Mobil Xenia Untuk Armada Travel Magetan-Surabaya

Hari sabtu kemarin tanggal 28 november 2018 kebetulan saya dan istri mudik ke rumah mertua di magetan, mumpung lagi weekend. Namun kali ini kita naik transportasi umum, nggak bawa mobil sendiri. Berangkat dari Mojokerto naik kereta api turun di Stasiun Madiun kemudian dari Madiun dijemput adik ipar pakai sedan Maestronya. Hari minggu sore kita balik ke Mojokerto pakai travel karena untuk tiket kereta menuju Mojokerto sudah penuh, maklum akhir pekan, saya juga pas nyari tiketnya mendadak.

Xenia travelKalau pakai travel dan berangkat masih di kota ujung, yang saya nggak suka adalah mobilnya masih jemput sana-sini, ya  maklum sih namanya juga mobil antar jemput. Travel yang saya naiki pakai armada Daihatsu Xenia dan saya duduk paling belakang bersama anak dan istri. Untuk baris ketiga ini memang kapasitasnya hanya 2 orang, tapi anak saya yang umur 4,5 tahun masih bisa duduk sendiri.

Ternyata kami ini penumpang pertama yang dijemput, setelah itu dilanjutkan menjemput beberapa penumpang lain. Penumpang terakhir dijemput di perumahan dekat terminal Magetan dan tepat pukul 14.30, Xenia langsung tancap gas keluar Magetan menuju arah Surabaya.

Sopir ini cukup ngeblong, selap selip dengan kendaraan di depannya. Akselerasi mobil Xenia cukup responsif, padahal penumpang penuh dan muatan juga cukup banyak, tak terlihat mesin ngos-ngosan atau meraung-raung, ya saya sih merasakannya sebagai penumpang saja, ternyata mobil ini boleh juga.

travel mgetan-surabayaPeredam suara kabin cukup senyap, nggak ada suara mesin, suara roda atau suara bising lainnya yang masuk kabin, jadi sangat nyaman. Suspensinya juga cukup empuk, meskipun kadang pada posisi tertentu goncangannya cukup keras ketika menghantam jalan yang nggak rata. Namun yang paling saya acungi jempol adalah akselerasinya memang mantab, meskipun penumpang full namun mesinnya tetap bertenaga, sekali lagi ini kesan saya sebagai penumpang saja, tidak langsung mengendarainya.

Ketika sampai di kawasan Perak-Jombang, disebuah kawasan yang banyak warung dan rumah makan, Xenia ini menggeser tuas lampu sein ke bawah, indikator sein kanan menyala lalu mobil melaju  perlahan dan parkir di depan rumah makan, dan inilah penampakan Xenia Travel Magetan-Surabaya. Pesaing mobil ini untuk armada travel jalur Magetan-Madiun-Surabaya ada Luxio dan Grand Max yang tentunya dengan driver yang ngeblong.  (Ochim)

Iklan

Ini Hasil Tes Konsumsi BBM Yamaha New Jupiter MX

New Jupiter MX 2013Setelah hampir 6 bulan ngandang dirumah, baru kali ini saya sengaja untuk mengetes konsumsi BBM Yamaha New Jupiter MX. Tes ini memakai metode full to full, metode yang paling mudah untuk digunakan. BBM yang saya uji adalah jenis premium, karena memang jenis ini yang biasa saya pakai sehari-hari dan kebetulan masih ada beberapa SPBU yang menjualnya.

speedometer NJMX

indikator BBM lagi jalan naik sudah terjepret

Langkah awal adalah pada minggu malam saya mengisi premium  pada tanki motor sampai penuh mendekati bibir tanki, kemudian jepret dulu odometernya menunjukkan angka 48216,5. hal ini untuk menandai angka dimulainya pengujian.

Kemudian pada senin pagi  12-11-2018 motor saya pakai aktivitas berangkat kerja dari Mojokerto ke Kandangan (Kediri). Melewati jalan aspal yang relatif mulus  dan lalu lintas lancar di jalan Nasional Mojokerto – Mojoagung. Kemudian sampai di pertigaan terminal Mojoagung belok kiri ambil jalan alternatif arah Kandangan dengan kondisi aspal yang mulus namun ada yang bergelombang. Ketika di tempat kerja, siangnya sempat dinas luar ke kantor Cabang Dinas Pendidikan Kediri yang lokasinya di Kediri Kota.

Gaya riding saya cenderung santai, membuka gas dengan diurut tidak mendadak, ya sesekali menghentak ketika menyalip kendaraan, kecepatan motor saya selalu bertahan di 60 km/jam, namun kadang juga menyentuh angka 70 km/jam.

speedometer NJMX 2Setelah indikator BBM menunjukkan separuh tanki, saya isi lagi tanki dengan Premium di SPBU kawasan Adan-adan, Gurah pada pukul 16.00 WIB, kondisi cuaca pas mendung dan sempat diguyur hujan.

Isi sampai penuh, lalu saya jepret lagi odometernya, menunjukkan angka 48324,6. Pada saat mengisi premium kedua sampai penuh, ternyata mesin dispenser menunjukkan angka 2,29 liter. Nah dari sini mulai penghitungannya.

nota pembelian BBMAngka odometer kedua ini dikurangi odometer yang pertama, yaitu 48324,6 – 48216,5 = 108,1 km. Dari angka 108,1 km ini kemudian dibagi jumlah premium yang telah diisi penuh yaitu 2,29 liter, hasilnya 47,20 km. Artinya adalah 1 liter motor New Jupiter MX ini dapat menempuh jarak sampai 47,20 km… wow menurut saya hasil ini cukup irit.

Kemudian masih saya uji lagi seperti cara pertama diatas, uji yang kedua hasilnya menunjukkan angka 50,04 km/liter, wah malah tambah irit lagi, selanjutnya saya uji lagi tetap dengan metode dan gaya riding yang sama, hasilnya adalah kembali dapat 47,16/liter.

Akhirnya dengan pengujian konsumsi BBM jenis premium sampai 3 kali ini, kesimpulan saya adalah untuk 1 liter premium, motor yamaha New Jupiter MX 2013 bisa menempuh jarak antara 47 – 50 km. (Ochim)


Cerita Perjalanan: Ke Magetan untuk Mengurus NIK dan KK (2)

Masjid alun-alun Madiun

Masjid alun-alun Madiun

Keluar dari kantor Dispenduk Magetan, berjalan santai 50 km/jam menuju Madiun, sekitar 3 km kemudian mampir SPBU dulu untuk isi Pertalite 15 ribu (Premium nggak ada) kemudian lanjut jalan lagi. Pukul 12.20 sampai di masjid Alun-alun Kota Madiun, saya parkirin motor lalu sholat dhuhur sekalian istirahat agak lama di Masjid ini.

Tiduran dulu di masjid sekitar 30 menitan, sambil buka WA dan fesbuk dan sempat saya inbox temen yang kerja di SPBU Baron-Nganjuk tadi, ternyata dia pas libur dan masuknya jam malam. kemudian saya keluar masjid untuk mencari warung makan yang banyak tersebar di alun-alun, yang menarik perhatian saya adalah warung gado-gado, saya langsung kesana, untuk minumnya saya pesan es campur, Ini tampilannya…

Kuliner alun-alun Madiun

Kuliner alun-alun Madiun

Untuk gado-gadonya, saya kurang cocok, terutama bumbunya, terlalu encer dan rasanya juga kurang pas, agak asin. Kemudian es campur sekilas tampak menarik namun ada yang kurang enak seperti tidak fresh, entah itu kolang-kaling atau campuran lainnya.

Setelah menghabiskan makan, saya bergegas ke parkiran motor lalu tepat pukul 13.45 saya keluar masjid dan melanjutkan perjalanan menuju Mojokerto. Lepas pabrik gula Rejo Agung Kota Madiun arah Surabaya, lalu lintas didominasi mobil pribadi berjalanan beriringan, jadi perjalanan agak tersendat. Sampai dikawasan Balerejo-Madiun jalan agak melebar dan saya menambah kecepatan motor.

Sampai di Nganjuk indikator BBM tinggal separuh, saya berjalan agak pelan sambil lihat SPBU yang menyediakan premium, sampai akhirnya ketemu SPBU Bagor-Nganjuk, isi Premium 15 ribu sudah mau meluber ke bibir tanki.

Masjid H. Moeldoko Bandar Kedungmulyo-Jombang

Masjid H. Moeldoko Bandar Kedungmulyo-Jombang

Masuk kawasan Bandar Kedungmulyo-Jombang pukul 15.45, mampir di Masjid H. Moeldoko untuk sholat ashar sekalian istirahat. Sekitar 15 menit di Masjid ini, saya lanjut jalan lagi, lalu lintas masih relatif lancar meskipun tadi sempat mengkhawatirkan daerah simpang empat Mengkreng-Kertosono yang rawan macet. Sampai di Jombang Kota, badan mulai pegel, lalu merencanakan untuk berhenti di masjid Trowulan saja, disana tempatnya memungkinkan untuk tiduran di Serambinya.

Masjid Trowulan Mojokerto

Masjid Trowulan Mojokerto

Tepat pukul 17.00 sampai di masjid kawasan Trowulan dan langsung merebahkan badan. 20 menit kemudian lanjut jalan lagi, riding pelan saja karena sudah mau sampai rumah. Memasuki Kota Mojokerto lalu lintas padat karena mungkin bersamaan jam pulang kerja, hingga akhirnya pukul 17.40 sudah sampai rumah.

Alhamdulillah misi mengurus NIK dan KK ke Dispenduk Magetan sudah selesai, tinggal menunggu selama 2x 24 jam dan nantinya baru bisa saya coba untuk registrasi lagi. (Ochim)


Cerita Perjalanan: Ke Magetan untuk Mengurus NIK dan KK

Sekarang ini lagi musimnya pendaftaran CPNS yang kebetulan sudah dibuka sejak tgl 26 September 2018 kemarin. Pendaftarannya full online, memakai aplikasi khusus yang dibuat untuk mengunggah beberapa dokumen yang dibutuhkan. Namun dalam prosesnya, ternyata ada gangguan yang menyebabkan terhambatnya pelamar untuk mendaftar. Salah satunya adalah pelamar tidak bisa melakukan registrasi diawal pendaftaran karena NIK dan KK tidak ditemukan. Untuk kasus ini pelamar harus mendatangi kantor Dispenduk dengan tujuan konfirmasi, agar nantinya pihak Dispenduk mengupdate data NIK dan KK yang tidak bisa mendaftar CPNS tadi.

Data Tidak DitemukanHari rabu siang (3/10) kebetulan saya juga tidak bisa mendaftar karena masalahnya seperti yang saya ceritakan diatas. Terpaksa harus ke kantor Dispenduk dulu untuk melaporkan keluhan saya. Nah, karena kantor Dispenduk saya jauh, jadi harus meluangkan waktu seharian untuk kesana. Ini karena saya domisili di Kota Mojokerto sedangkan KTP saya Magetan, jadi terpaksa ijin tidak kerja sehari.

Akhirnya hari kamis (4/10) pukul 6.30 saya berangkat setelah motor saya isi premium fulltank. Berangkat dengan kecepatan 60-70 kpj menyusuri bypass Mojokerto, arus lalu lintas kebetulan cukup lengang, hingga memasuki kawasan Peterongan-Jombang mulai agak tersendat karena ada perbaikan jalan, setelah sampai di jalan satu arah timurnya kampus Undar sudah lancar, motor saya pacu lebih kenceng lagi.

SPBU Baron-Nganjuk

SPBU Baron-Nganjuk

Pukul 08.12 saya mampir ke SPBU Baron-Nganjuk, kebetulan ada temen sekolah yang kerja disana, namun ternyata doi nggak ada, ya sudah saya lanjutkan perjalanan lagi ke arah Madiun.

Saradan

Saradan

Sampai di rawa kawasan Saradan saya berhenti sebentar untuk istirahat, kebetulan pemandangannya kawasan ini bagus dan anginnya semilir, 15 menit kemudian lanjut jalan lagi.

Jiwan-Madiun

Jiwan-Madiun

Pukul 10.05 pada saat melintas dikawasan ringroad Madiun, perut saya terasa lapar, nanti kalau ketemu SPBU atau masjid saya mau berhenti dulu untuk sarapan, kebetulan sudah bawa nasi dari Mojokerto. Akhirnya ketemu masjid di daerah Jiwan-Madiun. Segera buka bungkusan nasi campur yang saya beli dari rumah tadi.

Pertigaan Terminal Maospati

Pertigaan Terminal Maospati

Sekitar 30 menit kemudian lanjut perjalanan menuju Maospati, sampai di Pertigaan besar terminal Maospati saya ambil kiri menuju Magetan, lalu 8 km kemudian telah sampai di kantor Dispenduk Magetan pada pukul 11.05.

Kantor Dispenduk Magetan

Kantor Dispenduk Magetan

Setelah memfotocopy KTP dan KK, saya diarahkan petugas ke ruang bagian perbaikan data, antri dulu ada beberapa orang. Hingga tiba giliran saya, saya sampaikan langsung keluhannya dan cuma sebentar hanya 10 menit saja, yang penting sudah di konfirmasi kemudian nantinya akan diupdate data saya di Dispenduk dan ditunggu 2x 24 jam baru bisa dicoba untuk register lagi.

Setelah urusan selesai kemudian saya langsung bergegas pulang, jadi saya hanya 40 menit saja di kantor Dispenduk Magetan. (Ochim)

Bersambung…


Info Pemutihan Pajak Kendaraan di Jawa Timur 2018

Baru dapat kabar ini kemarin melalui grup fesbuk “Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang)” bahwa akan ada kebijakan pemutihan atau pembebasan sangsi pajak, serta juga pembebasan biaya balik nama kendaraan. Tentunya ini sudah ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Jawa Timur. Diharapkan dengan adanya program ini masyarakat segera membayar pajak kendaraan dan meringankan mereka yang kebetulan lupa atau terlambat membayar serta membaliknamakan kendaraannya.

Info Pemutihan Kendaraan Jatim 2018

Kebijakan ini berlaku mulai 24 Septeber 2018 sampai dengan 15 Desember 2018 mendatang. Ayo segera siapkan surat-suratmu. (Ochim)


Kecelakaan di Traffic Light Patung Sapi Pandaan – Pasuruan, Posisi Perempatan ini Memang Ngeri

berita kecelakaan di patung sapi pandaanHari minggu pagi kemarin 16 September 2018, telah terjadi kecelakaan di Traffic Light patung sapi Pandaan arah Surabaya. Kronologinya, sebuah truk Fuso muat galon air melaju dari arah Malang menuju Surabaya. Saat sampai di Traffic Light yang menyala merah, truk menabrak beberapa kendaraan di depannya yang sedang berhenti. Ada 6 kendaraan pribadi, 1 motor dan 1 truk tangki, ada 1 korban luka ringan, Alhamdulillah nggak ada korban yang terluka parah. Info saya dapatkan di status sebuah portal berita E100 atau radio Suara Surabaya.

kecelakaan di Patung Sapi Pandaan - PasuruanMelihat posisi Traffic Light Patung Sapi ini memang membahayakan, arah dari Malang, selepas Masjid Cheng Hoo ke arah Surabaya kondisi jalan terus menurun dan lurus hingga beberapa kilo kemudian ada Traffic Light ini. Pada kondisi menurun banyak kendaraan yang melaju kencang, kalau untuk yang sudah hafal sih mungkin dari jauh sudah menurunkan kecepatan, tapi bagi yang nggak hafal bisa saja terus memacu kendaraannya sampai tiba-tiba mengerem mendadak karena ada Traffic Light, ini cukup membahayakan.

Masjid Cheng Hoo PandaanKebetulan hari Jumat kemarin lusa (14/9) saya melintas di jalur tersebut, memang banyak kendaraan pribadi melaju kencang bahkan truk trailer kondisi tanpa muatan juga melaju cukup kencang, saya beberapa kali sempat mendahului mereka.

Mudah-mudahan ada solusi untuk perempatan Patung Sapi tersebut, mengingat banyaknya kasus kecelakaan di tempat yang sama, kebanyakan yang komen di status berita E100 menyarankan untuk tidak dikasih Traffic Light alias ditutup saja, serta dikasih jalur putar balik jika ingin menyeberang. (Ochim)


Cerita Perjalanan: NJMX Kurang bertenaga di Jalur Pandaan – Malang

Ini adalah kali kedua saya naik motor dari Mojokerto ke Malang melalui Pandaan, jadi rute ini saya masih agak menghafal. Ini juga jadi pengalaman pertama saya pake motor NJMX 2013 di jalur ini sejak mulai menghuni rumah 3 bulan yang lalu. Berangkat agak kesiangan sekitar jam 7.30, padahal rencana awal mau berangkat jam 6.00 hahaha

Menyusuri jalanan Mojosari kemudian sampai di pungging, saya ambil kiri menuju arah Pabrik Gula Krembung, Sidoarjo. Setelah itu ketemu pertigaan belok kanan arah arteri Porong, sampai di arteri Porong belok kanan kemudian ketemu Bunderan Apollo Gempol, memutar dulu untuk ambil arah Malang. Arus lalu lintas sangat padat dominasi kendaraan besar seperti truk dan trailer yang lalu lalang, karena memang jalur Nasional dan termasuk daerah industri, jadi untuk kendaraan roda dua harus ekstra waspada.

Cerita perjalanan Pandaan - Malang

Kawasan Mojosari

Cerita perjalanan Pandaan - Malang 2

Perempatan Arteri Porong, Kiri ke Surabaya, Kanan Arah ke Gempol/Malang

Cerita perjalanan Pandaan - Malang 3

Bunderan Apollo Gempol

Sampai di Terminal Pandaan, saya ketemuan sama temen yang kebetulan juga sama-sama mau ke Malang. Setelah dia parkirin motor di penitipan, kita langsung gas menuju Malang. Nah dari Pandaan ini kondisi jalan naik terus menuju Malang, motor NJMX ngos-ngosan, tarikan agak berat, akselerasi lemah banget, jadi nggak PD untuk nyalip-nyalip diantara kendaraan lain dengan kondisi jalan naik.

Cerita perjalanan Pandaan - Malang 5

Terminal Pandaan – Pasuruan

Baru kali ini saya merasa motor ini nggak begitu responsif, ya karena memang tiap hari saya pakainya di jalan yang datar saja, itupun nggak pernah ngebut alias jalan santai di kecepetan 60-70 kpj, cara menarik gas juga selalu diurut nggak langsung main bejek, jadi ya motor terasa asik saja nggak ada yang aneh. Baru terasa beda di tanjakan seperti jalur Pandaan-Malang ini, bener-bener loyo, suara mesin meraung tapi nggak ada tenaga.

Sampai di kawasan Singosari jalan sudah mendatar, dari sini saya mau coba untuk berakselerasi tapi juga kurang maksimal karena sudah kena macet, jalan merambat sampai di simpang tiga Sabilillah. Kemudian belok kanan arah ke Soehat juga masih merambat.

Cerita perjalanan Pandaan - Malang 6Apa mungkin karena setelan gas ya?atau malah kampas kopling yang sudah aus?saya kok curiga kemungkinan yang kedua tadi. Kalau memang benar berarti harus siap-siap keluar dana agak banyak lagi,hahaha Asli menderita banget soalnya.

Pernah sih NJMX ini saya pakai boncengan dijalan datar, tarikan masih biasa saja tenaga juga ngisi terus sesuai tarikan gas, baru terasa di jalan menanjak ini. (Ochim)