Memperbaiki Pintu Espass

perbaikan pintu espassMumpung lagi ada waktu luang, saya mau bawa espass ke bengkel bodi dekat rumah. Kebetulan ada masalah di pintu kanan depan dan bagasi belakang. Pintu kanan depan posisinya agak turun, jadi ketika mau menutup harus sedikit diangkat pintunya agar bisa menutup sempurna. Sedangkan pintu bagasi tidak bisa menutup rapat, masih ada celah dan itu bisa menimbulkan suara berhimpitan ketika mobil berjalan.

Perbaikan pintu ini kata mekaniknya sampai setengah hari, karena doi juga lagi mengerjakan mobil yang lain, ya uwes saya tinggal saja, lagian saya juga paling males kalau berlama-lama di bengkel.

Setelah agak sore jam 3-an, saya ke bengkel lagi lihat kondisi espass sudah sampai mana proses perbaikannya. Ternyata sudah kelar dan saya coba membuka-menutup pintunya berulang-ulang, sudah sejajar dan terasa mantab ketika ditutup. Perbaikan pintu dan bagasi ini cuma habis 100 ribu doang. (Ochim)


Riding dengan Kecepatan Maksimal 70 Maupun 90 km/jam, Tak Mempengaruhi Waktu Perjalanan

NMP di perempatan sooko MojokertoJarak dari rumah saya dengan tempat kerja adalah 46 km. Nah jarak segitu waktu tempuh saya biasanya adalah 1 jam perjalanan. Melewati Mojokerto -Mojoagung – Mojowarno – Ngoro – Kandangan. Kecepatan maksimal saya selalu berada pada angka 70 kpj. Ya, sudah sejak beberapa waktu lalu saya konsisiten di angka tersebut karena beberapa pertimbangan. Serta kecepatan tersebut menurut saya adalah yang paling aman dan nyaman untuk mengendarai sebuah motor di rimba lalu lintas yang semakin tak bersahabat.

Namun pernah pada situasi tertentu, pada saat berangkat kerja saya terpancing untuk menggeber lebih kencang lagi, pokoknya ridingnya agak melebihi batas yang saya tetapkan hingga 90 kpj, cenderung grusa-grusu. Namun ternyata tetap saja waktu tempuh saya 1 jam sampai di tujuan. Lah, rugi donk saya sudah ngebut tapi tetap tidak memperpendek waktu tempuh saya. Asumsi saya mungkin karena banyak hambatan dijalan seperti kondisi lalu lintas serta kecepatan pengendara lain di jalan yang bervariasi.

Maka dari situ saya tetap yakin bahwa membatasi kecepatan yang sudah saya terapkan selama ini adalah pilihan yang tepat. Riding jadi lebih nyaman dan tentunya meminimalisir resiko kecelakaan dijalan. (Ochim)

 


Kenapa Harus Megapro?

NMP di rolak songo mojokerto 2Jika biasanya temen riding saya adalah motor Supra X 125, maka untuk beberapa minggu ini dan seterusnya aktivitas saya di temani oleh New Megapro. Motor keluaran tahun 2010 ini adalah hasil tukar tambah dengan motor Supra saya keluaran 2009. Sejak awal saya memang merencanakan untuk ganti motor dengan yang lebih nyaman, karena mengingat jarak tempat kerja yang jauh, jadi saya butuh kendaraan  yang nggak bikin pegel.

Lalu kenapa pilihan saya Honda New Megapro? Yang paling utama alasan saya adalah selisih harga dengan pasaran motor saya Supra X 125 tidak terlalu jauh. Rencana saya kan mau jual motor saya dulu lalu baru nyari NMP ini, perkiraan cuma nambah 2 jutaan saja sudah dapet NMP tahun 2010. Dengan estimasi motor saya laku 9 juta lalu dengan nambah 2 juta saya sudah dapat NMP. Kalau pun seandainya ngga dapat yang NMP, ya paling tidak dapat Megapro lawas (tahun 2004 – 2005), malah harganya di kisaran 8 jutaan.

Hingga akhirnya ada temen yang nawarin NMP tahun 2010, kondisi masih relatif bagus, namun minusnya adalah plat luar kota yaitu L Surabaya. Proses tawar menawar berlanjut ke tukar tambah (awalnya Cuma mau jual saja) dan sepakat di angka 1,5 juta. Ya menurut saya itu adalah harga yang pas untuk sebuah motor NMP yang saya tukar dengan Supra X 125.

Sebenarnya untuk masalah desain motor, saya kurang sreg dengan NMP ini, tapi mengingat fitur yang ditawarkan serta tingkat kenyamanannya, saya ambil saja. Lagian saya tidak butuh modelnya, hanya butuh motor sport yang nyaman buat jarak jauh serta konsumsi BBM yang tidak terlampau boros. Ya, motor NMP ini meskipun tipe sport namun keiritannya bisa diandalkan. (Ochim)

 


Paling Seneng Lihat Film Jadul

Kebetulan lagi nggak bisa tidur, saya nyalain tv nyari film yang bagus, ternyata ada sebuah film lawas Rhoma Irama. Ya uwes karena nggak ada film lain yang menarik, lihat film ini saja, judulnya Begadang.

ChevroletDisitu seringkali terlihat ada motor maupun mobil jadul yang di naiki pemainnya maupun terlihat kendaraan lewat pas syuting di jalan. Kalau lihat beberapa adegan di jalan, sepertinya film ini diambil di beberapa sudut Kota Jakarta.

Untuk mobil, yang sering terlihat kayaknya sedan Toyota Corolla tahun ’70-an, sepertinya film Begadang dibuat pada tahun tersebut. Lucu saja lihat kendaraan-kendaraan yang beredar di film lawas tersebut, masih tampak bagus dan kinclong, tentu saja karena memang masih tergolong mobil dibawah 5 tahunan.

Toyota corolla hijauSaya sebenarnya suka mobil lawas yang masih terlihat bagus, seperti ada kebanggaan tersendiri karena memang bener-bener dirawat, nggak asal pakai saja. Kebetulan Bapak dulu pernah punya mobil sedan Corolla tahun 1977 dan Suzuki Jimny tahun 1980. Untuk Corolla ketika beli dulu memang sudah bagus tampilannya, namun untuk Jimny waktu itu banyak perbaikan mesin maupun bodi, jadi bener-bener “mbangun” mobil tenanan. (Ochim)


Nongkrong di Bendungan Rolak Songo Mojokerto

Mumpung masih pagi sekitar pukul 06.30, saya pengen jalan-jalan, tapi untuk hari minggu ini bukan jogging seperti minggu biasanya melainkan sambil riding pakai motor. Tiba-tiba saja terlintas untuk mengunjungi bendungan di kawasan Mojokerto, yaitu Bendungan Rolak Songo. Jarak dari rumah kurang lebih 6 km.

NMP di rolak songo mojokertoKeluarin motor lalu panasin sebentar sekitar 3 menit, saya bergegas menuju Rolak Songo melewati jalan semeru, jalan Ijen lalu belok kiri melewati pinggiran kali brantas. Tinggal mengikuti jalan di pinggiran brantas ini, nanti bakal ketemu Bendungan yang terletak di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto ini.

Setelah sampai lokasi saya lalu mencari tempat yang agak sepi, kebetulan ditempat Bendungan ini selalu ramai pengunjung karena viewnya memang sangat bagus, sehingga banyak pengunjung datang sekedar menikmati pemandangan di Rolak Songo. Saya berhenti di sebelah utara bendungan yang cukup sepi sambil melihat panorama yang indah dari segala sudut.

NMP di rolak songo mojokerto 2Bendungan ini fungsinya adalah untuk mengatur ketinggian debit air sungai brantas yang mengalir di Kabupaten Mojokerto. Sedangkan nama Rolak Songo ini diambil dari menara penggerak pintu air yang jumlahnya ada sembilan. (Ochim)


Selamat Datang Daihatsu Espass

espass biruSetelah melakukan pencarian yang melelahkan, akhirnya pilihan jatuh ke mobil daihatsu espass keluaran tahun 1995. Banyak saudara yang bilang, kenapa pakai espass lagi? Kan sudah pernah merasakan espass ortu (yang kebetulan sudah dijual 6 bulan yang lalu). Pertimbangan saya, dalam proses pencarian tersebut kebetulan ada espass ini dalam kondisi yang relatif masih bagus, baik mesin maupun bodinya.

Dalam proses pencarian, saya menyesuaikan dengan dana yang ada, yaitu antara 30 – 35 jutaan. Mobil yang saya minati dalam rentang harga tersebut adalah Suzuki Forsa, Honda Civic Wonder, Corolla GL/SE, Daihatsu Espass serta Zebra Bodytech. Namun ternyata yang dapat duluan si Espass ini.

Setelah menebusnya dengan harga 32.5 juta, mobil langsung saya bawa ke bengkel untuk cek beberapa komponen yang harus segera diganti, karena mobil ini bakal dipakai wara – wiri termasuk saat lebaran, saya nggak mau ada kerusakan dalam perjalanan.

espass biru 2Yang wajib dilakukan penggantian adalah timing belt, part yang satu ini fungsinya sangat vital, jika sampai putus ditengah jalan, maka berakibat kerusakan parah pada mesin espass. Oleh karena itu, harus segera diganti agar tahu riwayat usia part tersebut. Sekedar diketahui, usia pakai timing belt ini adalah 50.000 km, jadi kalau sudah melewati angka tersebut harus segera diganti.

Memang kata penjualnya sih katanya masih bagus dan nggak perlu diganti, tapi siapa yang bisa menjamin? Saya tidak percaya begitu saja. Lagian harga part ini murah kok, saya beli di toko Sarinah Kediri dapat harga 280 ribu buatan daihatsu.

Kemudian penggantian oli mesin, gardan serta transmisi yang menghabiskan dana 350 ribu. Selain itu ada beberapa part kecil yang menurut mekanik memang harus diganti. Untuk mesin sendiri Alhamdulillah masih cukup fit dan nggak ada yang perlu diperbaiki. Mudah-mudahan lancar disetiap perjalanan pakai espass ini dan nggak begitu banyak jajan😀 (Ochim)


Nonton Acara Ngaji Bareng Cak Nun di GOR A. Yani Mojokerto

Ngaji bareng cak nun di GOR A. Yani Mojokerto 2Awalnya saya bener-bener nggak tahu kalau lapangan di sebelah perumahan saya akan ada acara ngaji bareng cak nun, saya pikir ya hanya pengajian biasa yang mendatangkan penceramah. Namun malamnya ketika saya ngobrol-ngobrol dengan istri, sayup-sayup terdengar suara musik kayak gamelan.

“kok sampai jam 11 malam gini masih belum kelar acaranya”.

“itu yang ceramah katanya cak nun” jawab istri saya.

“mosoook?? wah kalo gitu aku tak lihat ke lapangan sekarang”

seketika saya bergegas ganti baju dan memakai sarung, mengeluarkan motor dari garasi dan berangkat menuju lapangan yang berada di sebelah perumahan.

Saya lihat situasi diluar lapangan nampak tidak begitu ramai, hanya beberapa orang terlihat nongkrong di sekitar luar lapangan. Namun nampak berjajar motor dan mobil yang terparkir rapi di samping dan depan lapangan, saya lalu parkirin motor.

“kok malam mas datangnya?” kata tukang pakir.

“iya mas” jawab saya sambil senyum, ini karena saya baru tahu kalau ada cak nun, batin saya.

ngaji bareng cak nun di GOR A. Yani MojokertoKemudian saya berjalan melalui pintu masuk dan duduk di sebuah terpal yang sudah tersedia di lapangan. Nampak dari layar lebar di sebelah kanan-kiri panggung, cak nun sedang berinteraksi dengan pak walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus, kemudian dialog dengan para hadirin. Obrolan santai tersebut nampak gayeng disertai tawa. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para jamaah, dijawab dengan bahasa yang mudah dipahami serta respon yang cerdas dari narasumbernya. Disini para hadirin terlihat sangat menikmati, mengikuti dan menyimak semua yang telah disampaikan oleh cak nun, selain itu juga menikmati musik kiai kanjeng yang dibawakan oleh para personilnya.

Saya bener-bener merasa nyaman berada di acara ini, seolah mendapatkan sesuatu yang tidak akan saya temukan ditempat lain, saya mengagumi pemikiran dan terobosan beliau yang tak terduga ketika menghadapi permasalahan dan keresahan masyarakat dewasa ini.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 00.30, acara ngaji bareng Cak Nun akhirnya ditutup dengan nyanyi Tombo Ati yang dibawakan oleh Cak Nun beserta para narasumber yang berada diatas panggung, ada pak Walikota Mojokerto beserta pejabat lainnya. Kemudian jamaah membubarkan diri, namun ada juga yang merangsek ke depan untuk antri bersalaman dengan Cak Nun dari atas panggung, saya pun ikut antri juga dengan para jamaah lainnya. (Ochim)


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 359 pengikut lainnya