Soto Ayam Babon dekat kampus ITN

soto ayam Babon ITN 3Kemarin habis dari kampus UIN Malang untuk keperluan legalisir, namun karena masih jam istirahat, saya putuskan untuk menunggu diluar kampus saja sambil cari makan bersama bapak dan saudara saya.  Kita menuju Soto ayam ITN ini, awalnya mau ke Soto ayam dekat gang I Sumbersari, namun karena tutup, akhirnya beralih ke soto ayam baratnya kampus ITN.

Soto ayam babon ITN 2Dulu waktu masih kuliah, seringkali lewat depan warung soto ini, tapi belum sempat mampir, padahal penasaran juga seperti apa rasanya. Setelah parkirin motor di depan warung, tampak sepi tidak begitu banyak pengunjung, mungkin karena sudah lewat jam makan kali ya, lha ini memang jam 1 siang saya mampir kesitu.

Langsung pesen 3 porsi di rombong yang berada di depan, lalu pesen minuman di bagian dalam warung agak belakang. Tempatnya cukup luas jadi bisa menampung cukup banyak pengunjung yang datang ketika jam makan. Begini tampilannya…

Soto ayam babon ITNRasanya ya seperti warung Soto ayam kebanyakan di Malang, semuanya cocok di lidah saya yang memang suka menu masakan ini. Untuk harga saya tidak tahu karena ini dibayarin kok😀 tapi yang pasti harganya mirip seperti warung Soto ayam yang lainnya. (Ochim)


Berkunjung Ke Taman Safari Indonesia II Prigen – Pasuruan

brosur taman safari indonesia II prigen - pasuruan

Mumpung hari minggu, saya pengen ngajak anak istri untuk berkunjung ke Taman Safari di Prigen – Pasuruan. Kebetulan saya sudah pernah kesana namun untuk istri dan anak saya belum pernah. Motor sudah saya isi premium fulltank sampai hampir luber, rencana berangkat jam 8 malah molor hingga jam 9 baru berangkat, ya karena memang mendadak dan masih banyak yang perlu dipersiapkan, utamanya keperluan anak saya.

Tepat jam 9 kita baru keluar rumah, berjalan santai saja menikmati lalu lintas yang cukup ramai di jalur Bangsal – Mojosari, kemudian setelah lepas dari Mojosari saya belok kiri lewat Pabrik Gula Krembung lalu belok kanan menuju jalur arteri Surabaya – Malang.

jalur arteri

Jalur arteri, belok kanan arah ke malang

Setelah ketemu perempatan besar jalur arteri, saya ambil kanan menuju arah Malang, lalu ketemu pertigaan Porong ambil kanan lagi ke arah Malang, papan penunjuk jalan cukup jelas. Wes ikuti saja ke arah Malang, nanti setelah sampai Pandaan, akan ketemu sepasang gading besar yang berada di kanan jalan, dari situlah pintu masuk Taman Safari Prigen.

gerbang taman safari prigen

gerbang taman safari prigen

Perjalanan saya tempuh 3 jam, cukup lama karena memang bawa si kecil jadi riding pelan-pelan saja, kecepatan maksimal dibatasi hanya 50 kpj. Apalagi sering berhenti juga, sudah tiga kali berhenti istirahat, sempat juga tanya orang di pinggir jalan karena tersesat di Perempatan besar kawasan Pandaan.

Petualangan dimulai

menurut odometer saya, 6 km

Sejak masuk gerbang yang ada sepasang Gading tadi, jalan sudah mulai menanjak, menurut petunjuk jalan, jarak menuju pintu tiket adalah 5 km, namun di odometer saya menunjukkan 6 km sejak dari bawah sampai pintu masuk tiket. Ditengah perjalanan menanjak ini, saya cukup yakin dengan kemampuan motor Supra125, karena 2 tahun lalu pernah menanjak di jalur Cemorosewu berboncengan dengan istri saat menuju Tawangmangu, tanjakan yang paling ekstrem yang pernah dilalui motor saya dan alhamdulillah nggak ada kendala, meskipun suara mesin meraung-raung.

jalan menanjak menuju taman safari prigen

jalan menanjak menuju taman safari prigen

sudah dekat pintu tiket masuk

sudah dekat pintu tiket masuk

Saya sempatkan mampir alf***rt untuk membeli camilan dan minuman ringan, karena disana pasti mahal harganya😀 setelah sampai pintu tiket, saya pilih tiket rusa alias tiket reguler, bayar dulu per orang 85 ribu ditambah 5000 perak untuk motor. Oya anak saya umur 2 tahun tidak dihitung, padahal menurut papan tarif, untuk anak usia 1 tahun keatas dikenakan tarif, tapi kata mbak petugas yang jaga nggak usah bayar.

harga tiket masuk taman safari prigen

harga tiket masuk taman safari prigen

tiket taman safari prigen

tiket taman safari prigen

Setelah dapat tiket langsung menuju parkiran motor dan menuju terminal bus. Ya, Taman Safari memfasilitasi beberapa bus serta Elf untuk pengunjung yang tidak bawa mobil. Jadi bagi yang naik motor maupun kendaraan umum kesini, nggak usah bingung bakal naik apa.

terminal bus taman safari prigen

terminal bus taman safari prigen

Cukup lama saya menunggu, kebetulan di terminal kecil ini sepi hanya ada beberapa petugas saja dan calon penumpangnya cuma kami bertiga. Setelah mendatangi petugas sambil bawa tiket, katanya nanti akan dipanggil sebelum berangkat, ya uwes saya menunggu saja.

Sekitar 15 menit kemudian baru kami dipanggil untuk naik ke mobil Elf yang hanya diisi kami bertiga dan sopir, Kendaraan mulai berjalan pelan menuju Safari Adventure, hewan pertama yang kami temui adalah Llama, bison, Kalkun dst. Perjalanan kurang lebih 30 menit menikmati sensasi bersafari memasuki dunia satwa dari berbagai dunia. kami lalu keluar dari arena hewan lalu diturunkan di area rekreasi. Disini banyak sekali wahana yang ditawarkan, namun saya memutuskan untuk mencari masjid dulu untuk sholat dhuhur, baru kemudian melihat dan berkeliling ke area rekreasi ini.

Anak saya sangat antusias ketika diperlihatkan hewan-hewan disini, malah sempat nangis ketika keluar dari zona adventure karena sudah tidak ada hewan lagi, namun di tempat rekreasi ini ada beberapa hewan tertentu yang diperlihatkan bahkan kita bisa berfoto bersama mereka. Pokoknya tempat ini sangat recomended untuk mengisi liburan bersama keluarga, utamanya untuk anak-anak.

Halte bus taman safari

Halte bus taman safari

akhirnya yang ditunggu datang juga

akhirnya yang ditunggu datang juga

Sudah menunjukkan jam 3 lebih, saya bergegas menuju halte untuk menunggu bis yang akan membawa saya menuju parkiran motor. Kebetulan lokasi halte ini dekat bagian informasi, jadi kalau pengen dijemput oleh bus taman safari, bisa menghubungi tempat informasi yang berada tepat dibelakang halte. (ochim)  

jadwal show taman safari prigen:

Jadwal show taman safari prigen

Jadwal show taman safari prigen


Inilah Sosok Honda Supra X 150

Melihat status facebook dari kang iwanbanaran serta foto-foto di grup Supra125holic, inilah wujud bebek super Honda yang selama ini membuat saya penasaran. Motor ini dirilis di Vietnam dengan nama Honda Winner 150… wes monggo dilihat secara seksama…😀

suprax150-dohc-4

ini headlampnya…

honda-winner-150-vietnam-7

lampu sein dan senja…

honda-winner-150-vietnam-6

mesin keliatan sangar…

honda-winner-150-vietnam-10

speedometer… panel-panelnya masih belum keliatan jelas…

honda-winner-150-vietnam-11

knalpot lebih modern…

honda-winner-150-vietnam-2

tampilan belakang…

honda-winner-150-vietnam-3

last… menurut saya desain keseluruhan terlihat lebih modern, apalagi dari segi mesin juga sudah mengalami upgrade yang signifikan, doi pakai mesin seperti yang ada pada Honda CB150R serta si Sonic.😀 Sekarang tinggal nunggu saja yang versi tanah air, apakah desainnya sama plek atau ada perbedaan. (Ochim)

pict: iwanbanaran.com, grup facebook Supra125holic


Belajar Dari Sopir Angkot

Sopir angkot

Sebuah uraian yang cukup inspiratif ditulis oleh pemilik akun fesbuk Herman Budianto, saya dapatkan dari laman fesbuk dan sudah beberapa kali di share. Saya pun tertarik juga untuk menbagikannya, silahkan disimak cerita berikut:

Ketika sedang menunggu angkot, tiba-tiba muncul angkot yg dikendarai pria cukup gondrong, agak seram wajahnya tetapi terlihat ramah.

“Ayo pak haji naik, langsung nih tidak ngetem” sapa sopir.

Saya pikir ini strategi marketing para sopir yg menawarkan dengan bahasa manis, memanggil penumpang dg sebutan haji dan tidak ngetem, krn biasanya tetap akan ngetem.

Akhirnya saya naik angkot tersebut, hanya saya terdapat dua penumpang di angkot ini.

Tidak lama, penumpang satunya turun, maka tinggal saya sendiri.

Saya berfikir kasian juga sopir ini kalau hanya ada satu penumpang.

Saya mulai aja ngobrol, ” Pak, tidak ngetem dulu saja? Kan penumpang hanya saya.”

Sopir, ” Tidak pak haji, saya sih tidak biasa ngetem, males dan bikin penumpang tidak suka jg.

” Terus gimana dg penumpang yg sepi begini, apa cukup utk setoran?” lanjut saya.

“Alhamdulillah pak haji selama ini selalu ada rizqi Allah. Sambil nyetir begini saya sambil terus dzikir dan berdoa agar rizqi lancar.” Lanjut sopir.

” Masya Allah, bagus sekali pak, dzikir apa yg biasa dibaca pak ?” tanya saya.

“Pernah denger pengajian di masjid pak Haji, disuruh membiasakan baca istighfar sebanyak-banyak. Insya Allah akan diampuni Allah dan rizqi akan lancar,” lanjut beliau.

“Alhamdulillah bagus sekali pak, smg terus dilanjutkan dzikirnya dan semoga rizqinya makin lancar.” lanjut saya.

Tidak beberapa lama ada penumpang naik 1 orang, terus dilanjut lagi 2 dan akhirnya hampir penuh angkot ini, padahal saya liat angkot lain banyak yang kosong.

” Kiri pak, saya turun di Dompet Dhuafa,” kata saya.

” ooo pak haji kerja di Dompet Dhuafa, tidak usah bayar pak haji, anak saya pernah dibantu waktu sakit.” beliau berkata sambil senyum dengan mata berbinar.

” Alhamdulillah pak semoga putranya terus sehat, tp saya tetap bayar ya..(sambil memberikan uang dengan agak memaksa). Assalamu’alaikum,” kata saya sambil pergi

Terdengar jawaban sopir,” wa’alaikumussalam”

Semoga menginspirasi…


Garis Marka Jalan Sangat Membantu Ketika Riding Malam

supra x 125 pujon

Sebenarnya apa sih fungsi dari garis marka jalan? itu bukan buat hiasan saja lho ya, garis marka jalan adalah instrumen yang dianggap sangat penting untuk keselamatan para pengguna jalan, memberikan tuntutan kepada pengguna jalan agar tidak terjadi kecelakaan.

Nah tadi malam saya bener-bener merasakan manfaatnya, ketika melintas di jalur Batu – Ngantang – Kandangan,  ditengah hutan yang tidak ada lampu penerangan, jalan yang berkelok-kelok, apalagi kondisi aspal yang basah habis hujan. Pada situasi tersebut pandangan saya jadi sangat terbatas, antara aspal dan bahu jalan tidak terlihat. Belum lagi ketika berpapasan dengan motor/mobil dengan sorot lampu yang menyilaukan. Tahu sendiri kan motor/mobil keluaran sekarang itu mengaplikasikan lampu led yang sangat terang. Nah garis marka tersebut sangat membantu menuntun saya untuk tetap pada jalur yang semestinya.

Namun sayangnya tidak semua ruas jalan tersebut terdapat garis marka jalan yang komplit, baik garis tepi maupun tengah, hanya ada di beberapa wilayah saja. Ketika melewati jalan yang tidak ada markanya, kemudian jalannya berliku, ya saya bener-bener kerepotan, sampai harus berjalan sangat pelan, yang paling parah adalah ketika habis berpapasan dengan kendaraan dengan lampu yang menyilaukan, padangan depan seketika gelap, bahaya banget. (Ochim)


Cerita Perjalanan Dari Magetan Menuju Solo

Bangun tepat jam 02.00 dini hari, masih terasa lelah karena baru nyampe dari Mojokerto jam 9 malem. Kemudian siap-siap melanjutkan perjalanan ke Solo untuk menghadiri wisuda adik ipar di kampus UMS. Sebelum berangkat iseng cek air radiator si Maestro, kemudian mulai stater mobil dan keluarin dari garasi.

Honda Maestro di CarubanMasih terasa ngantuk, saya mulai menjalankan mobil dengan pelan-pelan menuju Gorang-gareng, kemudian ambil jalur ke Maospati untuk masuk ke jalan besar arah Ngawi. Isi bensin di SPBU utaranya terminal Maospati lalu tancap gas dengan kecepatan rata-rata 60-70 kpj. Mulai bercengkerama dengan bis besar dan truk di ring road Ngawi.

Kondisi aspal di jalur ini banyak yang bergelombang dan berlubang, saya harus lebih hati-hati agar tidak sampai kejeglong. Meskipun suspensi sedan memang sukses meredam goncangan, namun sebisa mungkin saya menghindar.

Pukul 04.15 sayup-sayup terdengar suara adzan shubuh, sambil nyetir saya mulai mencari masjid di pinggir jalan raya, hingga akhirnya ketemu sebuah masjid besar di kawasan Mantingan-Ngawi, mobil saya bawa masuk ke parkiran namun sebelumnya saya buka pintu pagarnya yang masih sedikit terbuka. Masjid ini baru saya ketahui ternyata bersebelahan dengan pondok Gontor Putri 1 dan 2.

ring road ngawiSetelah ikut sholat subuh berjamaah, saya melanjutkan perjalanan lagi, sekitar 15 menit dari masjid tadi, saya sudah memasuki gerbang perbatasan Jatim-Jateng dan masuk kabupaten Sragen. Disini mulai dilanda ngantuk yang amat sangat dan saya kendorkan gas agar mobil lebih melambat, kemudian mencoba sambil ngobrol dengan bapak mertua untuk mengusir ngantuk.

Tugu Manahan SoloTernyata cukup ampuh, ketika memasuki kabupaten Karanganyar, saya sudah nggak terlalu ngantuk, hingga akhirnya memasuki Kota Solo saat lalu lintas sudah mulai ramai. Kemudian Bapak mulai mengontak adik untuk menuntun kita menuju kampus UMS.

Ini adalah pengalaman pertama saya mengendarai sampai wilayah Jawa Tengah tanpa pengganti, tentu saja kondisi badan sudah capek banget karena sebelumnya nyetir dari Mojokerto. (Ochim)


Belum Tenang Kalau Belum Disentuh Bengkel

Honda Maestro 1993Beberapa bulan yang lalu, mertua baru saja menebus mobil Honda Maestro warna marun. Mobil ini lansiran 1993 sudah injeksi, kondisi fisik relatif masih sangat bagus, namun untuk mesin saya belum tahu. Bapak juga belum pernah bawa ke bengkel sejak memboyong sedan tersebut ke rumah.

Nah beberapa hari yang lalu kebetulan saya ada perlu mau bawa si Maestro ke Mojokerto, jadi dari Mojokerto ke rumah mertua Magetan saya naik bis dulu pada pagi harinya kemudian sore langsung balik ke mojokerto bawa sedan tersebut.

karena nggak sempat dibawa ke bengkel, saya cuma ganti oli mesin dulu. Walau begitu, sebenarnya agak was-was juga khawatir terjadi apa-apa dijalan. Karena kebetulan masih buta dengan riwayat mobilnya, meskipun kata pemilik sebelumnya itu mobil masih fit, tapi saya nggak percaya begitu saja. Ndilalah pas saya coba buka tutup radiator, kok susah banget, nggak bergerak sama sekali meski sudah ngotot memutarnya, waduh… pertanda nggak pernah dibuka. Kata bapak sih biasanya ngisi air radiator melalui tanki cadangan di sebelah radiator, masa’ seperti itu ngisinya??

Setelah saya paksa buka dengan memukulnya ke arah kiri, akhirnya tutup radiator bergerak dan bisa dibuka, terlihat airnya tidak sampai penuh serta air berwarna agak coklat. Saya tambahi air sampai penuh lalu tutup kembali, mau di servis dulu tapi sudah nggak ada waktu, karena mau saya bawa ke mojokerto.

Ya uwes nekat berangkat, jadi kemarin itu nyetirnya sambil perasaan nggak tenang, takut terjadi apa-apa karena mobil belum pernah tersentuh bengkel. Setelah sampai mojokerto saya merencanakan untuk memeriksa kondisi mesin maupun kaki-kakinya, biar nyaman di pakai luar kota. (Ochim)


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 345 pengikut lainnya