Hasil Tes Konsumsi BBM Honda Supra X 125 Helm In

Supra X 125 Helm InBeberapa waktu lalu ada jagoan baru yang hadir memenuhi garasi rumah, Honda Supra X 125 Helm In versi karbu. Motor tersebut hadir untuk mendampingi Honda GL Max punya my twin dipakai sehari-hari. Dapet dari temen yang pengen ganti motor naik kelas ke NMP. Setelah sekitar 2 minggu di pakai, saya penasaran sampe berapa kilometer sih konsumsi bensinnya per liter. Oleh karena itu motor ini saya pinjem dulu 2 hari saja untuk di tes.

Speedometer Supra Helm InSaat sore saya pakai riding pulang ke Mojokerto lalu balik ke Kandangan. Nah malemnya saya isi penuh premium sampai hampir muntah :P menyentuh bibir tutup tanki. Posisi odometer pada kilometer 25771,5, catet dulu dengan cara memotretnya. Lalu dipakai jalan wira-wiri ke Kota dan sekitarnya, jalan-jalan menikmati malem menyapa Mojokerto. kemudian besok pagi baru saya geber menuju Kediri, melewati Bypass Mojokerto – Mojoagung – Mojoduwur – Bareng – Kandangan. Bypass sampai mojoagung kecepatan 80 – 90 kpj, setelah itu mojoagung sampai kandangan cuma jalan 40 – 60 kpj, maklum kondisi jalan di jalur tersebut memang nggak mulus.

Speedometer Supra Helm In 2Saat sampai di Kandangan saya geser lampu sein ke kiri mampir ke SPBU untuk ngisi kembali Premium. Saya minta ke petugas untuk mengisi premium sampai penuh, ternyata butuh 1,07 liter untuk bisa membuat tanki penuh lagi sampai menyentuh bibir tanki. Lalu catet lagi odometer setelah barusan diisi premium, menyentuh angka 25834,9 kilometer. Dari sini mulai dihitung yaitu angka pada odometer kedua dikurangi odometer pertama, hasilnya 25834,9 – 25771,5 = 63,4 km.

Jadi sejak saya isi di Mojokerto lalu di pakai wara-wiri hingga akhirnya sampai di Kandangan, Supra lansiran tahun 2011 ini sudah menempuh 63,4 km. Lalu jarak 63,4 km ini dibagi jumlah premium yang dikeluarkan untuk bisa memenuhi tanki kembali, yaitu sejumlah 1,07 liter. Hasilnya adalah 63,4 km dibagi 1,07 liter = 59,25 km, jadi kesimpulannya motor Supra Helm In bisa menempuh 59,25 km per liter. Menurut saya irit banget nih, beda dengan Supra saya yang pernah tes juga konsumsi BBMnya. Selisihnya cukup jauh, masih irit yang ini. (Ochim)


Hasil Jepretan Saya Terpampang di Solorayaonline.com, Watermarknya di Hapus

Tak bisa di pungkiri, rasanya nyesek juga melihat foto saya terpampang di media online Solorayaonline dengan judul “Bengkel Palsu, Hantui Jalur Magetan – Tawangmangu”. Kenapa nyesek? karena doi menghilangkan watermark yang sudah saya bubuhkan dalam foto tersebut. Foto yang dirubah tersebut aslinya ada di artikel saya disini.

Berikut foto aslinya: jalan magetan - tawangmangu

dan ini foto saya yang sudah dihilangkan watermark-nya:

solorayaonline

http://solorayaonline.com/2012/08/01/bengkel-palsu-hantui-jalur-magetan-tawangmangu/

Rasanya sedih juga foto saya yang sudah dikasih watermark dengan tujuan sebagai identitas pemilik dihilangkan begitu saja, kemudian dalam berita tersebut sumber foto juga tidak disebutkan.

Berita yang dimuat dalam solorayaonline tersebut memang sudah lama yaitu tahun 2012 dan baru saya ketahui sekarang saat tadi browsing-browsing melalui google. Niatnya sih nyari cerita perjalanan menuju Tawangmangu tapi kok melihat foto yang nggak asing bagi saya, lalu saya klik dan isinya adalah sebuah berita dari solorayaonline, padahal itu adalah foto pribadi saya.

Lain kali kayaknya saya harus meletakkan watermark lebih ke tengah lagi untuk menghindari kasus seperti ini. (Ochim)


Kediri, Setahun yang Lalu…

abu gunung keludPembaca sekalian pasti sudah tahu ada apa di tanggal 13 Februari pada tahun yang lalu. Saat itu kamis malam Gunung Kelud mengalami erupsi mulai pukul 22.30 sampai mereda pada pukul 03.00.

jembatan pucang, kandanganAwalnya saya dibangunin istri sekitar jam 12 malam, lalu mendengar suara gemuruh, listrik padam, serta dijalan banyak kendaraan lewat. Orang serumah pada bangun lalu keluar rumah, tepatnya duduk di teras saja, melihat situasi jalan banyak motor berhamburan. Kita semua hanya dirumah saja nggak kemana-mana, karena merasa jauh dari puncak kelud sekitar 30 km, jadi masih merasa aman.

pakai masker Saat itu sebenarnya saya pengen keluar mencari tempat lapang untuk melihat ke arah selatan tapi istri melarang, ya uwes dirumah saja sambil mendengar suara gemuruh.

Ochim1100Pada saat suara gemuruh terhenti, kemudian muncul hujan pasir turun melanda rumah. Saya masih inget jam 3 dini hari tersebut hanya mendengar suara hujan pasir dan kadang diselingi suara seperti kejatuhan kerikil diatas genting.

Ochim1082Karena sudah turun pasir, biasanya itu pertanda letusan sudah berakhir, begitu kata bapak. Akhirnya kita semua kembali ke kamar untuk tidur lagi.  Baru saat paginya saya keluar keliling desa melihat situasi pasca erupsi tadi malem.

Alhamdulillah saat malam erupsi Kelud waktu itu semua warga kediri maupun blitar selamat nggak ada korban jiwa. Sebenarnya ada tapi warga yang meninggal itu karena jatuh dari atap rumah saat membersihkan abu vulkanik dirumahnya. Kalau nggak salah di kawasan Ngantang. (Ochim)


Pertamax ke Blitar via Nglegok, Jalannya Ancur Banget

Gapura Kota Blitar dari arah NgelgokIni memang pengalaman pertama saya ke Blitar lewat Pare kemudian ke selatan lewat Wates – Nglegok. Sebelumnya pernah ke Blitar tapi waktu masih kuliah di Malang dulu, jadi berangkate dari Malang. Nah setelah lulus kuliah nggak pernah ada keperluan ke Blitar.

Baru kemarin sore saya harus meluncur ke Blitar dari arah Pare, bersama sodara kembar, abis ashar kita berangkat boncengan dengan kondisi hujan deras. Wes nggak masalah yang penting ada mantel, kontak temen yang ada di Blitar untuk konfirmasi cuaca, katanya hujan juga, laah…bakalan katisen nang ndalan iki :P

Sebelumnya saya sudah penasaran kayak apa sih jalan menuju Blitar ini, yang katanya merata di setiap titik ada jalan berlubang, bergelombang dan sejenisnya, padahal jalur tersebut cukup ramai kendaraan meskipun sebenarnya jalur alternatif.

Kondisi jalan di NglegokAwal menemui jalan rusak kalau nggak salah di daerah Bedali (wates), dan yang paling parah di daerah Nglegok. Hancur banget malah menurut saya bukan seperti jalan beraspal tapi seperti sungai mati, nah jalan seperti itu di lewati mobil dan truk. Tentu saja mereka hanya bisa jalan pelan-pelan.

Masuk di kawasan Nglegok hujan mulai reda dan menyisakan genangan-genangan di sudut jalan, genangan ini harus saya waspadai karena itu merupakan jalan berlubang, jadi kalau bisa dihindari atau dilibas saja tapi harus melambatkan motor. Saya aja jalannya pelan banget Cuma dikisaran 20-30 kpj saja, pelan banget.

Baru masuk Nglegok paling selatan alias mau masuk Kota Blitar, disambut jalan mulus, melewati Wisata Penataran serta Makam Bung Karno. Sampai sini sudah pukul 17.15, tapi langit masih belum gelap.

Rumah Dinas Walikota BlitarBtw… dimana peran pemerintah Daerah ketika melihat infrastruktur jalan yang seperti itu, bukankah kasus jalan rusak sangat mengganggu perjalanan dan tentunya menghambat perekonomian antar daerah. Semua yang lewat jalan tersebut bayar pajak semua lho, dan pajaknya itu nggak murah, kita semua yang berkendara sudah melakukan kewajibannya sebagai warga yang baik, tapi timbal baliknya nol besar. Oalah… kesel rek nek sambat perkoro dalan. (Ochim)


Belum ke Malang Kalau Belum Makan Baksonya……

Memang benar, rasanya seperti belum ke Malang kalau belum makan bakso khas malang. Oleh karena itu, saat ada keperluan di Kota apel beberapa hari yang lalu, saya sengaja berangkat ke Malang dalam kondisi perut kosong. Rencananya bakal mampir beli bakso di Ngantang atau Pujon, kebetulan sudah punya beberapa langganan penjual bakso di beberapa tempat.

SPBU NgantangNamun karena sudah terlalu lapar, siang itu saya mampir di SPBU Ngantang untuk beli bakso langganan di rombong motor. Biasanya doi mangkal di dekat pintu masuk bersama penjual lain seperti cilok dan penjual buah-buahan.

Bakso MalangAbis parkirin mobil langsung pesen 2 porsi bakso bersama bokap, porsinya campur ada pentol, tahu goreng, siomay, tahu putih, goreng serta mie kuning. Langsung disantap mumpung kuahnya masih panas. Pas banget makan yang panas gini duduk di lincak dalam suasana udara dingin khas Ngantang.

Bakso di SPBU NgantangKelar makan bakso lalu bayar 2 porsi habis 14 ribu, lah sekarang kok 7 ribu?? padahal terakhir saya beli disitu kalau nggak salah masih 6 ribuan. Yowes nggak apa-apa mungkin kena efek kenaikan BBM kemarin, memaksa abang penjual menaikkan harga baksonya. (Ochim)


Supra X 125 Ganti Shockbreaker Belakang

Beberapa minggu yang lalu saya hunting harga shock belakang Supra X 125, karena biasanya ada selisih harga yang lumayan signifikan antara bengkel ahass satu dengan yang lainnya. Dari beberapa ahass saya datengi, harga shock yang mereka tawarkan memang berbeda-beda, paling mahal sampai ada yang 360 ribu sepasang, yang lain ada yang di kisaran harga 320 ribu serta 330 ribu.

Shock belakang supra x 125 2Nah saya baru berani nebus shock belakang ketika menyantroni toko spareparts di kawasan Kota Mojokerto, dapet harga 285 ribu sudah ori, murah tenan. Tapi karena di toko tersebut  hanya melayani penjualan saja alias nggak ada jasa pasangnya, saya bawa shock belakang Supra ke bengkel ahass untuk dipasangkan di motor saya.

Shock belakang supra x 125 3Saya sengaja mengganti shock belakang Supra X 125 karena memang jalan yang sering saya lewati nggak mulus alias rusak di beberapa titik, seperti di kawasan Ngoro, Bareng, Mojowarno dan sekitarnya. Sedangkan shock yang terpasang belum pernah diganti sejak baru turun dealer dulu, jadi saya pikir performanya sudah mulai menurun.

Shock belakang supra x 125Setelah shock baru terpasang, sangat terasa bedanya dengan shock yang lama, lebih empuk dan minim getaran saat melibas jalan nggak rata, meskipun tak senyaman motor sport…tapi cukuplah. Sekarang yang masih jadi PR buat saya adalah bagaimana membuat shock depan jadi lebih empuk, sudah pernah saya kurangi komposisi oli, masih saja kurang nyaman, per shock sudah pernah saya ganti pakai Honda Kharisma yang katanya bisa lebih empuk, ternyata malah sering mentok. (Ochim)


Sebelum Turun dari Mobil, Tengok Dulu Situasi Belakang

Espass warna silver Yup, bagi pengendara/penumpang mobil, hendaknya memperhatikan ini. Saat kendaraan berhenti di pinggir jalan lalu membuka pintu mobil untuk turun, sempatkan untuk melihat situasi di belakang mobil. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada motor/mobil yang lewat di samping kanan/kiri kendaraan kita. Memang terihat sangat sepele tapi jika kita tidak melihat situasi di belakang dan langsung buka pintu, bisa terjadi tabrakan dengan pengendara lain yang kebetulan lewat disampingnya.

Lalu pintu mana yang harus diperhatikan?? tergantung posisi mobil berhenti, jika mobil berhenti di kiri jalan, sopir/penumpang yang buka pintu sebelah kanan harus menengok situasi d belakang sebelum membuka pintu, begitu juga berlaku di posisi sebaliknya. Namun akan lebih baik lagi jika pintu mana saja yang akan dibuka, harus menengok dulu melihat situasi di belakang kendaraan.

Kebetulan saya dulu pernah jadi korban dari seorang penumpang mobil yang asal buka pintu. Sebuah mobil Kijang kapsul yang berhenti di kiri jalan, pas saya lewat mendekati mobil tersebut tiba-tiba saja pintu kanan langsung buka (ada penumpang mau turun), spontan saya rem mendadak namun nggak nutut, motor saya nabrak daun pintu yang membuka tersebut. Untungnya saya jalan pelan jadi nggak sampai jatuh, tapi motor lumayan ringsek sedikit di bagian headlamp serta ada retak di bagian pinggir mika lampunya. (Ochim)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 293 pengikut lainnya.