Cerita Perjalanan ke Lamongan

Selamat Datang Lamongan

Gapura Selamat Datang di Jalan raya Lamongan – Babat

Sempat galau juga sebelum akhirnya memutuskan ikut daftar CPNS di kota Lamongan. Karena hanya kota ini yang nggak memakai syarat IPK harus diatas 3,00 seperti di daerah lain (ceritanya IPK saya nggak sampai 3,00 :D ). Oke bismillah ikut di Lamongan saja. Ini adalah perjalanan kedua saya ke Lamongan setelah yang pertama dulu naek espass ke acara nikahan temennya bapak.

Kali ini saya berangkat pake motor kesayangan Supra X 125, sudah saya bayangkan perjalanan saya nantinya butuh konsentrasi ekstra karena di jalur Mojokerto – Lamongan via Mantup jalannya bergelombang. Memang ada yang mulus tapi hanya beberapa kilometer saja.

Ochim2106Berangkat agak siang jam 09.45 saya menyeberang jembatan kali brantas lalu lewat di kawasan Gedeg kemudian Kemlagi. Jalan ini cukup ancur juga, bergelombang sana sini, kalau nggak hati-hati bisa kejebak gelombang aspal yang cukup dalam. Kemudian sampai di kawasan hutan jati Dawarblandong, aspalnya mulai mulus dan berliku, asik saja melibas setiap tikungan.

Ochim2108

Sampai di perbatasan Mojokerto-Lamongan, jalannya mulai bergelombang terus hingga akhirnya sudah dekat dengan Lamongan Kota. Mulai nyari Kantor Pos, biasanya dekat di daerah pusat Kota seperti alun-alun. Ternyata benar, saat melewati alun-alun Lamongan, di sebelah timurnya tepatnya di pojok jalan ada Kantor berwarna oranye :P

Parkirin motor lalu masuk dan mengurus pendaftaran CPNS sebentar, nggak sampai 30 menit urusan kelar. Masa’ mau langsung pulang? Jalan-jalan sebentar mumpung lagi di Lamongan, jarang kesini sih. Nggak lama muter-muter trus cari makan bentar di depan kantor BKD Lamongan, trus langsung pulang. (Ochim)

Selamat jalan, keluar wilayah Lamongan

Selamat jalan, keluar wilayah Lamongan


Biker ini Kerepotan Mengendarai R15-nya

yamaha R15

Sudah sering kali ketemu pengendara R15 di sekitar saya, di jalan maupun di sebuah tempat parkir. Tapi yang bikin saya tersenyum geli, adalah biker yang lagi nunggang R15 ini. Doi seperti orang yang baru saja bisa mengendarai motor, kakinya sering diturunin dan nggak stabil pegang setir, maenin kopling nggak halus, kelihatan nyendat-nyendat. Pas brenti di samping saya saat mau nyebrang, doi malah hampir jatuh menimpa saya, ealah pak mbok ngati-ngati. (Ochim)


Pengalaman Mengurus Mutasi SIM C

Beberapa waktu yang lalu saya mengurus perpanjangan SIM C yang sudah habis masa berlakunya per 12 agustus. Namun karena saya sudah pindah alamat KTP dari Kediri menjadi warga Magetan, maka diharuskan untuk mutasi SIM C kesana. Lalu jam 9 saat saya di kantor, ijin keluar dulu ke Polres untuk minta surat mutasi.

surat mutasi SIM C
Saat sampai disana, saya menuju ke loket 1 untuk tanya lebih jauh tentang proses mutasi SIM C. Kemudian saya diarahkan untuk langsung ke ruangan penyerahan SIM. Disitu saya menjelaskan tujuan saya lalu disuruh untuk foto copy KTP dan SIM masing-masing 2 lembar. Setelah fotocopy, salah satu petugas bilang kalau penerbitan surat mutasi keluar 3 minggu lagi, walah..lama banget… lalu saya diminta nomor HP untuk nantinya dihubungi jika sudah kelar suratnya.

Selang waktu 2 minggu kemudian saya dapat sms dari nomor nggak kenal, isinya menyatakan bahwa surat mutasi sudah bisa diambil, lalu saya cabut menuju Polres dan membayar 50 ribu saat mengambil surat tersebut. Karena masih repot di kantor, satu minggu kemudian baru saya ke Polres Magetan mengendarai GL Max untuk perpanjang SIM C sambil membawa surat mutasi.

Di Polres Magetan, saya datang ke loket 1 dulu sambil bawa surat mutasi, lalu petugasnya menyuruh saya untuk minta surat kesehatan dulu (tanpa diperiksa) yang tempatnya di depan Polres lalu fotocopy KTP 2 lembar, sudah kelar lalu bayar 15 ribu untuk surat kesehatan. Berkas surat kesehatan, 2 lembar fotocopy KTP dan surat mutasi saya serahkan ke loket 1 lagi lalu saya dikasih formulir untuk diisi dan diserahkan ke loket 2. Di loket 2 ini saya membayar perpanjangan sebanyak 75 ribu. Kemudian setelah bayar perpanjangan, berkas saya bawa ke loket 3 untuk nanti akan diterbitkan SIM.

Surat pengganti SIM C
Nah proses ini yang lama banget, saya sampai nunggu 2 jam untuk dipanggil proses foto dan penerbitan SIM. Setelah dipanggil dan foto, ternyata saya hanya dikasih surat keterangan pengganti SIM C, dikarenakan stok material SIM habis. Saya disuruh kembali lagi seminggu kemudian untuk mengambil SIM C yang sebenarnya, walah… (Ochim)


Lahar Hujan Masih Mengancam Warga Lereng Kelud

berita lahar hujan keludPasca erupsi kelud 6 bulan yang lalu, ternyata masih menyisakan ancaman banjir lahar hujan yang lebih berbahaya. Hal ini karena di puncak kelud sana masih menyimpan sisa material vulkanik sebanyak 60 juta meter kubik.

Ancaman banjir lahar hujan ini datang jika hujan turun dengan deras yang diperkirakan akan datang pada bulan oktober nanti. Menurut badan meteorologi dan geofisika, pada bulan oktober adalah saat tingginya curah hujan di kawasan Kelud dan sekitarnya.

kali konto3Jika lahar hujan turun, maka beberapa aliran sungai di kawasan Kediri dan Blitar akan terancam. Khususnya warga yang kebetulan tinggal di bantaran sungai yang teraliri lahar hujan harus waspada. Di kawasan Kediri, ada 8 aliran sungai yang bakal dialiri lahar hujan, 8 aliran sungai ini tersebar di 4 kecamatan yaitu Plosoklaten, Puncu, Kepung dan Kandangan. Nah wilayah Kandangan ini ada kali konto yang kebetulan dekat dengan tempat tinggal saya, sekitar 1 km, cukup membuat saya khawatir juga.

Walaupun diperkirakan bakal mengalir dalam jumlah lebih besar dibanding beberapa waktu lalu, semoga saja warga yang tinggal di lereng kelud dan bantaran sungai yang berhulu di puncak kelud selalu dalam lindungan-Nya. (Ochim)

sumber: Harian Surya, edisi hari Kamis 4/9/2014


Ketemu Mantan Tunggangan

vespa PX150 warna krem Ketemu mantan motor kita memang rasanya beda, ketika melihatnya otomatis jadi teringat saat dulu pernah bersamanya. seperti saya kemarin di jalan di dekat rumah ketemu dengan vespa PX150 milik bapak dulu. Dijual sekitar 2 tahun yang lalu dengan alasan sudah ada motor lain yang bisa di pakai. Sebenarnya waktu itu agak eman juga melepasnya tapi karena sudah ada pengganti yang lebih bagus dan fungsional, maka harus merelakannya. Kebetulan yang beli seorang tetangga desa jadi terkadang masih ketemu di jalan.

Vespa tahun 1980 ini sudah dimiliki bapak sejak tahun 1989 atau sejak saya masih kecil bahkan belum sekolah. Tapi saya inget dulu bapak sering ngajak jalan – jalan pakai vespa tersebut bersama kembaran saya dan ibu.

Hingga saya usia SMP/SMA saya mulai sering pakai vespa kemana – mana, namun yang paling sering ketika saya sudah sekolah SMA. Vespa yang ala kadarnya saya rubah di sektor mesin, biar bisa lari makin kencang, karena performa sebelumnya kurang maksimal. Saya dan kembaran saya memperlakukan skutik ini rada ekstrem, selalu ngegas di RPM tinggi, maklumlah usia masih remaja dan emosi sering tak terkendali di jalan :P

Waktu itu prinsipnya meskipun motor tua, tapi nggak boleh manja, harus tetep ngejos buat ngebut. Oleh karena itu perawatan mesin jadi kuncinya, harus diperhatikan. Oli samping pakai Vistra yang kala itu cukup tenar di kalangan pelajar, karena ada bau wangi yang di keluarkan dari asap knalpot yang mengepul dan kelebihan oli Vistra bikin akselerasi jadi mantab.

Sekarang Vespa warna cream sudah nggak ada, walau begitu saya nggak akan pernah melupakan kenangan bersamanya begitu saja, skuter tersebut tetap menjadi bagian cerita kehidupan saya saat remaja. (Ochim)


Spyshot Motor Baru yang Membuat saya Penasaran

Selama ini saya mengikuti info roda dua di blog otomotif, jika membahas spyshot motor baru, selalu membuat penasaran para pembacanya, begitupun juga saya. Namun yang membuat saya menunggu dan berharap adalah kabar munculnya spyshot motor bebek MX King. Dari dulu saat berhembusnya kabar yamaha sedang menggodok MX terbaru ini saya sudah penasaran banget, bakal seperti apa wujudnya, akankah mirip seperti MX yang sekarang atau ada perubahan signifikan.

Jupiter-mx-king-150Hingga akhirnya tadi malam saya buka blog dari tmcblog, doi menerbitkan artikel mengenai wujud spyshot dari MX King (gambar nyomot dari tmcblog), overall menurut saya tetep sama keren dengan yang versi sekarang, bahkan sepertinya sedikit lebih besar. Kenapa saya begitu menunggu kabar dari MX King ini? karena saya sebenarnya penyuka motor bebek kencang, mesin canggih, desain yang sporty serta nyaman di pakai jalan jauh. Walau begitu saya bukan termasuk penikmat kecepatan.

Wujud MX King sudah terlihat meski belum secara menyeluruh, sekarang tinggal nunggu bebek kencang dari Honda yang berkode produksi K56. Kabarnya, Honda sedang menyiapkan motor bebek sport tersebut kemudian akan dipecah menjadi dua versi, yang pertama adalah moped 150 5 speed serta hyper underbone 6 speed yang ditengarai model ayago. Nah yang bikin saya penasaran adalah yang moped 150 itu seperti apa? kalau ayago saya nggak begitu sreg, ergonominya menunduk nggak cocok buat jalan jauh.

Sebenarnya saya lebih cenderung ke produk Suzuki yaitu Shogun Axelo 125 R (kopling manual), tapi lama-kelamaan mulai goyah ketika ada kabar seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Apalagi isu mengenai 3S (sales, service, sparepart) dari suzuki yang nggak bisa diandalkan. Jika kedua produk bebek sport dari Yamaha dan Honda sudah dirilis, kayaknya saya bakal melepas motor Supra saya yang sekarang dan memilih salah satu dari mereka :D tentunya dengan mempertimbangkan dulu segi desain dan harga diantara keduanya.  (Ochim)


Bis Hasti, Riwayatmu Kini…

Hasti Jurusan Kediri - Surabaya, Saya foto ketika berhenti di Pasar Brangkal, Mojokerto

Hasti Jurusan Kediri – Surabaya, Saya foto ketika berhenti di Pasar Brangkal, Mojokerto

Bis yang satu ini dulunya sempat menjadi primadona bagi para calon penumpang, khususnya warga Kediri dan sekitarnya. Karena memang markasnya di kawasan Kediri, yaitu di depan RS. Baptis Kota Kediri. Terkenal suka ngebut dan beradu kecepatan dengan bis lainnya. Sepengetahuan saya, bis ini membuka trayek Kediri – Pare – Surabaya, Kediri – Pare – Malang dan Surabaya – Madiun – Solo, semuanya kalau nggak salah kelas ekonomi, cmiiw. Saya dulu waktu masih SD sempat merasakan beberapa kali naik bis ini untuk liburan di rumah saudara di Malang.

Bisa dibayangkan, di jalur yang menanjak dan berkelok-kelok bis ukuran 3/4 ini bisa ngebut, bahkan ketika harus beriringan denga rivalnya yaitu PO. Puspa Indah, keduanya saling bersalipan. Nggak heran dulu sering terdengar kabar kecelakaan mengenai Hasti. Saya masih inget dulu Hasti pernah nyungsep masuk kali di kawasan Tertek – Pare, katanya sih karena rem blong, ngeri banget.

Terakhir naik bis Hasti ketika saya pulang sekolah MTs di Pare menuju Kandangan, saya nyegat di halte Garuda Pare, dari jauh kelihatan Hasti menuju Malang mau lewat, saya sudah grogi duluan, grogi bakalan naik roler coaster,hahahhaahaa. Lalu saya pernah jemput temen kuliah di terminal Landungsari, kalau nggak salah tahun 2009, waktu itu doi turun dari bis Hasti. Setelah itu saya sudah nggak pernah lihat bis Hasti ini lagi, kecuali Hasti jurusan Kediri – Pare – Surabaya dengan armada lawas yang masih eksis hingga sekarang, seperti yang saya foto diatas.

Oya bis Hasti ini juga ternyata sudah banyak di kenal di tempat wisata, banyak yang sudah tahu kalau bis Hasti ini berasal dari Kota Kediri. Hal ini saya ketahui dari obolan saya dengan pedagang cinderamata di tempat parkir wisata Candi Borobudur. Obrolan ini berlangsung dahulu ketika saya masih SD lagi tour dengan temen-temen ke Jogja. Saya lagi duduk disebuah warung lalu di tanya pedagang mengenai tempat tinggal, saya bilang di Kediri. lalu beliau bilang ” oh..naik bis Hasti itu ya? (sambil beliau nunjuk Hasti terparkir di seberang warung), kebetulan kami memang menggunakan jasa tour Po. Hasti.

Last… sangat disayangkan Hasti sekarang meredup bersama armada-armada lawasnya, nggak bisa mengimbangi PO-PO lain yang lagi bersaing panas untuk merebut hati penumpang dengan menawarkan fasilitas terbaik, seperti adanya fasilitas AC tarif biasa serta tempat duduk yang nyaman sekelas bis Patas, tentu saja Hasti makin ketinggalan jika tetap bertahan dengan armada seadanya. (Ochim)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 230 pengikut lainnya.