dijemput, setelah itu dilanjutkan menjemput beberapa penumpang lain. Penumpang terakhir dijemput di perumahan dekat terminal Magetan dan tepat pukul 14.30, Xenia langsung tancap gas keluar Magetan menuju arah Surabaya.

Sopir ini cukup ngeblong, selap selip dengan kendaraan di depannya. Akselerasi mobil Xenia cukup responsif, padahal penumpang penuh dan muatan juga cukup banyak, tak terlihat mesin ngos-ngosan atau meraung-raung, ya saya sih merasakannya sebagai penumpang saja, ternyata mobil ini boleh juga.

travel mgetan-surabayaPeredam suara kabin cukup senyap, nggak ada suara mesin, suara roda atau suara bising lainnya yang masuk kabin, jadi sangat nyaman. Suspensinya juga cukup empuk, meskipun kadang pada posisi tertentu goncangannya cukup keras ketika menghantam jalan yang nggak rata. Namun yang paling saya acungi jempol adalah akselerasinya memang mantab, meskipun penumpang full namun mesinnya tetap bertenaga, sekali lagi ini kesan saya sebagai penumpang saja, tidak langsung mengendarainya.

Ketika sampai di kawasan Perak-Jombang, disebuah kawasan yang banyak warung dan rumah makan, Xenia ini menggeser tuas lampu sein ke bawah, indikator sein kanan menyala lalu mobil melaju  perlahan dan parkir di depan rumah makan, dan inilah penampakan Xenia Travel Magetan-Surabaya. Pesaing mobil ini untuk armada travel jalur Magetan-Madiun-Surabaya ada Luxio dan Grand Max yang tentunya dengan driver yang ngeblong.  (Ochim)


Ini Hasil Tes Konsumsi BBM Yamaha New Jupiter MX

New Jupiter MX 2013Setelah hampir 6 bulan ngandang dirumah, baru kali ini saya sengaja untuk mengetes konsumsi BBM Yamaha New Jupiter MX. Tes ini memakai metode full to full, metode yang paling mudah untuk digunakan. BBM yang saya uji adalah jenis premium, karena memang jenis ini yang biasa saya pakai sehari-hari dan kebetulan masih ada beberapa SPBU yang menjualnya.

speedometer NJMX

indikator BBM lagi jalan naik sudah terjepret

Langkah awal adalah pada minggu malam saya mengisi premium  pada tanki motor sampai penuh mendekati bibir tanki, kemudian jepret dulu odometernya menunjukkan angka 48216,5. hal ini untuk menandai angka dimulainya pengujian.

Kemudian pada senin pagi  12-11-2018 motor saya pakai aktivitas berangkat kerja dari Mojokerto ke Kandangan (Kediri). Melewati jalan aspal yang relatif mulus  dan lalu lintas lancar di jalan Nasional Mojokerto – Mojoagung. Kemudian sampai di pertigaan terminal Mojoagung belok kiri ambil jalan alternatif arah Kandangan dengan kondisi aspal yang mulus namun ada yang bergelombang. Ketika di tempat kerja, siangnya sempat dinas luar ke kantor Cabang Dinas Pendidikan Kediri yang lokasinya di Kediri Kota.

Gaya riding saya cenderung santai, membuka gas dengan diurut tidak mendadak, ya sesekali menghentak ketika menyalip kendaraan, kecepatan motor saya selalu bertahan di 60 km/jam, namun kadang juga menyentuh angka 70 km/jam.

speedometer NJMX 2Setelah indikator BBM menunjukkan separuh tanki, saya isi lagi tanki dengan Premium di SPBU kawasan Adan-adan, Gurah pada pukul 16.00 WIB, kondisi cuaca pas mendung dan sempat diguyur hujan.

Isi sampai penuh, lalu saya jepret lagi odometernya, menunjukkan angka 48324,6. Pada saat mengisi premium kedua sampai penuh, ternyata mesin dispenser menunjukkan angka 2,29 liter. Nah dari sini mulai penghitungannya.

nota pembelian BBMAngka odometer kedua ini dikurangi odometer yang pertama, yaitu 48324,6 – 48216,5 = 108,1 km. Dari angka 108,1 km ini kemudian dibagi jumlah premium yang telah diisi penuh yaitu 2,29 liter, hasilnya 47,20 km. Artinya adalah 1 liter motor New Jupiter MX ini dapat menempuh jarak sampai 47,20 km… wow menurut saya hasil ini cukup irit.

Kemudian masih saya uji lagi seperti cara pertama diatas, uji yang kedua hasilnya menunjukkan angka 50,04 km/liter, wah malah tambah irit lagi, selanjutnya saya uji lagi tetap dengan metode dan gaya riding yang sama, hasilnya adalah kembali dapat 47,16/liter.

Akhirnya dengan pengujian konsumsi BBM jenis premium sampai 3 kali ini, kesimpulan saya adalah untuk 1 liter premium, motor yamaha New Jupiter MX 2013 bisa menempuh jarak antara 47 – 50 km. (Ochim)


Cerita Perjalanan: Ke Magetan untuk Mengurus NIK dan KK (2)

Masjid alun-alun Madiun

Masjid alun-alun Madiun

Keluar dari kantor Dispenduk Magetan, berjalan santai 50 km/jam menuju Madiun, sekitar 3 km kemudian mampir SPBU dulu untuk isi Pertalite 15 ribu (Premium nggak ada) kemudian lanjut jalan lagi. Pukul 12.20 sampai di masjid Alun-alun Kota Madiun, saya parkirin motor lalu sholat dhuhur sekalian istirahat agak lama di Masjid ini.

Tiduran dulu di masjid sekitar 30 menitan, sambil buka WA dan fesbuk dan sempat saya inbox temen yang kerja di SPBU Baron-Nganjuk tadi, ternyata dia pas libur dan masuknya jam malam. kemudian saya keluar masjid untuk mencari warung makan yang banyak tersebar di alun-alun, yang menarik perhatian saya adalah warung gado-gado, saya langsung kesana, untuk minumnya saya pesan es campur, Ini tampilannya…

Kuliner alun-alun Madiun

Kuliner alun-alun Madiun

Untuk gado-gadonya, saya kurang cocok, terutama bumbunya, terlalu encer dan rasanya juga kurang pas, agak asin. Kemudian es campur sekilas tampak menarik namun ada yang kurang enak seperti tidak fresh, entah itu kolang-kaling atau campuran lainnya.

Setelah menghabiskan makan, saya bergegas ke parkiran motor lalu tepat pukul 13.45 saya keluar masjid dan melanjutkan perjalanan menuju Mojokerto. Lepas pabrik gula Rejo Agung Kota Madiun arah Surabaya, lalu lintas didominasi mobil pribadi berjalanan beriringan, jadi perjalanan agak tersendat. Sampai dikawasan Balerejo-Madiun jalan agak melebar dan saya menambah kecepatan motor.

Sampai di Nganjuk indikator BBM tinggal separuh, saya berjalan agak pelan sambil lihat SPBU yang menyediakan premium, sampai akhirnya ketemu SPBU Bagor-Nganjuk, isi Premium 15 ribu sudah mau meluber ke bibir tanki.

Masjid H. Moeldoko Bandar Kedungmulyo-Jombang

Masjid H. Moeldoko Bandar Kedungmulyo-Jombang

Masuk kawasan Bandar Kedungmulyo-Jombang pukul 15.45, mampir di Masjid H. Moeldoko untuk sholat ashar sekalian istirahat. Sekitar 15 menit di Masjid ini, saya lanjut jalan lagi, lalu lintas masih relatif lancar meskipun tadi sempat mengkhawatirkan daerah simpang empat Mengkreng-Kertosono yang rawan macet. Sampai di Jombang Kota, badan mulai pegel, lalu merencanakan untuk berhenti di masjid Trowulan saja, disana tempatnya memungkinkan untuk tiduran di Serambinya.

Masjid Trowulan Mojokerto

Masjid Trowulan Mojokerto

Tepat pukul 17.00 sampai di masjid kawasan Trowulan dan langsung merebahkan badan. 20 menit kemudian lanjut jalan lagi, riding pelan saja karena sudah mau sampai rumah. Memasuki Kota Mojokerto lalu lintas padat karena mungkin bersamaan jam pulang kerja, hingga akhirnya pukul 17.40 sudah sampai rumah.

Alhamdulillah misi mengurus NIK dan KK ke Dispenduk Magetan sudah selesai, tinggal menunggu selama 2x 24 jam dan nantinya baru bisa saya coba untuk registrasi lagi. (Ochim)


Cerita Perjalanan: Ke Magetan untuk Mengurus NIK dan KK

Sekarang ini lagi musimnya pendaftaran CPNS yang kebetulan sudah dibuka sejak tgl 26 September 2018 kemarin. Pendaftarannya full online, memakai aplikasi khusus yang dibuat untuk mengunggah beberapa dokumen yang dibutuhkan. Namun dalam prosesnya, ternyata ada gangguan yang menyebabkan terhambatnya pelamar untuk mendaftar. Salah satunya adalah pelamar tidak bisa melakukan registrasi diawal pendaftaran karena NIK dan KK tidak ditemukan. Untuk kasus ini pelamar harus mendatangi kantor Dispenduk dengan tujuan konfirmasi, agar nantinya pihak Dispenduk mengupdate data NIK dan KK yang tidak bisa mendaftar CPNS tadi.

Data Tidak DitemukanHari rabu siang (3/10) kebetulan saya juga tidak bisa mendaftar karena masalahnya seperti yang saya ceritakan diatas. Terpaksa harus ke kantor Dispenduk dulu untuk melaporkan keluhan saya. Nah, karena kantor Dispenduk saya jauh, jadi harus meluangkan waktu seharian untuk kesana. Ini karena saya domisili di Kota Mojokerto sedangkan KTP saya Magetan, jadi terpaksa ijin tidak kerja sehari.

Akhirnya hari kamis (4/10) pukul 6.30 saya berangkat setelah motor saya isi premium fulltank. Berangkat dengan kecepatan 60-70 kpj menyusuri bypass Mojokerto, arus lalu lintas kebetulan cukup lengang, hingga memasuki kawasan Peterongan-Jombang mulai agak tersendat karena ada perbaikan jalan, setelah sampai di jalan satu arah timurnya kampus Undar sudah lancar, motor saya pacu lebih kenceng lagi.

SPBU Baron-Nganjuk

SPBU Baron-Nganjuk

Pukul 08.12 saya mampir ke SPBU Baron-Nganjuk, kebetulan ada temen sekolah yang kerja disana, namun ternyata doi nggak ada, ya sudah saya lanjutkan perjalanan lagi ke arah Madiun.

Saradan

Saradan

Sampai di rawa kawasan Saradan saya berhenti sebentar untuk istirahat, kebetulan pemandangannya kawasan ini bagus dan anginnya semilir, 15 menit kemudian lanjut jalan lagi.

Jiwan-Madiun

Jiwan-Madiun

Pukul 10.05 pada saat melintas dikawasan ringroad Madiun, perut saya terasa lapar, nanti kalau ketemu SPBU atau masjid saya mau berhenti dulu untuk sarapan, kebetulan sudah bawa nasi dari Mojokerto. Akhirnya ketemu masjid di daerah Jiwan-Madiun. Segera buka bungkusan nasi campur yang saya beli dari rumah tadi.

Pertigaan Terminal Maospati

Pertigaan Terminal Maospati

Sekitar 30 menit kemudian lanjut perjalanan menuju Maospati, sampai di Pertigaan besar terminal Maospati saya ambil kiri menuju Magetan, lalu 8 km kemudian telah sampai di kantor Dispenduk Magetan pada pukul 11.05.

Kantor Dispenduk Magetan

Kantor Dispenduk Magetan

Setelah memfotocopy KTP dan KK, saya diarahkan petugas ke ruang bagian perbaikan data, antri dulu ada beberapa orang. Hingga tiba giliran saya, saya sampaikan langsung keluhannya dan cuma sebentar hanya 10 menit saja, yang penting sudah di konfirmasi kemudian nantinya akan diupdate data saya di Dispenduk dan ditunggu 2x 24 jam baru bisa dicoba untuk register lagi.

Setelah urusan selesai kemudian saya langsung bergegas pulang, jadi saya hanya 40 menit saja di kantor Dispenduk Magetan. (Ochim)

Bersambung…


Info Pemutihan Pajak Kendaraan di Jawa Timur 2018

Baru dapat kabar ini kemarin melalui grup fesbuk “Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang)” bahwa akan ada kebijakan pemutihan atau pembebasan sangsi pajak, serta juga pembebasan biaya balik nama kendaraan. Tentunya ini sudah ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Jawa Timur. Diharapkan dengan adanya program ini masyarakat segera membayar pajak kendaraan dan meringankan mereka yang kebetulan lupa atau terlambat membayar serta membaliknamakan kendaraannya.

Info Pemutihan Kendaraan Jatim 2018

Kebijakan ini berlaku mulai 24 Septeber 2018 sampai dengan 15 Desember 2018 mendatang. Ayo segera siapkan surat-suratmu. (Ochim)