Ketemu Mantan Tunggangan

vespa PX150 warna krem Ketemu mantan motor kita memang rasanya beda, ketika melihatnya otomatis jadi teringat saat dulu pernah bersamanya. seperti saya kemarin di jalan di dekat rumah ketemu dengan vespa PX150 milik bapak dulu. Dijual sekitar 2 tahun yang lalu dengan alasan sudah ada motor lain yang bisa di pakai. Sebenarnya waktu itu agak eman juga melepasnya tapi karena sudah ada pengganti yang lebih bagus dan fungsional, maka harus merelakannya. Kebetulan yang beli seorang tetangga desa jadi terkadang masih ketemu di jalan.

Vespa tahun 1980 ini sudah dimiliki bapak sejak tahun 1989 atau sejak saya masih kecil bahkan belum sekolah. Tapi saya inget dulu bapak sering ngajak jalan – jalan pakai vespa tersebut bersama kembaran saya dan ibu.

Hingga saya usia SMP/SMA saya mulai sering pakai vespa kemana – mana, namun yang paling sering ketika saya sudah sekolah SMA. Vespa yang ala kadarnya saya rubah di sektor mesin, biar bisa lari makin kencang, karena performa sebelumnya kurang maksimal. Saya dan kembaran saya memperlakukan skutik ini rada ekstrem, selalu ngegas di RPM tinggi, maklumlah usia masih remaja dan emosi sering tak terkendali di jalan :P

Waktu itu prinsipnya meskipun motor tua, tapi nggak boleh manja, harus tetep ngejos buat ngebut. Oleh karena itu perawatan mesin jadi kuncinya, harus diperhatikan. Oli samping pakai Vistra yang kala itu cukup tenar di kalangan pelajar, karena ada bau wangi yang di keluarkan dari asap knalpot yang mengepul dan kelebihan oli Vistra bikin akselerasi jadi mantab.

Sekarang Vespa warna cream sudah nggak ada, walau begitu saya nggak akan pernah melupakan kenangan bersamanya begitu saja, skuter tersebut tetap menjadi bagian cerita kehidupan saya saat remaja. (Ochim)


Spyshot Motor Baru yang Membuat saya Penasaran

Selama ini saya mengikuti info roda dua di blog otomotif, jika membahas spyshot motor baru, selalu membuat penasaran para pembacanya, begitupun juga saya. Namun yang membuat saya menunggu dan berharap adalah kabar munculnya spyshot motor bebek MX King. Dari dulu saat berhembusnya kabar yamaha sedang menggodok MX terbaru ini saya sudah penasaran banget, bakal seperti apa wujudnya, akankah mirip seperti MX yang sekarang atau ada perubahan signifikan.

Jupiter-mx-king-150Hingga akhirnya tadi malam saya buka blog dari tmcblog, doi menerbitkan artikel mengenai wujud spyshot dari MX King (gambar nyomot dari tmcblog), overall menurut saya tetep sama keren dengan yang versi sekarang, bahkan sepertinya sedikit lebih besar. Kenapa saya begitu menunggu kabar dari MX King ini? karena saya sebenarnya penyuka motor bebek kencang, mesin canggih, desain yang sporty serta nyaman di pakai jalan jauh. Walau begitu saya bukan termasuk penikmat kecepatan.

Wujud MX King sudah terlihat meski belum secara menyeluruh, sekarang tinggal nunggu bebek kencang dari Honda yang berkode produksi K56. Kabarnya, Honda sedang menyiapkan motor bebek sport tersebut kemudian akan dipecah menjadi dua versi, yang pertama adalah moped 150 5 speed serta hyper underbone 6 speed yang ditengarai model ayago. Nah yang bikin saya penasaran adalah yang moped 150 itu seperti apa? kalau ayago saya nggak begitu sreg, ergonominya menunduk nggak cocok buat jalan jauh.

Sebenarnya saya lebih cenderung ke produk Suzuki yaitu Shogun Axelo 125 R (kopling manual), tapi lama-kelamaan mulai goyah ketika ada kabar seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Apalagi isu mengenai 3S (sales, service, sparepart) dari suzuki yang nggak bisa diandalkan. Jika kedua produk bebek sport dari Yamaha dan Honda sudah dirilis, kayaknya saya bakal melepas motor Supra saya yang sekarang dan memilih salah satu dari mereka :D tentunya dengan mempertimbangkan dulu segi desain dan harga diantara keduanya.  (Ochim)


Bis Hasti, Riwayatmu Kini…

Hasti Jurusan Kediri - Surabaya, Saya foto ketika berhenti di Pasar Brangkal, Mojokerto

Hasti Jurusan Kediri – Surabaya, Saya foto ketika berhenti di Pasar Brangkal, Mojokerto

Bis yang satu ini dulunya sempat menjadi primadona bagi para calon penumpang, khususnya warga Kediri dan sekitarnya. Karena memang markasnya di kawasan Kediri, yaitu di depan RS. Baptis Kota Kediri. Terkenal suka ngebut dan beradu kecepatan dengan bis lainnya. Sepengetahuan saya, bis ini membuka trayek Kediri – Pare – Surabaya, Kediri – Pare – Malang dan Surabaya – Madiun – Solo, semuanya kalau nggak salah kelas ekonomi, cmiiw. Saya dulu waktu masih SD sempat merasakan beberapa kali naik bis ini untuk liburan di rumah saudara di Malang.

Bisa dibayangkan, di jalur yang menanjak dan berkelok-kelok bis ukuran 3/4 ini bisa ngebut, bahkan ketika harus beriringan denga rivalnya yaitu PO. Puspa Indah, keduanya saling bersalipan. Nggak heran dulu sering terdengar kabar kecelakaan mengenai Hasti. Saya masih inget dulu Hasti pernah nyungsep masuk kali di kawasan Tertek – Pare, katanya sih karena rem blong, ngeri banget.

Terakhir naik bis Hasti ketika saya pulang sekolah MTs di Pare menuju Kandangan, saya nyegat di halte Garuda Pare, dari jauh kelihatan Hasti menuju Malang mau lewat, saya sudah grogi duluan, grogi bakalan naik roler coaster,hahahhaahaa. Lalu saya pernah jemput temen kuliah di terminal Landungsari, kalau nggak salah tahun 2009, waktu itu doi turun dari bis Hasti. Setelah itu saya sudah nggak pernah lihat bis Hasti ini lagi, kecuali Hasti jurusan Kediri – Pare – Surabaya dengan armada lawas yang masih eksis hingga sekarang, seperti yang saya foto diatas.

Oya bis Hasti ini juga ternyata sudah banyak di kenal di tempat wisata, banyak yang sudah tahu kalau bis Hasti ini berasal dari Kota Kediri. Hal ini saya ketahui dari obolan saya dengan pedagang cinderamata di tempat parkir wisata Candi Borobudur. Obrolan ini berlangsung dahulu ketika saya masih SD lagi tour dengan temen-temen ke Jogja. Saya lagi duduk disebuah warung lalu di tanya pedagang mengenai tempat tinggal, saya bilang di Kediri. lalu beliau bilang ” oh..naik bis Hasti itu ya? (sambil beliau nunjuk Hasti terparkir di seberang warung), kebetulan kami memang menggunakan jasa tour Po. Hasti.

Last… sangat disayangkan Hasti sekarang meredup bersama armada-armada lawasnya, nggak bisa mengimbangi PO-PO lain yang lagi bersaing panas untuk merebut hati penumpang dengan menawarkan fasilitas terbaik, seperti adanya fasilitas AC tarif biasa serta tempat duduk yang nyaman sekelas bis Patas, tentu saja Hasti makin ketinggalan jika tetap bertahan dengan armada seadanya. (Ochim)


Foto-foto Lucu Dalam Kolom Komentar Fesbuk

Kalian pasti pernah lihat gambar-gambar lucu dan aneh-aneh di kolom komentar fesbuk kan? Dengan pose lucu dan terkadang ada yang pose vulgar, sering saya temui di salah satu grup tertentu. Nah gambar-gambar ini biasanya banyak muncul ketika ada yang memulai posting mengenai perang gambar, maka yang berkomentar langsung upload foto-foto lucu dan aneh.

10603376_696635253725437_4680185190101381516_nYang saya heran, untuk pose tertentu tersebut apakah bener-bener foto asli atau editan? Apakah bener mereka berpose sedemikian lucu/vulgar? Seperti pada foto dibawah ini.

1613765_776560239039841_1337600542_n1623719_822773307742314_519431515994155105_n1924797_471062342994332_566535449_n10376138_489146537855350_416754534572730421_n10457950_1451843305091135_368703186113062732_n10481685_1535378686692173_8216558397862431780_n10475509_347902338706739_5324943134159439890_n10544362_263247483875702_6656105507491099214_n10599373_1462896430645835_2824948110701180458_n10603662_1462372034026086_4522815819901980549_n10609644_676615205736875_5710758961223855888_n10612924_1462760233992788_1404121384946716164_n

10592886_682773051815289_5033430992453964013_ndan masih banyak lagi foto-foto lucu yang lain :D

 


Saat Mengisi BBM, Lebih Sopan Anda Turun

ngisi bensinSudah menjadi kebiasaan bagi pengendara motor sport, ketika mengisi BBM di SPBU selalu sambil nangkring diatas motornya. Hal ini dilakukan karena alasan praktis, males turun motor, dll.  Padahal kalau kita perhatikan, untuk petugas SPBU sekarang banyak dari kalangan cewek, apa sampeyan nggak risih saat mengisi BBM yang dilakukan oleh petugas cewek? Kalau sampeyan nggak risih, saya rasa mereka yang risih, ujung pompa yang mereka masukkan ke dalam tanki deket dengan selakangan biker.

Saya sendiri ketika ngisi BBM yang kebetulan petugasnya cewek, saya lebih baik turun saja, saya pikir begitu lebih sopan ketimbang harus sambil nangkring diatas motornya.

ngisi bensin 2Apalagi saya pernah membaca suatu artikel, bahwa ketika mengisi bahan bakar diharuskan untuk turun dari motornya. Hal ini dilakukan untuk alasan keamanan saja. Antisipasi ketika terjadi kebakaran, kita bisa sigap untuk segera menghindar. Berbeda ketika kita masih berada diatas motor, antisipasinya lambat.

Memang ini jarang sekali terjadi bahkan saya malah belum pernah denger ada berita atau info mengenai insiden tersebut. Namun nggak ada salahnya kita mencegah terjadinya hal buruk di dalam SPBU. (Ochim)


Ada yang Bersyukur Ketika Kelud Erupsi

Kepulan asap Kelud yang masih terlihat pasca erupsi

Kepulan asap Kelud yang masih terlihat pasca erupsi

Pasca bencana erupsi Kelud beberapa bulan lalu, menyisakan trauma yang mendalam serta kehilangan harta benda. Beberapa rumah warga serta instansi pemerintah yang berada di lereng Kelud rusak parah, khususnya atap bangunan yang terkena hujan batu.

Walaupun begitu, ternyata  ada salah satu warga lereng Kelud yang merasa bersyukur saat Kelud memuntahkan material vulkanik, khususnya warga Puncu. Ini saya ketahui saat lagi ngobrol dengan bapak-bapak di sebuah warung di dekat sekolah. Waktu itu tema obrolan memang lagi ngomongin suasana malam ketika Kelud meletus pukul 22.40.

Bapak tersebut sengaja nggak ikut mengungsi seperti warga lainnya karena sedang menunggu ibunya yang sakit dirumah. Beliau juga merasa aman dirumahnya nggak akan terjadi apa-apa. Padahal rumah termasuk dekat kurang dari 10 km dari puncak Kelud.

Beliau melihat dengan mata kepala sendiri dalam radius lebih dekat, muntahan material vulkanik berwarna merah seperti api disertai asap tebal memancar keluar dari puncak Kelud, menurut gambarannya, seperti kembang api, terus menerus menyembur di barengi suara gemuruh dan suara genting yang dijatuhi batu kerikil di atap rumahnya. Bapak yang berprofesi sebagai penjual lpg ini melihatnya dari teras rumah. Waktu itu sudah nggak ada warga lagi, Puncu seperti desa mati, hanya ada beliau dan ibunya yang sudah tua di dalam rumah.

Beruntung sekali katanya bisa melihat secara langsung bagaimana kelud meletus dan merupakan anugerah tersendiri melihat fenomena alam tersebut. Baginya, letusan Kelud adalah suatu pertunjukkan alam yang menakjubkan yang nggak ada tandingannya. Sebelumnya pada letusan kelud tahun 1990, beliau nggak bisa melihat secara langsung, hanya ikut mengungsi saja seperti warga yang lain. (Ochim)


Pertama Kali Punya HP

siemens c35Perangkat yang satu ini sudah menjadi kebutuhan primer, kebutuhan yang harus segera terpenuhi. Sehari saja nggak pegang hp rasanya mati gaya, apalagi yang hobi bersosial-media via hp, tambah mati gaya lagi, hidup terasa hampa :D

Saya jadi inget waktu pertama kali punya hp, saat itu masih sekolah kelas 3 SMA tahun 2004, beli di seorang kenalan temen yang punya beberapa hp yang di jual. Dari beberapa pilihan HP yang ditawarkan, yang menarik perhatian saya adalah Siemens C35, menarik karena harganya paling murah, cuma 175 ribu :D

Seneng banget waktu itu bisa bawa pulang hp tersebut, di jalan mampir konter dulu beli perdana IM3 dengan nomer ancur, nggak cantik blas, saya pikir wong cuma nomer saja, nantinya di dalam hp juga di ketik nama pemiliknya, bukan nomernya. Kenapa pakai IM3? karena yang populer waktu itu IM3 disusul Mentari, Simpati jarang yang punya.

Setelah sampai dirumah, saya utak atik bagaimana cara pengoperasiannya, maklum, saya masih terasa asing dengan Siemens, sebelumnya saya sering pinjem punya temen sekelas yang punya Nokia 3315/3310 yang sudah sangat hapal menu-menu dan fiturnya. Waktu itu hp tersebut jadi favorit anak muda dan harganya juga tergolong mahal, sekitar 350 – 400 ribu. Selain itu ada Sony Ericson T100 atau T105 yang juga populer di sekolah.

siemens m35Besoknya saat hari senin saya ikut upacara rutin seperti biasa, di dalam barisan, saya ngobrol dengen temen-temen membursakan nomor serta menunjukkan hp saya. Meskipun termasuk hp yang “nggak umum” di kalangan temen-temen, apalagi ada jendolan antena, saya pede saja menunjukkannya.

Namun ternyata Siemens C35 nggak bertahan lama, 1 bulan kemudian mulai ada tanda-tanda nggak wajar, batre cepet habis padahal baru saja di charger, layar sering berkedip lama trus hidup lagi, seringnya malah mati seterusnya. Setelah saya periksain di servis hp, ternyata banyak yang rusak dan untuk memperbaikinya membutuhkan dana yang mahal, melewati harga hp itu sendiri.

Akhirnya saya jual saja di konter laku 135 ribu, lalu segera cari penggantinya yaitu Siemens M35 dapet harga 240 ribu, kenapa Siemens lagi? saya sudah kadung familiar dengan Siemens, maka saya cari yang merk sama.

Hingga sekarang ini saya sudah beberapa kali ganti hp dan ganti nomer 2 kali, tetap setia pakai IM3, walaupun ada provider pendukung untuk internetan, yaitu pakai Simpati Loop. (Ochim)

pict: google


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 226 pengikut lainnya.